√ Lumut Tanduk : Pengertian, Ciri, Reproduksi dan Strukturnya Lengkap

Diposting pada

√ Lumut Tanduk : Pengertian, Ciri, Reproduksi dan Strukturnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang lumut tanduk. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Lumut Tanduk : Pengertian, Ciri, Reproduksi dan Strukturnya Lengkap
√ Lumut Tanduk : Pengertian, Ciri, Reproduksi dan Strukturnya Lengkap

 


 

Pengertian Lumut Tanduk

 

Lumut tanduk atau anthocerotopsida ialah anggota tumbuhan yang tidak berpembuluh dan tumbuhan berspora yang tergolong dalam superdivisi tumbuhan lumut atau Bryophyta. Tumbuhan ini dapat hidup melekat di atas tanah dengan perantara yaitu rizoidnya. Lumut tanduk memiliki talus yang sederhana dan hanya mempunyai 1 kloroplas pada tiap selnya. Di bagian bawah talus terdapat stoma dengan 2 sel penutup. Lumut tanduk dapat dijumpai hidup di tepi danau, sungai atau di sepanjang selokan.

Anthoserofita mirip dengan lumut hati. Perbedaan lumut tanduk dengan lumut hati ialah sporofitnya yang berjenis kapsul memanjang dengan gametofit seperti karpet yang lebar. Lumut tanduk berdasarkan asam nukleatnya mempunyai hubungan yang dekat dengan tumbuhan berpembuluh (trakeofita/tumbuhan vaskuler)

 


 

Ciri – Ciri Lumut Tanduk

 

  • Bangsa ini hanya ada beberapa marga yang termasuk dalam satu golongan saja, yaitu suku
  • Gametofit memiliki talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh
  • Sel-selnya hanya memiliki satu kloroplas dan hanya memiliki satu pirenoid besar
  • Pada bagian bawah talus ada stoma denga 2 sel penutup berbentuk ginjal.
  • Sel-sel yang tersusun oleh kaki sporogonium berbentuk sebagai rhizoid, terlekat pada talus gametofitnya.
  • Sporogonium tidak memiliki tangkai, tetapi mempunyai bentuk seperti tanduk, dan panjangnya 10-15 cm.
  • Berdasarkan asam nukleat lumut ini berkeluarga paling dekat dengan tumbuhan berpembuluh (vaskuler) dibandingkan dari kelas lain pada tumbuhan lumut
  • Tubuhnya mirip dengan lumut hati, akan tetapi berbeda pada sporofitnya. Sporofit di lumut ini membentuk seperti kapsul dan memanjang yang tumbuh seperti tanduk
  • Habitatnya pada daerah yang memiliki kelembaban cukup tinggi
  • Sepanjang poros sporogonium ada jaringan yg terdiri atas beberapa urutan sel mandul
  • Kolumela diselimuti oleh jaringan , yg kemudian menghasilkan spora
  • Arkespora juga dapat memproduksi sel-sel mandul yang disebut elatera
  • Keunikan lumut tanduk dibandingkan dengan lumut lain yaitu masaknya kapsul spora di bagian sporogonium tidak bersamaan, melainkan diawali dari atas dan berturut-turut sampai bagian bawah.
  • Dinding sporogonium memiliki stoma dengan 2 sel penutup
  • Anthocerotales terdiri dari 1 suku, yaitu Anthocerotaceae
Baca Juga  √ Insecta : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap

 


 

Reproduksi Lumut Tanduk

 

1. Reproduksi secara seksual

Reproduksi secara seksual dengan memproduksi sederet arkegonium dan anteridium dekat permukaan atas gametofit. Sama halnya pada lumut hati atau lumut daun, beberapa spesies lumut tanduk adalah  tumbuhan yang uniseksual, sedangkan yang lain merupakan tumbuhan yang biseksual. Anteridium Anthoceros bersifat unik, tunggal daan berkelompok tersembunyi dalam suatu ruangan yang bisa disebut ruang anteridium pada permukaan dorsal talus, demikian juga dengan arkegonium, terbenam pada talus yang berdaging. Sporofit lumut tanduk secara nyata mempunyai sejumlah stomata. Tidak memiliki seta atau tangkai dan tampak sebagai tanduk yang halus muncul melalui lapisan yang basal dari kaki dekat permukaan talus.

Secara seksual membentuk anteridium dan arkhegonium. Anteridium berkumpul pada suatu lekukan sisi atas talus arkegonium juga berkumpul pada suatu lekukan pada sisi atas talus. Zigot mula-mula membelah menjadi 2 sel pada suatu dinding pisah melintang. Sel diatas terus membelah yang merupakan sporogenium lalu diikuti oleh sel bagian bawah yang membelah terus-menerus membentuk kaki yang berguna sebagai alat penghisap, bila sporogenium masak maka akan pecah seperti buah polongan, memproduksi jaringan yang terdiri dari beberapa deretan sel-sel mandul yang dinamakan kolumila ini diselubungi oleh sel jaringan yang akan kemudian memproduksi spora, yang bisa disebut arkespora.

 

2. Reproduksi secara aseksual

Reproduksi lumut tanduk secara aseksual atau  reproduksi vegetatif dapat terjadi beberapa cara, yaitu :

  • Fragmentasi yaitu pemisahan lobus dari bagian utama talus. Sel-sel bagian basal dari talus yang sudah tua/mati dan hancur, dan apabila proses ini terjadi pada talus yang bercabang, maka akan menyebabkan lobus dari talus tersebut saling terpisah. Masing-masing lobus selanjutnya bisa tumbuh lagi menjadi individu yang baru.
  • Gemma atau kuncup. Para ahli lumut pernah menginformasikan adanya beberapa spesies Anthoceros yang bisa menghasilkan gemma yang melekat di tangkai yang pendek pada permukaan atas dan sepanjang tepi talus, contoh A. glandulosus dan A. formosae;
  • Tuber/umbi, ada banyak jenis lumut tanduk memiliki bentuk umbi kecil yang mempunyai keahlian untuk menjadi gametofit baru.
Baca Juga  √ Vitamin : Pengertian, Jenis, Sumber dan Fungsinya Lengkap

 


 

Struktur Tubuh Lumut Tanduk

 

Tubuh utama berupa gametofit yang memiliki talus yang berbentuk cakram dengan tepi bertoreh, biasanya melekat pada tanah dengan perantara-perantara rizoid-rizoid yang susunannya talus masih sangat sederhana, sel-selnya hanya memiliki suatu kloroplas dengan 1 pirunoid besar. Di sisi bawah talus ada stoma dengan 2 sel penutup berbentuk ginjal.
Sporofit umumnya sejenis kapsul yang berbentuk silender dengan panjangnya antara 5-6 cm. pangkal sporofitnya ini dibungkus oleh selubung dari jaringan gametofit.

 


 

Metagenesis Lumut Tanduk

 

Lumut tanduk juga bisa mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). fase sporofit dan fase gametofit akan terjadi secara bergiliran. Perkembangbiakan secara seksual, dengan cara membentuk arteridium dan arkhegonium. Anteridium berkumpul pada suatu lekukan pada sisi atas talus. Zigot mula-mula membelah menjadi 2 sel dengan satu dinding yang pisah melintang. Sel yang diatas terus membelah yang merupakan sporogonium, diikuti juga pada sel bagian bawah yang membelah dan membentuk kaki sporogonium. Bagi sporogonium kaki itu berguna sebagai alat penghisap, bila sporogonium masak akan pecah seperti buah polongan, memproduksi jaringan yang terdiri dari beberapa deretan sel-sel mandul yang bisa disebut kolumela. Kolumela ini diselubungi oleh jaringan yang kemudian dapat memproduksi spora, yang dapat disebut arkespora. secara aseksual pada pembentukan spora, fragmentasi, pembentukan kuncup.

 

 

 



Demikianlah bahasan kita mengenai lumut tanduk. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Lumut Tanduk : Pengertian, Ciri, Reproduksi dan Strukturnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya