Kelenjar Saliva

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang kelenjar saliva. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Kelenjar Saliva : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Strukturnya Lengkap


Pengertian  Kelenjar Saliva

Kelenjar saliva merupakan jaringan di mulut yang mengeluarkan air liur. Setiap kali mulut mendekati nasi panas kita akan merasakannya aktif. Kelenjar saliva hanya dijumpai pada mamalia. Sebagai kelenjar eksokrin, mereka mengeluarkan air liur ke permukaan epitel mulut dengan cara saluran, dan bukan melalui aliran darah.

Setiap hari, kelenjar memproduksi sebanyak satu liter air liur. Saliva ialah campuran air, lendir, zat antibakteri, dan enzim pencernaan. Salah satu enzim pencernaan yang paling dikenal di tubuh manusia ialah alpha-amilase.

Enzim ini sanggup membagi pati dalam makanan menjadi gula yang lebih mudah dicerna seperti glukosa serta maltosa. Setiap kali mengunyah, kita mengaktifkan kelenjar-kelenjar ini sebagai persiapan guna pemecahan makanan dengan aman.


Fungsi Kelenjar Saliva

  • Fungsi utama kelenjar saliva yaitu untuk mensekresikan air liur ke dalam rongga mulut guna mendukung melindungi mulut, mencerna makanan, membunuh bakteri, menjaga keadaan mulut.
  • Memudahkan proses mengunyah dan menelan
  • Mensekresikan enzim amilase, yakni enzim yang memiliki fungsi mengubah amilum (polisakarida) menjadi maltoda (disakarida)
  • Mengatur pH mulut
  • Mendukung pergerakan lidah
  • Membantu melindungi gigi dari keropos dan karang gigi
  • Mencegah dehidrasi mulut
  • Menjaga kelembaban bibir
  • Menangguhkan proses pembusukan makanan yang tersisa di gigi.

Jenis – Jenis Kelenjar Saliva

  • Kelenjar Parotis

Kelenjar parotis termasuk kelenjar saliva terbesar pada manusia, kelenjar parotis ini berada di bawah telinga. Kelenjar parotis berjumlah 2 buah (sepasang). Kelenjar parotis mensekresikan air liur melewati sebuah saluran yang disebut duktus Stensen mengarah ke rongga mulut. 25% dari seluruh air liur berasal dari kelenjar parotis.

Baca Juga  Pengertian Hereditas

  • Kelenjar Submandibula

Kelenjar Submandibula ialah sepasang kelenjar saliva yang berada di rahang bawah. Produksi dari kelenjar submandibula termasuk campuran dari serosa dan mukosa yang masuk ke rongga mulut melewati saluran yang disebut duktur Wharton. 70% dari air liur di rongga mulut dihasilkan oleh kelenjar ini.


  • Kelenjar Sublingua

Kelenjar Sublingua ialah sepasang kelenjar saliva yang posisinya di bawah lidah di dekat kelenjar sub mandibula. Sekitar 5 % dari seluruh air liur yang masuk ke rongga mulut berasal dari kelenjar ini.


  • Kelenjar Liur Minor

Terdapat sangat banyak (sekitar 600) kelenjar liur minor di sekitar rongga mulut. Sebagian besar berada dalam lapisan lamina propria mukosa oral. Diameter satu kelenjar berkisar 1 – 2 mm. Kelenjar ini membentuk sejumlah sel asini yang terhubung dalam lobulus kecil. Sekresi utama kelenjar ini yakni mukus.


Struktur Kelenjar Saliva

Kelenjar saliva merupakan organ eksokrin sebab mempunyai duktus (saluran) penghubung yang membawa hasil sekresinya ke tempat tujuan.

Kelenjar saliva disusun dengan jaringan epitel serta jaringan ikat. Dindingnya merupakan jaringan epitel yang dikelilingi oleh jaringan ikat. Jaringan ikat yang melingkari bagian luar seluruh kelenjar disebut kapsul, sementara jaringan ikat yang membagi kelenjar menjadi lobus lobus di bagian dalam disebut septa. Dibagian kapsul dan septa ini ada pembuluh darah serta saraf yang mensuplai kelenjar.

Sel epitel yang menghasilkan saliva disebut sel sekretori. Terdapat 2jenis sel sekretori, yaitu sel mukus dan sel serous. Sesuai dengan namanya Sel mukus menciptakan cairan mukus sementara sel serous menghasilkan cairan serosa. Sel Sekretori yang dijumpai berkelompok disebut sel acinus.


Sekresi Kelenjar Saliva

Saliva atau ludah ialah campuran dari beberapa sekresi kelenjar ludah. Sekresi normal saliva sehari sekitar 800 – 1500 ml. Umumnya saliva merupakan cairan viskus, tidak memiliki warna yang mengandung air, mukoprotein, immunoglobulis, karbohidrat komponen-komponen organis seperti, Ca, P, Na, Mg, Cl, Fe, dan J. Kecuali itu saliva mengandung pula enzim amilase yakni ptialin Selanjutnya saliva juga mengandung sel-sel desquamasi yang lazim disebut korpuskulus salivatorius.

Baca Juga  Fungsi Mulut

Komposisi saliva tadi sangat disesuaikan pada kegiatan kelenjar-kelenajar ludah. Sekresi kelenjar ludah bisa berlangsung oleh beberapa faktor, yakni : reflek saraf, rangsangan mekanis, rangsangan kimaiwi. Bahan makanan dan zat kimia bisa memberi rangsangan langsung pada mukosa mulut. Bahan makanan juga bisa merangsang serat saraf eferens yang berasal dari bagian thorakal. Sekresi air ludah bisa juga timbul secara reflektoris hanya dengan jalan mencium bau makanan, melihat makanan, atau dengan memikirkan dan membayangkan makanan saja.

Saliva mengandung 2 tipe sekresi protein yang utama yakni : sekresi serus ( ialah enzim guna mencernakan serat à ptyalin) , sekresi mukus (untuk pelumasan dan perlindungan permukaan).

Pada umumnya kelenjar ludah kaya dengan pembuluh darah. Pembuluh darah besar berjalan bersama-sama dengan duktusnya pada jaringan ikat interlobularis dan memberi cabang-cabang mengikuti cabang-cabang duktusnya kedalam lobuli, dimana pada akhirnya ia membentuk anyaman kapiler mengelilingi asinus dan akhirnya kembali membentuk vena yang berjalan bersama-sama dengan pembuluh darah arterinya.


Faktor yang mempengaruhi sekresi saliva :

  • Irama siang malam
  • Sifat dan besar stimulus
  • Tipe kelenjar
  • Diet
  • Umur, jenis kelamin dan fisiologi seseorang
  • Kadar hormon
  • Elektrolit
  • Kapasitas buffer
  • Obat-obatan
  • Gerak badan

Dampak yang Timbul dari Kekurangan Air Liur

  • Kesulitan menelan atau mengunyah makanan. Dan akan membuat seseorang kekurangan gizi atau nutrisi.
  • Kesulitan dalam mengecap rasa makanan. Dengan kata lain kemampuan seseorang untuk dapat merasakan makanan akan sangat berkurang.
  • Kesulitan dalam berbicara.
  • Bau napas tak sedap atau halitosis. Hal ini tentunya sangat mempengaruhi kehidupan sosial orang tersebut.
  • Iritasi atau kerusakan jaringan pada mulut.
  • Infeksi.
  • Kerusakan gigi. Orang yang mengalami mulut kering lebih berisiko mengalami kerusakan gigi.
  • Penyakit gusi.

Umumnya masalah mulut kering ini diakibatkan oleh faktor usia. Semakin tua seseorang maka semakin tinggi pula kemungkinan untuk mengalami mulut kering. meski begitu, beberapa penyakit seperti diabetes atau Parkinson juga bisa mengakibatkan penyakit ini.

Baca Juga  Jaringan Penguat

Demikianlah bahasan kita mengenai kelenjar saliva. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Kelenjar Saliva : Pengertian, Fungsi, Jenis & Strukturnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya