√ Hati : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Jenis Penyakitnya Lengkap

Diposting pada

√ Hati : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Jenis Penyakitnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id. Kali ini kita akan membahas tentang hati. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Hati : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Jenis Penyakitnya Lengkap
√ Hati : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Jenis Penyakitnya Lengkap

 


 

Pengertian Hati

 

Hati ialah kelenjar terbesar di dalam tubuh, berada dalam rongga perut sebelah kanan, tepatnya di bawah diafragma. Dan berdasarkan fungsinya, hati juga tergolong sebagai alat ekskresi. Sebab hati mendukung didalam fungsi ginjal yaitu dengan memecah beberapa senyawa yang memiliki sifat racun dan menghasilkan amonia, urea, dan asam urat dengan menggunakan nitrogen dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati dinamakan proses detoksifikasi.

 

 


Struktur Hati

 

1.Lobus kanan

Lobus kanan ialah bagian terbesar di hati yang mempunyai ukuran 5 sampai 6 kali lebih besar daripada lobus kiri.

 

2.Lobus kiri

Lobus kiri ialah bagian hati yang mempunyai bentuk lebih runcing dan kecil ketimbang lobus kanan. Lobus kiri dan kanan dipisahkan oleh ligamen falciform.

 

3.Lobus kaudatus

Lobus kaudatus memiliki ukuran lebih kecil dibanding lobus kanan dan kiri, posisinya memanjang dari sisi belakang lobus kanan dan membungkus pembuluh darah balik utama (vena cava inferior).

 

4.Lobus kuadrat

Lobus kuadrat letaknya berada lebih rendah dari lobus kaudatus dan terletak dari sisi belakang lobus kanan sampai membungkus kantong empedu. Lobus kuadrat dan kaudatus jarang terlihat pada gambar anatomi karena letaknya yang berada di belakang lobus kiri dan kanan.

Baca Juga  √ Hewan Aves : Pengertian, Struktur dan Klasifikasinya Lengkap

 

5.Vena Sentralis

Pada bagian tengah setiap lobules, vena nantinya bersatu menjadi vena yang besar yaitu vena hepatika dan mengarah ke dalam vena kava interior.

 

6.Lakuna

Lakuna merupakan ruangan yang memisahkan antara satu lobulus dengan lobulus lainnya.

 

7.Diafragma

Diafragma merupakan jaringan otot yang memisahkan dada dari perut

 

8.Arteri Hepatika

Sebuah arteri yang berfungsi dalam mendistribusikan darah ke hati, pankreas dari empedu serta lambung bagian duodenum dari usus halus.

 

Struktur internal hati tersusun dari sekitar 100.000 sel hati yang berbentuk heksagonal dan dikenal dengan nama lobulus. Lobulus tersusun atas pembuluh darah pusat yang dikelilingi dengan 6 pembuluh darah vena hepatik dan 6 arteri hepatik. Pembuluh darah ini dihubungkan oleh banyak saluran pembuluh darah kecil yang berbelok-belok yang dinamait sinusoid. Sinusoid sendiri memiliki 2 jenis sel utama yaitu :

  • Sel kupffer ialah sel yang berasal dari jaringan sel darah putih dan berfungsi untuk menghancurkan zat asing atau sel-sel mati. Di dalam organ hati, sel kuppfer ini bertugas untuk menangkap dan memecah sel darah merah yang sudah tua dan meneruskannya ke sel hepatosit.
  • Sel hepatositialah sel yang melapisi sinusoid dan membentuk sebagian besar sel di hati. Hepatosit berperan penting karena melakukan sebagian besar fungsi hati, yakni pencernaan, metabolisme, penyimpanan dan produksi empedu.

 

 


Fungsi Hati

 

  • Berfungsi sebagai vaskular, yaitu sebagai penyimpanan dan penyaringan darah.
  • Berfungsi sebagai sekresi, yaitu untuk memproduksi urea dan garam empedu kemudian mengalir melalui saluran (duktus) ke saluran pencernaan.
  • Berfungsi sebagai metabolisme, yaitu fungsi hati untuk metabolisme karbohidrat, protein, lemak, dan berbagai komponen tubuh lainnya.
  • Berfungai tempat penyimpanan, yaitu hati dapat menyimpan lemak, glikogen, vitamin, dan zat besi yang ingin dikeluarkan saat tubuh memerlukannya.
  • Berfungsi sebagai Penawar Racun, yaitu apabila mengkonsumsi makanan atau minuman yang mengandung racun, maka hati akan mengubah komponen racun tersebut supaya dapat dikeluarkan dari tubuh.
  • Berfungsi untuk menghasilkan zat yang bisa melarutkan lemak. Hati dapat memproduksi sekitar 0,5 – 1 liter cairan empedu pada tiap hari. Cairan empedu tersebut akan melarutkan lemak yang ada didalam usus.
Baca Juga  √ Ginjal : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

 

 


Jenis Penyakit Hati

 

  • Hepatitis

Hepatitis merupakan penyakit yang dapat dilihat dari timbulnya sel radang di dalam jaringan tissue hati. Ciri-ciri penyakit hepatitis ialah membuat penderitanya mengalami rasa lelah, adanya atau muncul warna kuning di mata dan tubuh manusia, dan juga nafsu makan menurun.

 

  • Cirrhosis

Cirrhosis merupakan penyakit yang berkembang dalam jangka yang lama dimana jaringan tissue yang sehat menjadi luka serta mencegah hati untuk berfungsi secara normal. Jaringan tissue yang terluka tersebut kemudian menahan suplai darah ke hati yang pada akhirnya bisa menghambat penyerapan nutrisi, hormon, protein & zat-zat yang lain yang diproduksi hati.

 

  • Kanker hati

Kanker hati disebabkan oleh cirrhosis, alkohol, atau hepatitis. Kanker hati ini merupakan salah satu kanker yang umum. Sebab, pada tahun 2013 terdapat 643.000 kematian yang disebabkan oleh kanker hepatitis serta 92.000 kematian yang disebabkan karena alkohol.

 

  • Ascites

Ascites adalah pengumpulan/penimbulan cairan berwarna kuning yang merupakan racun yang berada di dalam hati. Ascites dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati dan kanker.

 

  • Hematochromatosis

Penumpukan besi yang berada dalam organ parenchymal sebab hati tidak dapat untuk menetralisir racun sehingga tubuh akan keracunan.

 


Cara Merawat Organ Hati

 

  • Imunisasi sejak dini

Hepatitis, sebuah jenis peradangan hati, dapat dicegah dengan memberikan imunisasi sedini mungkin.

 

  • Minum air yang banyak

Air dapat membantu menghilangkan racun dan melakukan proses penyerapan terhadap nutrisi penting. Meminum air dengan jumlah yang dibutuhkan juga dapat membantu menghilangkan efek samping selama pengobatan atau terapi.

 

  • Makan makanan bergizi

Pengaturan makanan, baik dalam jenis maupun jumlah yang tepat, akan membantu hati untuk mengatur metabolisme dengan baik. Selain itu, dapat mempermudah kerja hati. Fatty liver atau perlemakan hati dapat terjadi sebab tidak mengatur jumlah lemak dan karbohidrat yang dimakan.

Baca Juga  √ Sistem Ekskresi Pada Manusia dan Penjelasannya Lengkap

 

  • Hindari alkohol

Alkohol dapat mengakibatkan pengerutan hati atau sirosis. Dalam waktu yang berkelanjutan, alkohol juga bisa menimbulkan kanker hati.

 


 

 

Demikianlah bahasan kita mengenai hati. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Hati : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Jenis Penyakitnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya