Reproduksi Echinodermata

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang echinodermata. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

√ Echinodermata : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap


Pengertian Echinodermata

Filum Echinodermata merupakan sebuah filum hewan laut yang mencakup bintang laut, Teripang, dan beberapa kerabatnya. Kelompok hewan ini dijumpai di hampir semua kedalaman laut.
Echinodermata ialah filum hewan terbesar yang tidak mempunyai anggota yang hidup di air tawar atau darat.

Hewan-hewan ini juga mudah dikenali dari bentuk tubuhnya, kebanyakan mempunyai simetri radial, khususnya simetri radial pentameral (terbagi lima). Meskipun terlihat primitif, Echinodermata ialah filum yang berkerabat relatif dekat dengan Chordata (yang di dalamnya tercakup Vertebrata), dan simetri radialnya berevolusi secara sekunder. Larva bintang laut misalnya, masih menunjukkan kesamaan yang cukup besar dengan larva Hemichordata.


Ciri – Ciri Echinodermata

  • Tubuh echinodermata terdiri dari 3 lapisan dan memiliki rongga tubuh atau disebut juga dengan tripoblastik
  • Bergerak dengan ambulakral, yakni kaki tabung dengan lubang-lubang kecil yang memiliki fungi untuk menghisap
  • Mempunyai bentuk tubuh yang simetri bilateral pada saat masih larva, sementara pada saat dewasa bentuk tubuhnya simetri radial
  • Memiliki sistem pencernaan sempurna kecuali bintang laut sebab tidak memiliki anus
  • Kulit tubuh terdiri atas zat kitin
  • Perkembangbiakan secara seksual
  • Tidak mempunyai sebuah sistem ekskresi
  • Permukaan tubuh terdiri atas benjolan-benjolan yang menyerupai duri
  • Mempunyai sebuah sistem tabung jaringan hidrolik.

Sistem Organ Echinodermata

  • Sistem Peredaran Darah

Echinodermata memiliki sistem peredaran darah yang masih belum. Apabila digambarkan secara sederhana, pembuluh darah berawal dari yang mengelilingi mulut, Sesudah itu berjabang pada setiap kaki tabung.


  • Sistem Pernapasan

Sistem pernapasan echinodermata ini dilakukan dengan mengenakan insang atau pupula (tonjolan pada rongga tubuh).


  • Sistem Saraf

Echinodermata terdiri dari saraf yang berbentuk lingkaran (cincin) yang mempersarafi mulut, dan saraf radial yang sama seperti tali mempersarafi pada bagian lengan atau kaki tabung.


  • Sistem Pencernaan

berupa mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Sistem pencernaannya sudah sempurna. Namun tidak terdapat sistem ekskresi pada hewan Echinodermata.


Struktur Tubuh Echinodermata

  • Ukuran tubuhnya itu beragam yakni mulai dengan diameter 1 – 36 cm
  • Tubuhnya itu tersusun dalam sumbu oral-aboral dan tidak mempunyai kepala
  • Bentuk simetri bilateral yang sesudah mengalami metamorfosis dewasa dengan bentuk tubuh simetri radial dengan 5 penjuru
  • Mulut berada di bawah serta anus terletak di atas (tripblastik selomata)
  • Mempunyai suatu sistem ambukaral, gerakan terjadi dengan cara mengubah tekanan air yang diatur sistem pembuluh air yang berkembang dari selom
  • Kulit keras disebabkan sebab terbuat dari zat kapur
  • Memiliki sistem pencernaan yang sempurna.
Baca Juga  Tekanan Turgor

Reproduksi Echinodermata

Echinodermata bereproduksi secara seksual dan aseksual.

Reproduksi secara aseksual dengan pembelahan fisi, yaitu penyekatan serta pemisahan pisin pusat (piringan kecil di pusat tubuh), lalu masing-masing bagian tubuh yang terpisahkan melakukan regenerasi menjadi individu yang lengkap.

Pembuahan terjadi secara eksternal yang akan memproduksi larva berbetuk simetri bilaterla, kemudian larva tersebut turun ke substrat dan bermetamorfosis menjadi individu yang berbentuk simetri radial. Beberapa spesies ada yang mengerami telurnya.


Habitat Echinodermata

Echinodermata hidup di pantai hingga dasar laut dengan kedalam sekitar 6.000m. Echinodermata hidup dengan lepas atau bersimbiosis komensalisme (sebagai hewan tempat untuk berlindung bagi hewan lain). Dan Echinodermata merupakan hewan dengan jenis karnivora yang memakan hewan seperti polip Cnidaria, kepiting, udang, kerang, ikan kecil, siput dan bangkai.


Klasifikasi Echinodermata

  • Kelas Asteroidea

Disebut juga bintang laut sebab bentuknya seperti bintang dengan lima lengan yang besar. Hidup didasar perairan laut. Tubuh dengan diameter 10 -20 cm. tubuh permukaan bawah dinamai oral, terdapat mulut, dan tubuh permukaan atas disebut aboral terdapat anus yang berdekatan dengan madreporit serta alat kelamin. Permukaan bagian bawah lengan itu mempunyai kaki tabung, yang masing-masing dapat bertindak seperti cakram penyedot. Pada tiap-tiap ujung lengan terdapat tentakel berbintik merah. Bintang laut merupakan karnivora yang memakan hewan invertebrata lain, ikan, dan bangkai.

Bintang laut dan beberapa Echinodermata sanggup melakukan regenerasi yang tinggi, bintang laut dapat menumbuhkan kembali lengan yang hilang, dan bahkan dengan patahan lengan yang mengandung madreporit dapat tumbuh bintang laut secara utuh.

Bintang laut bereproduksi seksual. Reproduksi secara seksual terjadi melalui pembuahan sel telur oleh sperma yang berlangsung secara eksternal (di air). Hasil pembuahannya akan tumbuh menjadi larva mikroskopis yang lengannya bersillia, disebut pluteus. Pleteus lalu mengalami metamorfosis menjadi bentuk seperti bintang laut.


  • Kelas Ophiuroidea

Ophiruoidea merupakan Ehchinodermata yang berbentuk bintang pisin pusat kecil (1-3 cm) dan mempunyai 5 lengan yang panjang dan langsing, yang terkadang bercabang-cabang. Ophiruoidea disebut sebagai bintang mengular. Kaki tabung pada Ophiuroidea tidak mempunyai ampula dan alat pengisap. Madreporit berada di bagian oral. Ophiuroidea mempunyai mulut dibagian oral tetapi tidak memiliki anus. Sisa pencernaan makanan dimuntahkan (dikeluarkan) melalui mulut. Ophiuroidea mencari makanan pada malam hari, berupa hewan kecil yang hidup maupun yang mati.

Baca Juga  Klasifikasi Insecta

Lengan Ophuroidea rapuh dan mudah putus, namun akan segera tumbuh lengan baru. Alat reproduksi bersifat gonokoris dan pembuahan terjadi eksternal memproduksi larva berbentuk simetri bilateral yang berenang bebas. Ada pula Ophuroidea yang mempunyai kantong pengeraman sehingga larva tidak dapat berenang bebas.


  • Kelas Echinoidea (landak laut)

Echinoidea termasuk dalam kelas echinodermata yang tubuhnya dipenuhi mirip seperti duri. Bulu babi atau landak laut termasuk salah satu jenis dari kelas echinoidea. Bentuk tubuh dari echinoidea ialah sedikit bulat dan tidak memiliki lengan, namun terdapat duri yang jumlahnya banyak. Duri echinoidea mempunyai bentuk zat kapur. Tubuh echinoidea memiliki otot yang berfungsi untuk memutar duri tersebut sehingga dapat bergerak. Mulut hewan ini mempunyai struktur yang sama seperti rahang guna membantu dalam memakan mangsa.


  • Kelas Crinoidea (leli laut)

Crinoidea mempunyai bentuk tubuh yang sama seperti bunga atau tumbuhan. Crinoidea ialah anggota filum echinodermata yang spesies paling sedikit yaitu terdapat 550 spesies. Dan kelompok paling primitif dari filum echinodermata. Hewan yang hidup di pantai hingga kedalaman laut 3.500 meter di bawah permukaan laut.

Tubuh yang tidak memiliki duri, dan jika mempunyai tangkai disebut dengan lillia laut (jika bertangkai akan menempel pada dasar laut dengan sirri, yaitu bagian ujung tangkai memiliki zat tanduk), sementara yang tidak mempunyai tangkai disebut dengan bintang laut berbulu.

Di bagian dasar tubuh (kaliks) jenis yang terdapat sisi oral (mulut) dan sisi anus sementara di bagian lengannya berjumlah banyak yang mengelilingi di bagian kaliks tersebut. Umumnya jumlah lengan crinoidea ialah kelipatan 5 dan memiliki cabang yang dinamai dengan pinula. Di sisi oral terdapat celah yang bersila dikenal dengan celah ambulakral. Celah tersebut berfungsi guna menangkap makanan berupa cairan, zooplankton, atau partikel lainnya yang tersebar di laut.


  • Kelas Holothuroidea (mentium laut)

Holothuroidea merupakan hewan yang berbentuk tubuh bulat memanjang dari permukaan oral ke permukaan aboral. Tubuhnya terlihat seperti bentuk buah timun sehingga sering disebut timun laut. Namun kosistensi tubuhnya sedikit berbeda dengan kelas lain dan memiliki tubuh halus dan lunak serta termasuk mempunyai bagian-bagian tubuh yang berkelipatan 5 dengan sistem ambulakral.

Mentium laut mempunyai tentakel di bagian oral yang berjumlah 10-30 buah. Tubuhnya terdapat kaki ambulakral yang berfungsi bergerak dan bernafas. Pergerakan dilakukan dengan kontraksi otot di tubuhnya.

Baca Juga  Fungsi Peroksisom

Jenis hewan ini ialah hermafrodit (dua alat kelamin dalam satu tubuh), namun ada juga yang genokhoris (1 kelamin 1 individu). Pembuahan (fertilisasi) di air laut lalu berkembang menjadi larva aurekularia. Makanannya yakni plankton atau zat organik dalam laut. Ia melindungi diri dari mangsanya dengan memuntahkan organ dalam tubuhnya, sehingga mangsanya akan memakan organ itu, selanjutnya mentium laut membentuk kembali organ yang dimuntahkan tadi.


Peranan Echinodermata

  • Echinodermata Sebagai Obat

Echinodermata juga dapat digunakan sebagai obat. Sebagai contoh, racun teripang bisa menghambat laju pertumbuhan sel tumor, maka racun teripang digunakan dalam penelitian sel kanker.


  • Echinodermata sebagai Makanan

Echinodermata dimanfaatkan sebagai makanan seperti pada beberapa Negara Jepang, Peru, Spanyol dan Perancis. Echinodermata menjadi makanan yang sangat enak. Sekitar 50.000 ton landak laut ditangkap setiap tahun untuk makanan, gonad jantan dan betina landak laut juga dikonsumsi. Sebagai campuran seafood dan buah. Teripang yang diibaratkan lezat di beberapa negara Asia Tenggara. Di Cina echinodermata dimanfaatkan sebagai dasar untuk sup agar-agar dan minuman.


  • Peran dalam ekologis

Echinodermata juga mempunyai peran penting dalam rantai makanan laut. Echinodermata ialah makanan pokok dari banyak hewan, termasuk berang-berang. Di sisi lain, echinodermata memakan rumput laut serta mempertahankan pertumbuhan rumput laut. Rumput laut berlebih bisa merusak seluruh terumbu karang.


  • Peran dalam pertanian

Cangkang echinodermata digunakan di beberapa oleh para petani sebagai zat kapur. Tanah yang kurang memiliki zat kapur dapat ditambahkan dengan cara menabur cangkang echinodermata yang telah dihaluskan ke tanah, sehingga tanaman bisa mengambil banyak nutrisi dan tanah menjadi subur.


Demikianlah bahasan kita mengenai echinodermata. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Reproduksi Echinodermata : Pengertian, Ciri, Sistem Organ & Klasifikasinya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya