√ Respirasi Anaerob : Pengertian ,Ciri dan Tahapannya Lengkap

Diposting pada

√ Respirasi Anaerob : Pengertian ,Ciri dan Tahapannya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang respirasi anaerob. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

√ Respirasi Anaerob : Pengertian ,Ciri dan Tahapannya Lengkap
√ Respirasi Anaerob : Pengertian ,Ciri dan Tahapannya Lengkap

 

 


 

Pengertian Respirasi Anaerob

 

Respirasi anaerob Ialah respirasi yang menggunakan akseptor elektron selain oksigen molekuler (O 2 ). Walaupun oksigen bukan akseptor elektron terakhir, proses ini dengan menggunakan rantai transpor elektron pernapasan.

Pada organisme aerobik saat mengalami respirasi, elektron dipindahkan ke rantai transpor elektron , dan akseptor elektron terakhir itu ialah Oksigen. Oksigen molekuler ialah zat yang mengoksidasi dan akseptor elektron yang sangat baik. Dalam anaerob , zat pengoksidasi lain yaitu seperti Sulphate (SO 4 2 4 ), Nitrate (NO 3 – ), Sulphur (S), atau Fumarate yang digunakan. Akseptor elektron terminal ini mempunyai potensi reduksi lebih kecil dari O 2 , yang berarti lebih sedikit energi yang dibuang per molekul teroksidasi. Oleh karena itu respirasi anaerob kurang efisien dari pada aerob.

 


 

Ciri – Ciri Respirasi Anaerob

 

  • Jika tidak ada gas O2, sel tidak memiliki akseptor alternatif untuk memproduksi ATP, sehingga elektron yang didapatkan dari glikolisis diangkut oleh senyawa organik.
  • Sistem pada poin sebelumnya dapat disebut fermentasi alkohol, dimana sistem ini dikerjakan oleh ragi dengan cara melepaskan gugus gas CO2 dari piruvat melalui dekarboksilasi serta memproduksi molekul 2 karbon asetaldehida.
  • Asetaldehida ini lalu menerima elektron dari NADH, dengan begitu akan berubah menjadi etanol.
  • Fermentasi alkohol dikerjakan oleh tumbuhan.
  • Fermentasi asam laktat dikerjakan oleh sel hewan melalui cara mentransfer elektron dari NADH lalu kembali ke piruvat.
Baca Juga  √ Siklus Calvin : Pengertian, Fungsi dan Tahapannya Lengkap

 


 

Bakteri Anaerob

 

Bakteri anaerob ialah bakteri yang tidak memerlukan oksigen untuk hidupnya. Bakteri anerob terbagi menjadi 2 yaitu bakteri anaerob fakultatif dan bakteri anaerob obligat.

 

  • Bakteri anaerob fakultatif

 

Bakteri anaerob fakultatif ialah bakteri yang bisa hidup dengan baik, menggunakan oksigen atau tanpa oksigen. Contoh dari bakteri anaerbo fakultatif ialah Streptococcus, Aerobacter aerogenes, Escherichia coli, Lactobacillus, Alcaligenesis.

 

  • Bakteri anaerob obligat

 

Bakteri anaerob obligat ialah bakteri yang tidak memerlukan oksigen dalam hidupnya. Jika ada oksigen maka bakteri tersebut akan mati. Contoh dari bakteri anaerob obligat ialah Prevotella melaninogenica (mengakibatkan abses pada rongga mulut dan faring), Clostridium tetani (mengakibatkan kejang otot), Peptostreptococcus (mengakibatkan abses otak dan abses saluran kelamin wanita), Methanobacterium (memproduksi gas metana), dan Bacteroides fragilis (mengakibatkan abses atau tumpukan nanah di usus).

 

Contoh Bakteri Anaerob

Berikut ini ada beberapa contoh bakteri anaerob, antara lain yaitu :

  • Clostridium tetani (anaerob obligat)

bakteri Gram positif,bisa membentuk spora, dan berbentuk drumstick. Bakteri ini mengakibatkan penyakit Tetanus , akibat infeksi melalui berbagai cara, yakni : luka tusuk, patah tulang terbuka, luka bakar, pembedahan, penyuntikan, gigitan binatang, aborsi, melahirkan atau luka pemotongan umbilicus.

 

  • Microccocus denitrificans (anaerob obligat)

Bakteri Mesofil, bakteri yang hidup dan tumbuhnya di suhu sekitar 15°-55°C, dengan suhuoptimum 25°- 40°C,mengakibatkan proses denitrifikasi (karena oksigen dalam tanah yang berkurang) yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan pada akhirnya menjadi amoniak yang tidak bisa dimanfaatkan oleh tumbuhan. Kerugiaaannya ialah memecah nitrat menjadi nitrogen sampai mengurangi kesuburan tanah.

 

  • Clostridium botulinum (anaerob obligat)

bakteri memiliki bentuk satu batang (tungal) , Gram-positif, dapat memiliki bentuk spora(Sporanya yang tahan akan panas dan bisa bertahan hidup dalam makanan dengan pemrosesan yang kurang baik atau tidak benar), dan bisa memproduksi racun syaraf yang kuat, bakteri tersebut bisa tumbuh dalam makanan dan memproduksi racun botulinin yang bisaa mengakibatkan keracunan pada makanan.

Baca Juga  √ Hewan Aves : Pengertian, Struktur dan Klasifikasinya Lengkap

 

  • Shigella (anaerobfakultatif)

genus Gram-negatif, mengakibatkan penyakit disentri, Infeksi Shigella melalui proses saat menelan (makanan/minuman yang terkontaminasi oleh bakteri) atau melalui teknik seksual tertentu yang menggunakan lidah dan anus. Gejalanya ialah : diare, demam, mual, muntah, kram perut, perut kembung, dan sembelit.

 

  • Staphylococcus pyogenes

Bentuk coccus, mempunyai kapsul formasi staphylae, tidak dapat berbentuk spora, gram positif, tidak bergerak, mengeluarkan exotoxin, yang tahan terhadap pengaruh buruk dari luar.

 


 

Perbedaan Respirasi Aerob dan Anaerob

 

Respirasi Anaerob dan Aerob memiliki beberapa perbedaan seperti berikut. Perbedaan pada respiraasi aerob dan respirasi anaerob yaitu :

  • Sistem respirasi aerob terjadi di dalam matriks mitokondria sedangkan pada proses respirasi anaerob terjadi secara langsung di dalam sitoplasma.
  • Tujuan respirasi aerob yakni untuk memisahkan senyawa organik ke an-organik sedangkan respirasi anaerob bertujuan untuk mengurangi senyawa organik
  • Pada sistem respirasi aerob memproduksi energi dalam jumlah yang besar yaitu 36 ATP, sedangkan pada respirasi anaerob memproduksi energi tapi dalam jumlah yang sedikit yakni 2 ATP

 


 

Tahapan Respirasi Anaerob

 

1.Fermentasi Alkohol

Sistem ini terjadi di beberapa mikroorganisme seperti jamur (ragi), dimana tahapan glikolisis sama yang terjadi pada respirasi aerob. Beberapa organisme seperti khamir (Saccharomyces cereviceace) melakukan fermentasi yaitu  alkohol. Organisme ini merubah glukosa melalui fermentasi menjadi alkohol (etanol).

Sesudah terbentuk asam piruvat (hasil akhir glikolisis), asam piruvat mengalami proses dekarboksilasi (sebuah molekul CO2 dilepaskan) dan dikatalisis oleh enzim ,alkohol dehidrogenase menjadi etanol atau alkohol dan terjadi degradasi molekul NADH menjadi NAD+ serta melepaskan energi/kalor.
Sistem ini dikatakan sebagai “pemborosan” karena sebagian besar energi yang terkandung dalam molekul glukosa masih tersimpan di dalam alkohol. Itulah kenapa alkohol/etanol bisa digunakan sebagai bahan bakar. Fermentasi alkohol di mikroorganisme merupakan proses yang berbahaya bila konsentrasi etanolnya sangat tinggi. Secara sederhana, reaksi fermentasi alkohol ditulis :

Baca Juga  √ Badan Golgi : Pengertian, Fungsi dan Strukturnya Lengkap

2CH3COCOOH ———-> 2CH3CH2OH + 2CO2 + 28 kkal

asam piruvat etanol/alkohol

 

2. Fermentasi Asam Laktat

Di dalam sel hewan (juga manusia) terutama pada sel-sel otot yang bekerja keras , energi yang berada tidaklah seimbang dengan kecepatan, pemanfaatan energi karena kandungan O2 yang tersedia tidak mencukupi untuk kegiatan respirasi aerob (reaksi yang memerlukan oksigen).

Sistem fermentasi asam laktat diawali dari lintasan glikolisis yang menghasilkan asam piruvat. Karena tidak adanya oksigen maka asam piruvat akan mengalami degradasi molekul (secara anaerob) dan dikatalisis oleh enzim asam laktat dehidrogenase dan direduksi oleh NADH untuk memproduksi energi dan asam laktat. reaksi fermentasi asam laktat ditulis sebagai berikut.

2CH3COCOOH ———-> 2CH3CHOHCOOH + 47 kka

asam piruvat asam laktat

 

 



Demikianlah bahasan kita mengenai respirasi anaerob. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √Respirasi Anaerob : Pengertian ,Ciri dan Tahapannya Lengkap . Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya :