√ Pembuluh Darah Kapiler : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap

Diposting pada

√ Pembuluh Darah Kapiler : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang pembuluh darah kapiler. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Pembuluh Darah Kapiler : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap
√ Pembuluh Darah Kapiler : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 


 

Pengertian Pembuluh Darah Kapiler

 

Pembuluh darah kapiler ialah pembuluh darah terkecil di tubuh, Memiliki diameter 5-10 μm, yang menghubungkan arteriola dan venula, dan memungkinkan pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, serta nutrien dan zat kimia sampah antara darah dan jaringan di sekitarnya.

Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan menyempit ke arteriola, lalu masih bercabang lagi menjadi kapiler. Sesudah terjadinya perfusi jaringan, kapiler bergabung dan melebar menjadi vena, yang mengembalikan darah ke jantung.

Dinding kapiler merupakan endotel selapis tipis sehingga gas dan molekul seperti oksigen, air, protein, dan lemak bisa mengalir melewatinya dengan dipengaruhi oleh gradien osmotik dan hidrostatik.

 


 

Ciri – Ciri Pembuluh Darah Kapiler

 

  • Sebagai tempat bertemunya antara cabang pembuluh nadi (arteri) dan pembuluh balik (Vena)
  • Memiliki diameter sekitar 5 – 10 mikrometer
  • Pertama kali diperkenalkan oleh Ibnu An Nafis yang lalu diteliti lebih lanjut oleh Marcello Malpighi
  • Sebagai tempat berlangsungnya pertukaran gas dan molekul dari darah dengan jaringan yang membutuhkan
  • Tersusun atas selapis sel endotel yang tersusun sangat erat
  • Memiliki sifat selective permeable (Hanya dapat dilewati oleh komponen tertentu)
  • Memiliki 3 jenis, Continous Kapiler, Fenestrated Kapiler dan Sinusoidal kapiler
Baca Juga  √ Pembuluh Darah : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 


 

Fungsi Pembuluh Darah Kapiler

 

  • Sebagai tempat bertemunya antara arteriola dan venula.
  • Tempat pertukaran molekul dan gas dari darah dan jaringan sekitar.
  • Penyerapan nutrisi pada usus.
  • Penyerapan sekret dari kelenjar.
  • Filtrasi (Penyaringan) darah pada ginjal.
  • Membuang komponen yang tak dibutuhkan oleh jaringan.

 


 

Struktur Pembuluh Darah Kapiler

 

Pembuluh darah kapiler terbentuk dari jaringan yang rapat dan langsung bersambungan dengan sel dalam tubuh. Dalam tubuh manusia yang sehat mempunyai sekitar 5 miliar pembuluh kapiler. Pembuluh darah kapiler tidak memiliki katub, bercabang dan terdiri atas selapis sel. Pembuluh darah kapiler mempunyai saluran yang sangat sempit.

Dinding pembuluh darah kapiler terdiri dari selapis endotel tipis yang tersusun berhimpitan. Perpindahan gas dan molekuler dari kapiler ke jaringan disekitarnya dipengaruhi oleh tekanan osmotik dan hidrostati. Dinding pembuluh darah kapiler bersifat selective permeable, yaitu hanya komponen tertentu saja yang dibolehkan untuk melewati dinding tersebut.

Darah yang berasal dari arteriola merupaka darah bersih yang mengandung oksigen (O2) dan nutrien. Apabila sudah sampai di kapiler, maka akan terjadi pertukaran gas dan molekul, kemudian darah yang mengandung karbondioksida (CO2) dan komponen lain yang tidak penting akan dialirkan melalui venula.

 


 


Cara Kerja Pembuluh Darah Kapiler

 

Pembuluh darah kapiler mempunyai fungsi untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Cara kerja pembuluh darah ini dimulai dari sistem peredaran darah yang mengalir dari jantung menuju paru-paru. Darah ini melepaskan sisa matabolisme berupa karbondioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis.

Sesudah itu darah dibawa kembali ke jantung lewat vena pulmonalis, ketika darah ke jantung, lalu darah dialirkan ke seluruh tubuh. Pada saat darah dialirkan ke seluruh tubuh ini lah, pembuluh darah kapiler baru dapat bekerja.

Baca Juga  Pengertian Majas , Jenis , Beserta Contohnya Secara Lengkap

Saat darah yang berasal dari peredaran darah jantung maka tekanan darah tersebut dalam keadaan yang kurang. Dengan demikian, untuk meningkatkan tekanan darah supaya darah yang sudah sampai di jantung bisa kembali lagi maka dibutuhkan adanya tekanan darah dari bagian bawah tubuh.

Adanya aliran darah yang mengalir ke atas jantung ini melawan daya tarik bumi. Lalu darah yang kembali dari seluruh tubuh menuju jantung melewati saluran pembuluh darah vena cava superior dan vena cafa inferior.

 


 


Jenis – Jenis Pembuluh Darah Kapiler

 

1. Continuous Kapiler (Kapiler Kontinu)

Continuous Kapiler merupakan salah satu jenis kapiler dengan susunan sel endotel yang sangat erat sehingga hanya dapat dilewati oleh molekul kecil dan ion tertentu. Jenis kapiler ini dijumpai pada sistem saraf pusat, otot rangka dan kulit.

 

2. Fenestrated Kapiler

Suatu jenis kapiler yang memiliki bukaan seperti pori – pori diantara sel endotelnya. Diameter pori – pori tersebut sekitar 60 – 80 nanometer.

Kapiler ini bisa dilalui oleh beberapa molekul dan protein. Umumnya dijumpai pada sistem endokrind alam tubuh.

 

3. Sinusoidal Kapiler

Sinusoidal kapiler yakni sebuah jenis lkapiler yang memiliki pori – pori besar diantara sel sel endotelnya. Diameter pori tersebut ialah 30 – 40 mikrometer.

Sinusoidal kapiler bisa dilalui oleh sel darah merah, sel darah putih dan berbagai jenis protein. Kapiler sinusoidal umumnya dijumpai di sumsum tulang, kelenjar adrenal dan nodus limfoid.

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai pembuluh darah kapiler. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Pembuluh Darah Kapiler : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga  Pengertian Abstrak , Jenis , Fungsi dan Unsur Secara Lengkap

Baca Juga Artikel Lainnya