Pengertian Majas , Jenis , Beserta Contohnya Secara Lengkap

Diposting pada
Pengertian Majas , Jenis , Beserta Contohnya Secara Lengkap
5 (100%) 26 votes

√ Pengertian Majas , Jenis , Beserta Contohnya Secara Lengkap – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id , kali ini kita akan membahas tentang majas dan macam – macam majas beserta contohnya , simak ulasan nya dibawah ini ya

 

√ Pengertian Majas , Jenis , Beserta Contohnya Secara Lengkap
√ Pengertian Majas , Jenis , Beserta Contohnya Secara Lengkap

 

Pengertian Majas

pengertian majas ialah gaya bahasa yang digunakan dalam sebuah karya sastra dengan tujuan untuk memberikan efek-efek tertentu sehingga membuat karya sastra tersebut menjadi lebih hidup.

 

Pengertian Majas Menurut Para Ahli :

 

Pengertian Majas menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ialah cara menggambarkan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau kiasan.

 

Pengertian Majas Menurut Aminuddin Majas adalah sebuah gaya bahasa dan cara yang digunakan oleh pengarang dalam memaparkan gagasannya sesuai dengan tujuan dan efek yang ingin dicapai.

 

Menurut Goris Keraf pengertian majas adalah suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara jujur, sopan-santun, dan menarik.

 

Menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan pengertian majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui gaya bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian seorang penulis.

 

Menurut Luxemburg dkk  pengertian majas adalah suatu gaya bahasa yang memberikan ciri khas pada sebuah teks. Artinya, pada saat tertentu suatu teks dapat diibaratkan seperti individu yang berbeda dengan individu yang lain.

 

 

Jenis – Jenis Majas

Secara umum, majas dapat dikelompokkan menjadi 4 jenis , yaitu :

A. Majas perbandingan

1. Personifikasi ialah majas yang membandingkan benda mati seolah – olah bersifat seperti makhluk hidup .

Contoh : Bulan sedang bersedih di malam hari
Bunga mawar itu sedang merayuku untuk membelinnya

2. Alegori ialah majas yang menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.

Contoh: Perjalanan hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing, yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.

3. Simile ialah majas yang membandingkan perbandingan satu hal dengan hal lain nya namun menggunakan kata penghubung, seperti layaknya, bagaikan, umpama, ibarat,bak ,dsb.

Contoh: Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.

4. Metafora ialah majas yang menggunakan objek yang sifatnya sama dengan suatu pesan yang ingin disampaikan melalui ungkapan. Jadi, objek yang satu dibandingkan dengan objek lainnya merupakan sifat yang serupa tetapi bukan manusia.

Contoh : Membaca merupakan hobi yang menyenangkan bagi si kutu buku
Rusa itu hilang dimangsa si raja hutan.

 

  5. Eufemisme ialah Gaya bahasa yang mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan padanan yang lebih halus.

Contoh : Tiap universitas dan perusahaan sekarang diwajibkan menerima difabel. Difabel menggantikan frasa “orang cacat”.

 

6. Metonimia ialah majas yang menyandingkan merek atau istilah sesuatu untuk merujuk pada pada benda umum.

Contoh : Menggosok gigi dengan pepsodent membuat gigi lebih putih dan nafas lebih segar

7. Hiperbola ialah majas yang cara mengungkapkan sesuatu dengan kesan yang sangat berlebihan .

Contoh: Orang tuanya memeras keringat agar anak tersebut dapat terus bersekolah.

 

8. Asosiasi ialah gaya bahasa yang membandingkan 2 objek berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung bagaikan, bak, atau seperti.

Contoh: Wajah ayah dan anak itu seperti pinang dibelah dua.

 

9. Sinekdok ialah majas yang menggunakan kata dengan makna yang menunjukan hal lain di luar kata tersebut.

Majas sinekdoke ini terbagi atas dua bagian yaitu :

Sinekdok pars pro toto ialah gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur benda untuk menjelaskan keseluruhan benda tersebut. Contoh: “batang hidungnya tidak muncul juga hingga hari ini.” Dalam hal ini kata ‘batang hidung’ merujuk pada individu secara keseluruhan.

Sinekdok totem proparte ialah gaya bahasa yang menyebutkan keseluruhan untuk menjelaskan sebagian situasi atau benda. Contoh: “Indonesia mewakili asia tenggara dalam turnamen sepak bola internasional.” Dalam hal ini kata ‘Indonesia’ merujuk pada tim sepak bolanya saja.

 

  10. Simbolik ialah majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan simbol atau lambang untuk menyatakan maksud nya.
Contoh : Selly seperti ratu lebah yang dikagumi dan dipuja banyak orang.
Perempuan itu memang jinak-jinak merpati.

 

 

B. Majas Pertentangan

Majas pertentangan ialah suatu gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan dengan maksud asli yang penulis curahkan dalam kalimat tersebut. Jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yakni sebagai berikut.

1.Majas Paradoks. Majas ini merupakan gaya bahasa dengan ungkapan situasi asli dengan situasi sebalik nya. Contoh : Riski tetap tersenyum meski di dalam hatinya menangis.

2. Majas Litotes. Majas ini merupakan kebalikan dari majas hiperbola. Gaya bahasa yang digunakan  untuk menjatuhkan/merendahkan diri, walaupun pada kenyataannya tidak seperti yang dikatakan. Contoh : Pada hari minggu lalu teman kantor kami mengunjungi gubug kami.

 

3. Majas Antitesis. Majas ini merupakan gaya bahasa yang menyatukan pasangan kata yang mempunyai arti bertentangan. Contoh : Cepat lambat kau akan meraih kesuksesan.

 

4. Majas Kontradiksi Interminis. Majas ini merupakan ungkapan menolak ujaran yang telah disampaikan sebelumnya. Biasanya, diikuti oleh konjungsi kecuali atau hanya saja.

Contoh : Bunga-bunga di taman itu cantik, kecuali yang layu itu sangat terlihat buruk.

 

 

C. Majas Sindiran

Majas sindiran merupakan kata-kata kias yang memang tujuannya untuk menyindir seseorang ataupun perilaku dan kondisi.

Jenis ini terbagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Ironi , yaitu menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.

Contoh: Rapi sekali kamarmu sampai sulit untuk mencari bagian kasur yang bisa ditiduri.

 

2. Sinisme , yaitu menyampaikan sindiran secara langsung.

Contoh : Suaramu keras sekali sampai telingaku berdenging dan sakit.

 

3. Sarkasme , yaitu gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir seseorang dengan konotasi yang kasar. Biasanya gaya bahasa ini diucapkan seseorang ketika ia sedang marah.

Contoh : Pergi sana jadi gembel jalanan

 

 

D. Majas Penegasan

Majas ini ialah suatu gaya bahasa yang dibuat bertujuan untuk meningkatkan pengaruh kepada pembaca agar menyetujui ujaran yang diungkapkan.

Berikut ini merupakan jenis-jenis majas penegasan :

1. Majas Repetisi

Majas ini merupakan gaya bahasa repetisi yang dilakukan dengan mengulang kata yang ada dalam sebuah kalimat. Contoh : Meri sangat cerdas, Meri sangat baik, Meri adalah teman dekatku.

 

2. Majas Pleonasme

Majas ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang maknanya sama. Hal ini dilakukan untuk menegaskan sesuatu. Contoh : Aku dan keluargaku masuk ke dalam gedung bioskop dan Dia dipanggil untuk maju ke depan panggung.

 

3. Pararelisme

Gaya bahasa ini biasa terdapat dalam puisi, yakni mengulang-ulang sebuah kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Jika pengulangannya ada di awal, disebut sebagai anafora. Namun, jika kata yang diulang ada di bagian akhir kalimat, disebut sebagai epifora.

Contoh majas: Kasih itu sabar.
Kasih itu lemah lembut.
Kasih itu memaafkan.

 

4. Tautologi

Yaitu menggunakan kata-kata bersinonim untuk menegaskan sebuah kondisi atau ujaran.

Contoh: Hidup akan terasa tenteram, damai, dan bahagia jika semua anggota keluarga saling menyayangi.

 

5. Klimaks 

yaitu gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal atau lebih secara berurutan dimana tingkatan tersebut semakin lama semakin tinggi.

Contoh:  Pada saat itu semua orang, mulai dari bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia, pergi mengungsi akibat gempa.

 

6. Antiklimaks

yaitu gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari dua hal secara berurutan untuk menegaskan sesuatu dengan mengurutkan dari tingkatan tertinggi ke tingkatan terendah.

Contoh: Setiap haris senin, mulai dari kepala sekolah, guru, staf, dan para murid di SMP Sipoholon, rutin melaksanakan upacara bendera.

 

7. Majas Retorika

Majas ini merupakan gaya bahasa yang dilakukan untuk memberikan penegasan dalam bentuk tanya dan sesungguhnya tidak perlu dijawab.

Contoh : Siapa yang tidak mau dihargai? atau Kapan aku memintamu untuk mencintaiku?

 

Demikian bahasan kita mengenai pengertian majas ,terima kasih bagi yang menyempatkan membaca dan mampir ke artikel √ Pengertian Majas , Jenis , Beserta Contohnya Secara Lengkap , semoga bermanfaat dan menambah wawasan 🙂

 

Baca Juga Artikel

Baca Juga  Pengertian Artikel ,Ciri - Ciri, Jenis ,Contoh & Tujuan Terlengkap
Baca Juga  Pengertian Majas Metafora , Ciri-Ciri , Jenis dan Contoh Secara Lengkap
Baca Juga  Pengertian Surat Kuasa,Fungsi,Ciri dan Unsur Terlengkap
Baca Juga  Pengertian Abstrak , Jenis , Fungsi dan Unsur Secara Lengkap
Baca Juga  Pengertian Majas Personifikasi , Ciri-Ciri , Fungsi dan Contoh Secara Lengkap