√ Lumut Hati : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Reproduksinya Lengkap

Diposting pada

√ Lumut Hati : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Reproduksinya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang lumut hati. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Lumut Hati : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Reproduksinya Lengkap
√ Lumut Hati : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Reproduksinya Lengkap

 


 

Pengertian Lumut Hati

 

Marchantiophyta atau lumut hati banyak ditemui menempel di bebatuan, tanah, atau dinding tua yang lembab. Bentuk tubuhnya seperti lembaran bentuk hati dan banyak lekukan. Tubuhnya mempunyai struktur yang mirip seperti akar, batang, dan daun. Hal ini disebabkan oleh banyak yang menganggap kelompok lumut hati merupakan kelompok peralihan dari tumbuhan Thallophyta menuju Cormophyta. Lumut hati beranggota kurang lebih dari 6000 spesies.

 


 

Ciri – Ciri Lumut Hati

 

  • Tubuhnya berupa seperti talus dan berakar rhizoid.
  • Dapat ditemukan di tempat-tempat yang lembab.
  • Gametofitnya membentuk anteredium dan arkegonium yaitu seperti payung.
  • Berkembang biak dengan generativ (oogami) dan dengan vegetativ (fragmentasi, tunas, kuncup eram).
  • Tidak mempunyai jaringan meristematik, sampai sporofit pertumbuhannya terbatas.

 


 

Proses Metagenesis Lumut Hati

 

  • Karena di lumut hati, dan lumut pada umumnya lebih berpengaruh di fase gametofitnya mulai prosesnya pada fase gametofit yang haploid.
  • Spora yang bergerminasi nantinya akan tumbuh  menjadi protonema lumut hati (protononema ialah istilah untuk gametofit betina).
  • Protonema di lumut hati Marchantia polymorpha mempunyai 2 jenis yaitu protonema betina dan protonema jantan.
  • Lalu protonema tumbuh dewasa menjadi gametofit jantan dan gametofit betina.
  • Kemudian gametofit betina akan memiliki bentuk arkegoniofor dimana tempat arkegonium itu berada. Arkegoniofor ini mempunyai bentuk  seperti talus atau seperti kuncup pada lumut hati marchantia polymorpha.
  • Pada gametofit jantan juga akan terbentuk anteridiofor di tempat anteridium , berada di penghasil sperma.
  • Pada gametofit jantan yang menggunakan anteridium dapat menghasilkan sperma dengan cara mitosis dan sehingga dihasilkan sperma yang haploid.
  • Pada gametofit betina yang menggunakan arkegonium akan menghasilkan sel telur atau ovum yang bisa berdiam dalam kapsul arkegonium.
  • Kemudian sperma akan “berpindah” dan masuk ke arkegonium untuk dapat membuahi ovum (fertilisasi). Mekanisme yang dikerjakan oleh anteridium saat memindahkan sperma ke arkegonium yang berada di gametofit betina ialah dengan “menembakkan” air yang berisikan sperma ke udara sehingga  dapat mendekati gametofit betina dimana tempat arkegonium berada (Penelitian orang jepang)
  • Sperma lumut hati sendiri mempunyai 2 flagela yang menolongnya untuk “berenang” di dalam arkegonium saat membuahi ovum
  • Lalu sperma lumut hati membuahi ovum dan membentuk zigot yang bernama diploid, karena fungsi dari sperma ialah haploid dan ovum haploid juga.
  • Zigot yg berada di dalam arkegonium akan berkembang menjadi embrio dan tumbuh membentuk struktur dengan 3 daerah yaitu kaki atau foot sebagai tempat melekatnya sporofit ke gametofit, kapsul elips ialah tempat menghasilkan sel sel induk spora dan elater dan terakhir seta sebagai titik pertemuan antara foot dan kapsul tersebut.
  • Sel induk spora dalam kapsul tersebut akan membelah secara meiosis dan menghasilkan spora spora yang mempunyai kromosom atau haploid. Jadi sel-sel induk spora itu ialah diploid, kemudian mengalami proses meiosis I menjadi tetrad dan kemudian meiosis 2 mengalami pembentukan 4 sel spora yang haploid.
  • Tahap terakhir yaitu spora-spora tersebut akan tersembur keluar dengan sel elater ,kemudian akan di mulai siklusnya kembali membentuk organisme baru.
Baca Juga  Pengertian Konjungsi Temporal , Macam , Fungsi dan Contoh Terlengkap

 


 

Reproduksi Lumut Hati

 

1.Secara aseksual bisa menggunakan spora dan tunas.

2. Secara seksual yaitu contohnya marchanti

Anteredium terlihat di permukaan atas, bentuknya mirip seperti cakram. Dasar bunga betina sdikit melebar dan berbentuk payung, dengan cuping membentuk jari, yang berjumlah 9. Arkegonium tumbuh di alur-alur diantara cuping-cuping dengan leher sdikit menekuk kebawah. Anteredium akan merekah dan mengeluarkan sperma mengarah ke arkegonium, generasi sporofit dari telur yang sudah dibuahi (zigot). Lalu zigot membelah dan membentuk embrio (bentuk bola), bagian pangkal dari embrio memiliki bentuk seperti kaki dan masuk ke jaringan reseptakel.

Bagian terlebar dari janin yaitu membentuk kapsul yang dipsahkan dari bagian kaki oleh zona yang terdapat dari sel-sel yang disebut tangkai. Kapsul yang berisi sel-sel induk spora dan berkelompok yaitu benang-benang memanjang dengan dinding bagian dalam terpilih. Sesudah meiosis terbentuk tetraspora, tangkainya akan memanjang, arkegonium yang cukup melebar jadi memecah dan kapsul jadi terdorong kebawah. Kapsul lalu mengering dan terbuka lalu memancarkan spora, lepasnya spora dari kapsul akan dibantu oleh elater yang sifatnya higroskopik. Dampak mengeringnya kapsul, elater akan menggulung menjadi kering dan menggandakan gerakannya lalu sentakan yang melebar spora kearah udara.

 


 

Jenis – Jenis Lumut Hati

 

1. Ordo Marchantiales

Ciri –ciri dari Ordo Marchantiales :

  • Tergolong kedalam generasi Gametofit yang menyerupai talus sederhana.
  • Susunan anatomi dari talus ini memperlihatkan difrensiasi jaringan, ada ruang uadara dan juga poros.
  • Mempunyai Gametangium yang posisinya tenggelam didalam talus dan memiliki arkegonium yang terdiri dari 6 sel saluran leher.
  • Sporofit yang berada pada ordo ini terdiri dari satu kapsul saja atau terdiri dari kaki, seta dan kapsul.
Baca Juga  √ Hemoglobin : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Kadarnya Lengkap

 

2. Ordo Spaerocarpales

Ciri-ciri dari Ordo Spaerocarpales :

  • Tergolong kedalam generasi Gametofit yang berupa talus sederhana
  • Susunan anatomi dari talus ini tidak memperlihatkan difrensiasi jaringan, tidak mempunyai ruang udara dan juga poros.
  • Mempunyai Gametangium yang diselubungi oleh involukrum, serta arkegonium yang memiliki 6 sel saluran pada leher.
  • Sporofit yang berada pada ordo ini terdiri dari kaki, seta dan juga kapsul.

 

3. Ordo Jungermanniales

Ciri-ciri dari Ordo Jungermanniales :

  • Tergolong kedalam generasi Gametof yang berupa talus sederhana.
  • Mempunyai Arkegonium yang terselubungi oleh involukrum dan memiliki 5 sel saluran leher.
  • Sporofit yang berada pada ordo ini terdiri dari 1 kapsul saja atau terdiri dari kaki, seta dan kapsul.

 

4. Ordo Calobryales

Ciri –ciri dari Ordo Calobryales :

  • Suatu Gametangium yang tidak mempunyai batang dengan daun-daun yang tersusun di dalam 3 baris.
  • Gametangium yang terbentuk pada bagian ujung batang, serta arkegonium yang memiliki 4 sel saluran pada leher.
  • Sporofit yang berada pada ordo ini terdiri dari 1 kapsul saja.

 

 


 

Manfaat Lumut Hati bagi Manusia dan Tumbuhan

 

Lumut hati sudah melalui proses yang bisa dimanfaatkan sebagai tindakan pertolongan pertama apabila terkena bisa/racun ular. Tetapi sifatnya hanya sebagai pertolongan pertama untuk menetralisir racun, karena supaya pulih harus tetap membawa pasien ke dokter untuk dikeluarkan racun sepenuhnya yang berada di dalam tubuh. Lumut hati juga bisa mengobati jenis penyakit Hepatitis C, sebagai bahan obat antiseptic (obat luka), dan masih banyak manfaat lainnya yang terdapat pada lumut hati.

Sedangkan manfaat di tumbuhan dapat membantu proses fotosintesis  pertumbuhan tanaman di sekitarnya, lumut hati juga digunakan menjadi bahan pestisida karena mengandung antioksidan alami yang berfungsi melenyapkan hama-hama tanaman seperti virus, mikroba, maupun serangga sekalipun. Dan manfaat terakhir bagi lingkungan, lumut hati bisa dijadikan untuk menahan erosi.

Baca Juga  √ Kulit : Pengertian, Fungsi, Komponen dan Strukturnya Lengkap

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai lumut hati. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Lumut Hati : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Reproduksinya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya :