√ Ginjal : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

Diposting pada

√ Ginjal : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id. Kali ini kita akan membahas tentang ginjal. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

√ Ginjal : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap
√ Ginjal : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap

 


 

Pengertian Ginjal

 

Ginjal merupakan 2 organ yang berbentuk seperti kacang merah yang berada di sisi kiri dan kanan tubuh manusia. Letak ginjal berada di rongga perut masing-masing di setiap sisi tulang belakang, dan berada pada posisi retroperitoneal pada sudut yang sedikit miring. Posisi kedua ginjal asimetri karena posisi hati, sehingga ginjal kanan lebih rendah dan berukuran lebih kecil dari pada ginjal kiri, dan berada sedikit lebih ke tengah daripada ginjal kiri.

Ginjal kiri berada pada tingkat tulang belakang T12 hngga L3, sedangkan ginjal kanan sedikit lebih rendah. Ginjal kanan berada persis di bawah diafragma dan posterior hati.

Ginjal kiri berada di bawah diafragma dan posterior limpa. Di atas setiap ginjal terdapat kelenjar adrenalin. Bagian atas ginjal sebagian dinaungi oleh tulang rusuk ke-11 dan ke-12. Bagian besar ginjal kanan bersebelahan dengan hati. Setiap ginjal dan kelenjar adrenal dikelilingi dengan 2 lapisan lemak yaitu lemak perirenal dan lemak pararenal.

 


 

Struktur Ginjal

 

1. Korteks Ginjal

Korteks merupakan bagian terluar dari ginjal yang memiliki fungsi sebagai tempat terjadinya filtrasi dan ultafiltrasi. Di dalam korteks terdapat nefron yag membuat permukaan ginjal lebih luas.

 

2. Medula Ginjal

Medula ginjal merupakan bagian yang memiliki bentuk kerucut menyerupai piramida. Satu ginjal terdiri dari 8 – 12 piramida. Pada medula ada beberapa saluran seperti tubulus kolektivus, lengkung henle, dan tubulus kontortus. Fungsi medula ginjal sendiri untuk menyerap zat nutrisi yang masih dapat digunakan dari hasil saringan korteks ginjal.

 

3. Pelvis Ginjal

Pelvis atau rongga ginjal merupakan bagian dari ureter yang melebar. Pelvis merupakan tempat pengumpulan urin sementara sebelum urin tersebut menuju ke organ eksresi selanjutnya.

Baca Juga  √ Hati : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Jenis Penyakitnya Lengkap



4. Pembuluh Darah Ginjal

Ginjal mempunyai arteri dan vena utama. Sama halnya pada organ lain, arteri memiliki fungsi untuk membawa darah bersih yang berisikan oksigen dan nutrisi.

 

5. Nefron

Nefron merupakan struktur terpenting dari ginjal. Nefron memiliki sebagai unit penyaringan darah dan untuk menghasilkan urin. Manusia mempunyai 2 jenis nefron, yaitu nefron kortikal memiliki lengkung henle yang pendek, sedangkan nefron jukstamedularis memiliki lengkung henle yang lebih panjang. 80 persen nefron yang ada di ginjal manusia ialah nefron kortikal, sedangkan 20 persen lainnya adalah nefron jukstamedularis. Nefron terdiri dari beberapa bagian utama :

  • Badan malphigi, merupakan bagian nefron ginjal yang terdiri dari glomerulus dan kapsula bowman. Fungsi badan malpigi adalah sebagai tempat dimana terdapatnya alat penyaringan darah.
  • Glomerulus, merupakan struktur yang berfungsi sebagai tempat penyaringan darah untuk menyaring air, asam amino, garam, urea dan glukosa. Hasil dari saringan glomerulus disebut urin primer.
  • Kapsula Bowman, merupakan organ berbentuk seperti kapsul yang membungkus glomelurus. Fungsi Kapsula bowman adalah untuk mengumpulkan cairan hasil penyaringan glomerulus.
  • Tubulus Kontortus Proksimal, merupakan tempat penyerapan kembali (reabsorbsi) urin primer. Hasil dari penyaringan tubulus kontortus proksimal disebut urin sekunder. Urin sekunder ini mengandung kadar urea yang tinggi.
  • Lengkung Henle, saluran setengah lingkaran yang mengaitkan antara tubulus kontortus proksimal dengan tubulus kontortus distal. Lengkung Henle menjaga supaya urin tidak kembali pada organ yang sudah dilewatinya.
  • Tubulus kontortus distal, merupakan tempat untuk melepaskan zat tidak bermanfaat atau berlebihan dalam urin sekunder. Proses yang dikerjakan oleh tubulus kontortus distal dinamai proses augmentasi. Hasil dari cairan yang telah melewati tubulus kontortus distal adalah urin yang sesungguhnya.
  • Tubulus Kolektivus, merupakan saluran sempit yang panjang, berfungsi untuk menampung urin sementara di dalam nefron sebelum disalurkan ke pelvis ginjal.

 


 

Fungsi Ginjal

 

  • Menyaring dan membersihkan darah

Menyaring dan membersihkan darah merupakan cara kerja dari nefron. Apabila darah tidak dibersihkan, maka banyak racun di dalamnya yang dapat membahayakan tubuh.

 

  • Mengatur volume darah

Ginjal bisa melakukan pengaturan volume darah dan juga mengatur kandungan zat terlarut di dalam darah agar selalu seimbang. Tubuh bisa mengalami kekeringan atau banyak cairan yang akan terkumpul di dalam tubuh akibat tidak dapat terbuang.

Baca Juga  √ Pembuluh Darah : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 

  • Mendaur Ulang Air, Mineral, Glukosa dan Gizi

Nefron akan menyerap kembali zat-zat yang terlarut dalam darah namun masih dibutuhkan oleh tubuh sehingga terdapat suatu kepastian bahwa zat yang nantinya terbuang benar-benar sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh lagi. Akan tetapi jika kandungan zat-zat tersebut di dalam tubuh sudah melebihi ambang batas yang dibutuhkan, maka ginjal akan meloloskannya (membuangnya).

 

  • Mengatur Keseimbangan Kandungan Kimia Darah

Ginjal dapat mengatur kandungan kimia dalam darah seperti kadar garam, kalium, urea atau zat kimia lainnya agar tetap seimbang. Bila tidak, maka tubuh dapat keracunan bahkan bisa merambah berat kerja organ lain seperti jantung.

 

  • Menjaga Darah agar Tidak Terlalu Asam

Salah satu fungsi ginjal yang tak kalah pentingnya yaitu mengatur kadar pH dalam darah.

 

  • Penghasil hormon

Hormon yang dihasilkan yaitu hormon eritroprotein yang berfungsi untuk merangsang peningkatan laju pembentukan sel darah merah oleh sumsum tulang.

 

  • Mengatur keseimbangan

Ginjal berfungsi untuk mengatur keseimbangan osmotik dan mempertahankan keseimbangan ion dalam plasma.

 


 


Cara Kerja Ginjal

 

Setiap ginjal terdiri dari sekitar 1 juta unit penyaringan yang disebut nefron. Setiap nefron menyaring sejumlah kecil darah.

Nefron tergolong sebagai filter, yang disebut glomerulus, dan tubulus. Nefron bereaksi melalui proses 2 langkah. Glomerulus memungkinkan cairan dan produk limbah melewatinya. Hal ini untuk mencegah sel darah dan molekul besar, kebanyakan protein, maupun lewat saja

Cairan yang disaring akan melewati tubulus, yang mengirim kemudian mineral yang dibutuhkan kembali ke aliran darah dan membuang limbah.

Produk akhir dari seluruh proses ini ialah urin.

 


 

Jenis Penyakit Ginjal

 

  • Infeksi ginjal : terjadi jika bakteri dari kandung kemih meluas kemudian naik menuju ke salah satu atau kedua ginjal.
  • Batu ginjal : garam dan mineral yang mestinya disaring oleh ginjal namun ternyata mengeras dan tertimbun dalam ginjal sehingga terbentuk batu ginjal. Hal ini umumnya terjadi sebab urine yang terlalu pekat, sehingga garam dan mineral mengkristal.
  • Penyakit ginjal polikistik : penyakit keturunan berupa timbulnya kista (kantong berisi cairan) yang berkelompok di dalam ginjal. Penyakit ginjal polikistik tidak ganas, tetapi dapat berdampak pada penurunan fungsi ginjal.
  • Gagal ginjal akut : keadaan dimana ginjal tidak bisa berfungsi normal secara mendadak.
  • Penyakit ginjal kronis : yaitu penurunan fungsi ginjal yang bertahan selama 3 bulan. Keadaan ini ditandai dengan gejala, seperti sesak napas, mual, dan kelelahan.
Baca Juga  √ Pembuluh Balik (Vena) : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Strukturnya Lengkap

 

Gejala Penyakit Ginjal

  • Terjadi pembengkakan di pergelangan kaki dan sekitar mata.
  • Mengalami mual, muntah, kehilangan nafsu makan, dan penurunan berat badan.
  • Volume urine dan frekuensi buang air kecil jadi berkurang.
  • Urine berbusa.
  • Merasakan lelah dan sesak napas.
  • Mempunyai kulit kering dan terasa gatal.
  • Terjadi kram otot, terutama di tungkai.
  • Susah tidur.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Gangguan irama jantung.
  • Penurunan kesadaran.
  • Pada gagal ginjal akut dapat terlihat tanda dehidrasi.
  • Nyeri punggung bawah dan urine bercampur darah dapat terjadi pada penderita batu ginjal, penyakit ginjal polikistik, dan infeksi ginjal.
  • Pada penderita infeksi ginjal dan batu ginjal dapat timbul keluhan demam dan menggigil.

 


 

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

 

  • Mengonsumsi makanan yang sehat

Dapat membantu menjaga kesehatan ginjal. Pastikan makanan yang akan konsumsi kaya akan mineral dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh.

 

  • Minum cukup air mineral

Apabila tidak cukup minum, ginjal tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Untuk mengetahui apakah tubuh terhidrasi dengan baik, perhatikan warna urine. Apabila urine berwarna pekat, berarti tubuh membutuhkan lebih banyak air.

 

  • Jauhi minuman beralkohol dan rokok

Terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol dan merokok dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal. Meskipun tidak berdampak secara langsung, namun minuman beralkohol dan rokok bisa mengakibatkan tekanan darah tinggi dan hipertensi yang menjadi salah satu penyebab penyakit ginjal.

 

  • Menjaga berat badan

Meningkatnya berat badan dapat meningkatkan tekanan darah yang berbahaya bagi ginjal dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai ginjal. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Ginjal : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Cara Kerjanya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya