√ Diksi : Pengertian , Ciri , Jenis , Fungsi, Syarat & Contohnya Lengkap

Diposting pada

√ Diksi : Pengertian , Ciri , Jenis , Fungsi, Syarat & Contohnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID  – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang diksi. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Diksi : Pengertian , Ciri , Jenis , Fungsi dan Contohnya Lengkap

 


Pengertian Diksi

Diksi ialah sebuah pilihan kata yang paling tepat  pada penggunaannya yang bertujuan mengungkapkan gagasan agar mendapat efek tertentu seperti yang diharapkan.

Pengertian diksi ialah pilihan kata pembicara ataupun penulis ketika menggambarkan cerita yang sudah dibuatnya.

Selain diartikan dengan pilihan kata, diksi ialah suatu pernyataan yang digunakan untuk mengungkapkan gagasan atau mengungkapkan sebuah cerita yang membahas gaya bahasa, mengungkapkan gagasan maupun lainnya. Sehingga dengan adanya diksi, setiap kata bisa dibaca dan juga dipahami oleh pembaca dan pendengar.

 


Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

 

  • Menurut Harimurti

Diksi ialah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

 

  • Menurut Gorys Keraf

Diksi ialah suatu pilihan kata atau mengenai pengertian kata-kata mana yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan, penggungkapan yang tepat, dan gaya penyampaian kata yang lebih baik sesuai situasi.

 

  • Menurut Susilo Mansurudin

Diksi ialah pilihan kata. Penggunaan diksi yang tepat, cermat, dan benar dapat membantu untuk memberi nilai pada suatu kata. Pilihan kata yang sesuai dalam kata lain adalah tepat untuk mencegah kesalahan penafsiran yang berbeda.

 

  • Menurut Widyamartaya

Diksi ialah kemampuan seseorang dalam membedakan secara tepat suatu nuansa makna yang tepat dengan gagasan yang disampaikannya, dan kemampuan tersebut yang sesuai dengan kemauan dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

 

  • Menurut Enre

Diksi ialah penggunaan kata yang sesuai dalam mewakili pikiran dan juga perasaan yang ingin disampaikan dalam suatu pola untuk kalimat.

 

  • Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Diksi ialah pemilihan kata yang memiliki makna tepat dan selaras atau dalam penggunannya memiliki kecocokan dalam mengungkapkan gagasan dengan pokok pembicaraan, peristiwa dan para pembaca atau pendengar pilihan kata.


Ciri – Ciri Diksi

  • Tepat dalam pemilihan kata untuk dapat mengungkapkan gagasan atau juga hal-hal yang diamanatkan
  • Dapat digunakan untuk dapat membedakan secara tepat nuansa makna serta bentuk yang sesuai dengan gagasan serta juga situasi serta nilai rasa pembaca.
  • Menggunakan pembendaharaan kata yang dipunyai masyarakat bahasanya serta dapat menggerakan dan juga memberdayakan kekayaan itu menjadi jaring kata yang jelas.


Jenis – Jenis Diksi

1. Diksi Berdasarkan Maknanya

  • Makna Denotatif

Denotatif adalah makna yang sebenarnya dari suatu kata atau kalimat.

Berikut ini contoh diksi bermakna denotatif:

• Ryan sering “kerja keras” untuk mendapatkan penghasilan yang lebih baik.
• Robby adalah seorang yang “gemar membantu”, dia disukai banyak orang.
• Kamila berinvestasi sejak lama , sekarang ia mendapatkan “keuntungan melimpah”

 

  • Makna Konotatif

Konotatif ialah kata atau kalimat yang mempunyai arti bukan sebenarnya.

Berikut ini contoh diksi makna konotatif :

• Riko mesti “membanting tulang” untuk menghidupi keluarganya.
• Hanny ialah seorang “kutu buku”, itulah sebabnya ia banyak tahu tentang berbagai hal
• Romeo suka berinvestasi sejak 2 tahun yang lalu, tahun ini ia mendapat “durian runtuh”.

 

2. Diksi Berdasarkan Leksikal

 

  • Sinonim

Sinonim adalah kata yang mempunyai arti yang sama dengan kata lain. Berikut ini contoh sinonim,

• Bahagia = Senang
• Matahari = Mentari
• Cantik = Elok
• Lezat = Enak
• Pintar = Pandai

 

  • Antonim

Antonim adalah kata yang memiliki arti berlawanan dengan kata lain. Berikut contoh antonim:

• Naik x Turun
• Besar x Kecil
• Banyak x Sedikit
• Tinggi x Rendah
• Gelap x Terang
• Cepat x Lambat

 

  • Homonim

Homonim adalah kata yang memiliki lafal dan ejaan yang sama namun artinya berbeda satu sama lain.

Berikut contoh homonim :

Bulan itu terlihat bulat penuh malam ini
Semua karyawan mendapatkan gaji setiap bulan

Kata bulan pada kedua kalimat tersebut memiliki arti yang berbeda walaupun ejaan dan lafalnya sama.

 

  • Homofon

Homofon adalah kata yang memiliki ejaan dan makna yang berbeda, namun lafal sama.

Berikut contoh homofon :

Aris menabung uangnya di Bank setiap hari
Bang Aris bekerja di perusahaan pembiayaan

Kata “Bank” dan “Bang” pada kalimat di atas mempunyai lafal yang sama, namun dalam ejaan dan maknanya berbeda.

 

  • Homograf

Homograf adalah kata yang memiliki lafal dan arti yang berbeda, namun ejaannya sama.

Berikut contoh homograf :

Makanan favorit wanita itu adalah tahu goreng
Wanita itu tidak tahu kalau hari ini libur

Kata “Tahu” pada kalimat di atas ejaannya sama, tapi memiliki arti yang berbeda.

 

  • Polisemi

Polisemi adalah kata yang memiliki lebih dari satu arti. Berikut contoh polisemi,

Para nasabah yang menabung di Bank akan mendapat bunga setiap bulan
Andini adalah salah satu bunga desa yang paling cantik

Kata “Bunga” pada kalimat di atas memiliki arti yang berbeda walaupun menggunakan kata yang sama.

 

  • Hipernim dan Hiponim

Hipernim adalah kata yang dapat mewakili banyak kata lainnya. Sedangkan arti hiponim adalah kata yang dapat terwakili oleh kata hipernim.

Berikut contoh hipernim dan hiponim :

Di kebun binatang itu terdapat banyak binatang liar, misalnya gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.

Pada kalimat di atas, binatang liar merupakan hipernim dan kata hiponim-nya : gajah, singa, buaya, rusa, kuda, dan lain-lain.


Syarat – Syarat Diksi

  • Ketepatan pemilihan kata ketika menyampaikan suatu gagasan.
  • Pengarang juga harus mempunyai kemampuan untuk membedakan dengan tepat makna berdasarkan gagasan yang hendak disampaikan.
  • Memiliki kemampuan untuk menemukan bentuk yang pas dengan situasi serta nilai rasa para pembacanya.
  • Dapat menguasai berbagai kosakata
  • Mampu memanfaatkan kata menjadi suatu kalimat yang jelas, mudah dimengerti dan lebih efektif.


Fungsi Diksi

  • Membuat orang yang membaca atau pun mendengar karya sastra menjadi lebih faham mengenai apa yang ingin disampaikan oleh pengarang.
  • Membuat komunikasi menjadi lebih efektif.
  • Melambangkan ekspresi yang ada dalam gagasan secara verbal (tertulis atau pun terucap).
  • Membentuk ekspresi atau pun gagasan yang tepat sehingga dapat menyenangkan pendengar atau pun pembacanya.

 


Contoh Diksi dalam Puisi

puisi karya Sutardji Calzoum Bachri (1973)

Sepisaupi

Sepisau luka sepisau duri
Sepikul dosa sepukau sepi
Sepisau duka serisau diri
Sepisau sepi sepisau nyanyi.

Sepisaupa sepisaupi
Sepisapanya sepikau sepi
Sepisaupa sepisaupi
Sepikul diri keranjang duri.

Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sepisaupa sepisaupi
Sampai pisau-Nya ke dalam nyanyi.

 


Demikianlah bahasan kita mengenai cara membuat essay . Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Diksi : Pengertian , Ciri , Jenis , Fungsi dan Contohnya Lengkap . Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Baca Juga  √ Hewan Vertebrata : Pengertian, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

Baca Juga  √ Cerita Fantasi : Pengertian , Ciri , Jenis , Struktur dan Contohnya Lengkap

Baca Juga  √ Pengertian Slogan Pendidikan dan Contoh beserta Penjelasannya Secara Lengkap

Baca Juga  √ Karangan Argumentasi : Pengertian, Ciri, Jenis, Tujuan & Contohnya Lengkap

Baca Juga  √ Cnidaria : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap