√ Siklus Fosfor : Pengertian, Proses dan Peranannya Lengkap

Diposting pada

√ Siklus Fosfor : Pengertian, Proses dan Peranannya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang siklus fosfor. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Daur Fosfor : Pengertian, Proses dan Peranannya Lengkap
√ Siklus Fosfor : Pengertian, Proses dan Peranannya Lengkap

 


 

Pengertian Siklus Fosfor

 

Siklus fosfor merupakan suatu proses perubahan fosfat anorganik menjadi fosfat organik lalu kembali lagi menjadi fosfat anorganik secara terus-menerus tanpa jeda.

Komponen fosfor ini bisa dijumpai dalam bentuk sebagai komponen pembentukan tulang dan gigi vertebrata. Fosfor juga merupakan komponen penting dalam membran sel, transfer energi pada respirasi sel dan asam nukleat.

Pada alam, fosfor memiliki dua bentuk senyawa, yaitu :

  • Senyawa fosfat organik

Senyawa fosfat organik ialah senyawa yang terkandung dalam kandungan makhluk hidup seperti hewan, manusia dan tumbuhan

 

  • Senyawa fosfat anorganik

Senyawa fosfat anorganik ialah senyawa fosfat yang ada dalam benda mati dalam suatu lingkungan seperti : tanah, batu dan air.

Atom fosfor merupakan salah satu dasar bagi ATP atau Adenosine Tri Phospat dengan menggunakan energi tinggi yang dipergunakan untuk respirasi seluler dan fotosintesis. Fosfor merupakan salah satu mineral penyusus gigi dan tulang, dan juga merupakan nutrisi yang sangat penting yang dibutuhkan oleh seluruh makhluk hidup.

 


 


Ketersediaan Fosfor

 

Sebagian besar fosfor terkunci dalam sedimen dan bebatuan, maka tidak tersedia bagi tumbuhan untuk dipergunakan. Banyak fosfor di dalam tanah juga tidak tersuguh untuk tanaman. Ketersediaan fosfor dalam tanah untuk tanaman disesuaikan pada beberapa jalur yang dapat dipulihkan:

  • Bakteri : Bakteri mengubah fosfat yang ada di tanaman menjadi bentuk organik yang selanjutnya tidak tersedia bagi tumbuhan. Walaupun bakteri lain membuat fosfat tersedia dengan mineralisasi, kontribusinya kecil.
  • Adsorpsi : Fosfor anorganik (dan tersedia) bisa terikat secara kimia (teradsorpsi) ke partikel tanah, membuatnya tidak tersedia bagi tanaman. Desorpsi ialah pelepasan fosfor teradsorpsi dari kondisi terikat ke dalam larutan tanah.
  • pH : Senyawa fosfor anorganik dibutuhkan larut agar bisa diambil oleh tanaman. Ini tergantung pada tingkat keasaman (pH) tanah. Apabila tanah kurang dari pH 4 atau lebih besar dari pH 8, fosfor mulai terikat dengan senyawa lain, sehingga kurang tersedia untuk tumbuhan.
Baca Juga  √ Nematoda : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Sistem Organnya Lengkap

Banyak tanaman memerlukan lebih banyak fosfor daripada dilarutkan dalam tanah supaya tumbuh optimal. Selain itu, tanaman biasanya dipanen dan dihilangkan, tidak meninggalkan vegetasi yang membusuk untuk menggantikan fosfor. Oleh sebab itu, petani mengisi kembali ‘kolam’ fosfor dengan menambahkan pupuk atau limbah untuk menggantikan fosfor yang diambil oleh tanaman.

 


 


Proses Siklus Fosfor

 

Siklus fosfor ialah proses perputaran fosfor melalui 5 tahapan dan berjalan lambat di alam. Berikut adalah proses siklus fosfor yang terjadi:

 

  • Pelapukan Batuan

Siklus fosfor diawali dari sumber utama fosfor yang dijumpai dalam batuan melalui proses pelapukan. Pelapukan tersebut secara alami dipengaruhi dengan faktor cuaca, hujan dan erosi sehingga menyebabkan fosfor berpindah ke tanah. Pada saat batuan yang mengandung fosfor terkena air hujan, maka akan melepaskan ion fosfat dan mineral lainnya.

 

  • Penyerapan Oleh Tanaman dan Hewan

Fosfat yang sudah terkandung dalam tanah akan digunakan oleh tumbuhan, jamur, dan mikroorganisme sekitarnya. Sementara pada hewan herbivora dan manusia, akan menyerap fosfor yang terkandung pada tanaman ketika mengonsumsinya. Pada hewan karnivora, fosfor akan didapat pada saat hewan tersebut memangsa hewan karnivora.

 

  • Dekomposisi

Berikutnya fosfor akan kembali ke alam atau lingkungan melalui proses penguraian atau dekomposisi. Fosfat yang sudah masuk dalam tanaman atau hewan akan diurai oleh dekomposer saat tanaman atau hewan tersebut mati, maka fosfat organik akan kembali ke tanah atau air.

 

Proses daur fosfat dilanjutkan oleh peran bakteri dalam tanah yang akan memecah bahan organik menjadi bentuk fosfat yang bisa diserap tanaman. Proses ini dinamai dengan mineralisasi.
Fosfor yang terkandung dalam air akan terus berkelanjutan siklusnya sampai menjadi sedimen dan mengarah ke lautan.

Baca Juga  √ Hikayat : Pengertian , Ciri , Jenis , Unsur dan Contoh Lengkap

 


 

Peranan Siklus Fosfor

 

  • Tanaman dan hewan membutuhkan fosfor sebagai nutrisi penting,  namun merupakan nutrisi pembatas bagi organisme akuatik.
  • Beberapa molekul kehidupan terdiri atas fosfor penting mempertahankannya.
  • Sebagian besar fosfor yang digunakan untuk membuat pupuk.
  • Pelapukan batuan dan mineral melepaskan fosfor ke lingkungan yang diambil dengan tanaman dan diolah menjadi senyawa organik.
  • Fosfat secara biologis penting dikarenakan merupakan komponen nukleotida dan asam nukleat seperti DNA dan RNA.
  • Merupakan bagian dari molekul penyimpanan energi meliputi ATP, ADP, GDP, dll
  • Bentuk heliks ganda DNA hanya mungkin sebab molekul fosfat membentuk ester fosfat sebagai jembatan yang mengikat double heliks.
  • Fosfor dijumpai dalam tulang dengan bentuk kalsium fosfat.
  • Hal ini juga ada dalam enamel gigi mamalia, dalam eksoskeleton serangga.
  • Hal ini juga ada dalam bentuk fosfolipid yang dijumpai dalam semua membran biologis.
  • Fosfor juga berguna dalam menjaga homeostasis asam basa dalam tubuh manusia bertindak sebagai agen penyangga.
  • Penting untuk reaksi metabolisme guna membebaskan energi.
  • Dibutuhkan untuk mengkodekan informasi gen.

 


 


Sifat Unsur Fosfor

 

  • Sifat Fisika

Fosfor terkadang tidak berwarna, dapat juga berwarna merah atau putih dengan wujud unsur yang sama. Unsur ini mempunyai titik didih sebesar 2770C (5500K) dan titik leleh sebesar 44,20C (317,30K). Massa jenis yang dimiliki terdiri atas fosfor merah (2,34 g/cm3), fosfor putih (1,823 g/cm3) , dan fosfor hitam (2,609 g/cm3).

Saat murni berubah menjadi tak berwarna dan trasparan biasanya fosfor membentuk padatan putih dengan sifat lengket dan mempunyai bau tidak enak. Fosfor putih lebih mudah menguap dan larut dalam pelarut nonpolar benzena, sedangkan fosfor merah tidak mudah larut dalam semua pelarut.

Baca Juga  √ Plastida : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 

  • Sifat Kimia

Fosfor putih mempunyai sifat sangat reaktif, mudah terbakar di udara, beracun, dan sanggup memancarkan cahaya. gunanya ialah bahan baku utama pembuatan asam fosfat di industri. Fosfor merah sebaliknya, mempunyai sifat tidak reaktif dan kurang beracun. Fungsinya, fosfor merah ialah bahan campuran pembuatan bidang gesek korek api dan pasir halus.

 


 


Dampak Siklus Fosfor

 

  • Dampak manusia terhadap siklus fosfor bermula dari pengenalan pupuk sintetis.
  • Fosfat dapat dijumpai di dalam sedimen air yang berada pada bawah badan air.
  • Mungkin untuk tanaman tidak dapat menggunakan fosfat dengan bentuk berupa pupuk. Mayoritas nutrisi yang ada akan hilang lewat air yang lepas.
  • Apabila pupuk kandang diterapkan pada tanah beku, maka mayoritas akan hilang selama mencairnya musim semi.
  • Eutrofikasi perairan pantai serta perairan laut yang mengarah terhadap mekar ganggang bisa terjadi sebab fosfat mempunyai konsentrasi yang tinggi dalam sistem air.
  • Sumber lainnya dari fosfat yang terjadi akibat kegiatan manusia yaitu aliran yang keluar dari tanaman limbah.
  • Di dalam aplikasi pakan besar tertentu bisa menyebabkan fosfat menjadi berlebihan masuk ke sungai.
  • Jumlah dari fosfat yang memasuki bagian badan air nantinya akan bertambah apabila fosfat dari kotoran yang tidak dibuang tersebut tidak dilakukan perawatan.

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai siklus fosfor. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Siklus Fosfor : Pengertian, Proses dan Peranannya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya