√ Paru-Paru : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Faktornya Lengkap

Diposting pada

√ Paru-Paru : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Faktornya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id. Kali ini kita akan membahas tentang paru-paru. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Paru-Paru : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Faktornya Lengkap
√ Paru-Paru : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Faktornya Lengkap

 


 

Pengertian Paru – Paru

 

Paru-paru ialah suatu organ pada sistem pernapasan dan berkaitan dengan sistem peredaran darah vertebrata yang bernapas dengan udara.

Manusia mempunyai 2 paru-paru yaitu paru-paru kanan dan kiri. Keduanya berada di dalam rongga dada. Paru-paru kanan lebih besar daripada yang kiri, sebab paru-paru kiri terletak dekat jantung. Kedua paru-paru beratnya sama-sama sekitar 1,3 kg, namun paru-paru kanan lebih berat.

Paru-paru termasuk bagian saluran pernapasan bawah yang dimulai di trakea dan bercabang ke dalam bronkus dan bronkiolus. Saluran ini menerima udara yang dihirup melalui zona konduksi. Zona konduksi berakhir di bronkiolus terminal.

 


 

Fungsi Paru-Paru

 

  • Sebagai Alat Respirasi

Manusia bernapas dengan cara menghirup udara dengan hidung lalu mengalir melewati tenggorokan. Setelah sampai di alveoli, udara tersebut disaring menjadi oksigen dan dihembuskan berupa karbondioksida yang merupakan limbah udara.

 

  • Sebagai Pelindung Organ Lain

Sebagai pelindung organ tubuh lain yaitu hati. Posisi hati berada di bawah dua sisi paru-paru sehingga terlindung dari guncangan.

 

  • Sebagai Pengendali pH Darah

Paru-paru bisa berperan sebagai pengaruh kadar asam dan basa dalam darah. Ukuran pH darah yang tidak seimbang bisa mengganggu kerja organ tubuh. Namun, dengan adanya paru-paru yang berfungsi dengan benar, pH darah menjadi normal yaitu berkisar antara 7,35 sampai 7,45.

Sebaliknya, apabila fungsi paru-paru tidak berjalan dengan semestinya, akan terjadi asidosis respiratorik dan alkalosis respiratorik yang merupakan kondisi tidak seimbangnya pH darah manusia.

 

  • Sebagai Siliaris Eskalator

Sebagai pelindung terhadap infeksi yang dibawa dengan udara yang masuk bersamaan ke dalam tubuh. Segala kandungan berbahaya seperti debu dan bakteri akan terperangkap dalam lapisan lendir yang terletak di permukaan mukosa saluran pernapasan.

Baca Juga  √ Jaringan Tumbuhan : Pengertian, Struktur dan Sifatnya Lengkap

 

  • Fungsi Lain Paru-paru Manusia

Berfungsi untuk menyaring gumpalan darah yang terbentuk dalam pembuluh darah vena. Dan juga, paru-paru memiliki fungsi menyediakan aliran udara untuk menciptakan suara vokal.

 


 

Struktur Paru – Paru

 

  • Bronkus

Bronkus bercabang batang yang menghubungkan paru-paru kiri dan paru-paru kanan serta ke trakea. Bronkial terdiri atas tulang rawan dan lapisan mukosa serta otot polos. Cartilage berguna sebagai kerangka bronkial lapisan mukosa menghasilkan lendir untuk menjebak partikel asing tang masuk ke paru-paru dan otot polos memungkinkan kita untuk bernapas secara otomatis tanpa disadari.

 

  • Bronkiolus

Bronkiolus merupakan cabang bronkus yang bermuara di alveoli. Struktur bronkus tidak mempunyai tulang rawan, silia dan akhirnya terdiri dari bersilia berbentuk kubus jaringan epitel.

 

  • Alveolus

Alveoli yang mana pertukaran oksigen serta karbon dioksida menyebar. Struktur alveolar terdiri dari membran tipis serta ada banyak kapiler darah. Dalam alveolar rilis darah karbon dioksida ke udara dan mengambil oksigen dari udara.

 

  • Pleura

Pleura ialah selaput yang melapisi paru-paru. Struktur kantong seperti ini juga halus dan licin. Fungsi pleura ialah untuk mengurangi gesekan ketika paru-paru mengembang atau mengempis.

 

  • Diafragma

Diafragma ialah serat otot yang membentuk perbatasan antara rongga dada dan rongga perut. Diafragma juga berperan penting dalam proses pernapasan perut. Diafragma terdiri dari otot dan pembuluh darah serta saraf yang disebut saraf frenikus.

 

  • Trakea (Tenggorokan)

Trakea merupakan tabung panjang sekitar 5 inci yang menghubungkan laring ke bronkus. Trakea terdiri atas tulang rawan hialin yang berbentuk seperti huruf C dan dilapisi oleh epitel bersilia. Fungsi trakea sendiri sebagai saluran pernapasan.

 


 

Faktor yang Mempengaruhi Fungsi Paru

 

  • Usia

Kekuatan otot maksimal pada usia 20-40 tahun dan dapat berkurang sebanyak 20% setelah usia 40 tahun. Selama proses penuan terjadi penurunan elastisitas alveoli, penebalan kelenjar bronkial, penurunan kapasitas paru.

 

  • Jenis kelamin

Fungsi ventilasi pada laki-laki lebih tinggi 20-25% dari dibandingkan wanita, karena ukuran anatomi paru laki-laki lebih besar dibandingkan wanita. Dan juga, kegiatan laki-laki lebih tinggi sehingga pernapasan dan compliance paru sudah cekatan.

 

  • Tinggi badan dan berat badan

Tinggi dan berat badan seseorang berpengaruh pafa fungsi paru paru sebab seseorang yang mempunyai tubuh tinggi dan besar, peranan ventilasi parunya lebih tinggi daripada orang yang mempunyai tubuh kecil pendek

Baca Juga  √ Gurindam : Pengertian , Ciri , Jenis dan Contohnya Lengkap

 


 

Cara Kerja Paru – Paru

 

  • Oksigen yang masuk melewati rongga hidung atau mulut akan masuk ke dalam saluran paru-paru melalui bronkus.

 

  • Di dalam paru-paru, oksigen akan menyebar masuk menuju dalam kapiler darah yang banyak di alveolus. Alveolus sendiri merupakan percabangan dari bronkiolus dan tempat proses pertukaran gas oksigen dengan karbon dioksida.

 

  • Oksigen yang sudah masuk ke dalam kapiler darah kemudian akan diikat oleh hemoglobin yang ada dalam sel darah merah. Selanjutnya oksigen akan diedarkan ke seluruh tubuh dan dibawa masuk ke dalam sel guna membantu dalam proses metabolisme tubuh dalam menciptakan energi. Energi yang dihasilkan berupa ATP ( Adenosin Tripospat). ATP ialah bentuk energi yang sangat sederhana yang bisa digunakan oleh tubuh.

 

  • Karbon dioksida sebagai sisa pernapasan akan dibawa menuju jantung dan selanjutnya dibawa ke paru-paru lewat kapiler vena dan sesudah itu paru-paru akan membawa karbondioksida keluar dari tubuh lewat jalan yang sama ketika udara atau oksigen masuk.

 


 

Cara Menjaga Kesehatan Paru-Paru

 

  • Berhenti merokok, merokok ialah penyebab utama penyakit paru-paru, seperti kanker paru dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Selain berhenti merokok, hindari juga paparan asap rokok. Sebab perokok pasif yang menghirup asap rokok mempunyai risiko penyakit yang sama dengan perokok aktif.

 

  • Mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, Risiko terkontaminasi virus dan bakteri bisa dicegah dengan mencuci tangan setiap sebelum makan, sesudah makan dan sesudah buang air.

 

  • Menghindari polusi udara dan menjaga kebersihan udara, Polusi udara bisa mengakibatkan iritasi hingga menghancurkan jaringan paru-paru. Bahkan pada tingkatan yang rendah bisa berdampak pada masalah bagi kesehatan.

 

  • Rutin berolahraga, Melakukan kegiatan fisik (seperti berolahraga) secara rutin minimal 30 menit setiap hari bisa menjaga kesehatan paru-paru, menjaga kestabilan emosi, dan membantu mengelola stres.

 


 

Jenis Penyakit Paru – Paru

 

1. Asma

Penyakit yang menyerang pada saluran pernafasan ini umumnya ditandai dengan sesak nafas yang bisa datang dan pergi sewaktu-waktu. Saat penderita menghirup alergen tertentu seperti asap rokok, polusi udara, jamur, debu, dan bahan kimia lainnya, maka dapat membuat saluran nafasnya yang sensitif bereaksi sehingga menyempit. Keadaan ini membuat sedikit saja udara yang masuk dan keluar dari paru-paru sehingga menjadi susah bernafas.

Baca Juga  √ Tulang Rawan : Pengertian, Jenis, Komponen dan Fungsinya Lengkap

Di samping sesak nafas, ciri-ciri penyakit paru-paru asma lainnya adalah muncul bunyi mencuit (mengi) saat bernafas, batuk, nafas pendek hingga dada terasa sesak. Dibandingkan laki-laki, wanita rentan terkena asma. Mengenai hal ini, para ahli belum dapat memastikan penyebabnya.

 

2. COPD

COPD (Chronic Obstructive pulmonary disease) merupakan penyakit paru-paru yang mengarah pada bronkitis kronis dan emfisema. Gangguan ini membatasi sirkulasi udara dari dan ke paru-paru ini seringkali muncul bersamaan. Dan biasanya, COPD akan semakin memburuk seiring berjalannya waktu.

Penderita COPD mengalami radang pada saluran bronkialnya yang mengakibatkan semakin banyak saja jumlah sel yang menghasilkan lendir. Saat produksi lendir meningkat, maka penderitanya bisa batuk-batuk. Dan dalam waktu yang berkelanjutan, iritasi tersebut juga membuat dinding saluran pernafasan menebal sehingga timbul bekas luka. Menebalnya saluran pernafasan ini yang menjadi penghambat keluar-masuknya udara sehingga memicu COPD.

Gejala penyakit paru-paru COPD antara lain:

  • Batuk berkepanjangan disertai banyaknya dahak
  • Nafas pendek, khususnya apabila melakukan aktivitas yang melibatkan fisik
  • Timbul bunyi mencuit (mengi) saat bernafas
    Dada terasa sesak

 

3. Kanker paru-paru

Kanker paru-paru dapat timbul karena adanya sel abnormal yang berkembang di luar kendali pada organ tersebut. Bila tak segera diobati, sel kanker di paru-paru ini juga dapat menyebar dan menginfeksi organ tubuh lainnya. Kanker paru-paru dibagi menjadi 2 jenis, yaitu yang menyebar dengan cepat, dan yang tidak.

Gejala penyakit paru-paru akibat kanker biasanya meliputi:

  • Batuk yang tak kunjung sembuh (malah memburuk)
  • Gangguan pernafasan
  • Batuk darah
  • Sakit dada
  • Timbul bunyi mencuit
  • Paru-paru basah yang kambuh-kambuhan
  • Mudah lelah
  • Hilangnya nafsu makan
  • Berat badan turun drastis

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai paru-paru. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Paru-Paru : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Faktornya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya