√ Alveolus : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap

Diposting pada

√ Alveolus : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang alveolus. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Alveolus : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap
√ Alveolus : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap

 


 

Pengertian Alveolus

 

Alveolus merupakan suatu bagian yang mempunyai bentuk yang berlubang, letak alveolus ini berada pada Gian parenkim paru-paru yang tergolong ujung dari saluran pernapasan, pada ke-2 sisi ini menjadi tempat pertukaran udara dengan darah. Alveolus sendiri juga merupakan gelembung-gelembung yang diisi oleh udara yang bermula dari dalam paru-paru, jumlah udara ini sendiri kisarab 300 juta buag. Sementara itu bentuk zaman Alveolus sendiri ialah alveoli.

Gelembung-gelembung yang berada pada Alveolus tersebut mengandung kapiler darah yang terdapat pada dindingnya yang tipis, dan juga pembuluh kapiler darah mengelilingi setiap gelembung,  Alveolus ini nantinya akan terjadi pertukaran oksigen (O2) yang berasal dari udara ke sel sel Alveolus darah yang ada di dalam tubuh serta pertukaran oksigen (O2) dari sel-sel darah di dalam tubuh melaju ke udara bebas. Sehingga Alveolus merupakan kantung yang mempunyai dinding tipis yang ada di ujung saluran udara terkecil yang dinamakan bronkiolus yang berada di dalam paru-paru yang berisi udara.

Alveolus sendiri ialah anatomi yang hanya dimiliki oleh mamalia termasuk masusia karena sistem pertukaran gas yang terkandung pada vertebrata mempunyai struktur yang tak sama. Membrane Alveolus adalah tempat untuk terjadinya pertukaran gas. Darah dari seluruh tubuh yang kaya akan karbondioksida akan dipompa naik ke dalam pembuluh darah ,alveolaris di mana melalui difusi, menyerap oksigen (O2) dan melepaskan karbon dioksida (CO2)

Baca Juga  √ Slogan : Pengertian, Contoh, Ciri, Tujuan dan Macam Secara Lengkap

Sebuah Alveolus bisa mampu mencapai diameter sekitar 200 hingga 300 mikrometer sehingga keberadaannya sering menjadi permukaan paru-paru semakin luas, di mana luas permukaan paru-paru kurang lebih mencapai 160 M2 atau kisaran 100 kali lebih luas dari permukaan tubuh.

 


 

Ciri – Ciri Alveolus

 

  • Memiliki bentuk bola-bola mungil yang jumlahnya sekitar kurang lebih 700 juta di setiap paru-paru.
  • Berdinding tipis dan lembap
  • Hanya dilapisi oleh satu lapis sel epitel (agar mempermudah proses difusi oksigen)

 


 

Fungsi Alveolus

 

1.Sebagai Tempat dari Pertukaran Gas

Pertukaran gas yang terdapat didalam paru-paru yaitu bersifat difusi pasif, selama proses pertukaran gas ini berlangsung, sel-sel yang terdapat organ tersebut tidak memerlukan energi untuk dibakar.

Berikut ini ialah mekanisme yang terjadinya pertukaran gas dari alveolus ke kapiler darah. Tahapan kerja yang akan berlangsung dalam pertukaran gas dari alveolus ke kapiler darah adalah:

  • Oksigen (O2) yang ada didalam sebuah alveolus melakukan difusi untuk melewati dinding alveolus dan kemudian akan melewati dinding kapiler darah yang menyelubungi alveolus.

 

  • O2 yang masuk ke dalam pembuluh darah, selanjutnya akan dilakukan proses pengikatan yang dikerjakan oleh hemoglobin (zat merah yang ada pada darah) yang memiliki kandungan di dalam sel-sel darah merah yang akan menghasilkan oksihemoglobin (HbO2).

 

  • Lalu ,Darah akan menyalurkan oksigen ke seluruh organ tubuh, di dalam sel-sel tubuh, O2 ini selanjutnya akan dipakai pada proses oksidasi (dibebaskan kembali sehingga oksihemoglobin itu akan berubah menjadi sebuah hemoglobin kembali).

Kadar oksigen yang bisa masuk ke dalam tubuh kita setiap harinya bisa mencapai sekitar 300 liter oksigen.yang Sebagian besar dari senyawa tersebut akan dibawa  oleh hemoglobin yang ada pada sel darah merah, dan hanya sekitar 2 – 3% saja yang bisa larut di dalam plasma darah.

 

 

2.Tempat Pertukaran gas dari kapiler darah menuju ke alveolus

Dalam kondisi normal, tubuh manusia bisa menghasilkan karbondioksida yaitu sekitar 200 cc perharinya, dimana hanya sekitar 4,3 cc saja yang bisa larut kedalam tiap seliter darah. Hal inilah yang menyebabkan terbentuknya asam karbonat (H2CO2) yang bisa menjadikan Ph didalam darah menjadi asam. Untuk menetralisir keasaman dari ph tersebut, maka sangat dibutuahkan ion Na+ dan juga ion K+.

Baca Juga  √ Hewan Reptil : Pengertian, Ciri, Struktur dan Sistem Organnya Lengkap

Lalu, karbondioksida akan dibebaskan kembali kedalam paru-paru melalui sebuah aliran darah. Pada tahapan ini, pemusatan dari karbondioksida dan asam karbonat menjadi teruraikan, yaitu asam dari karbonat ini kemudian akan terurai menjadi air dan juga karbondioksida kembali. kadar dari CO2 yang dilepaskan darah kembali ke paru-paru yaitu sekitar 10% dan sisanya berguna untuk menjaga keasaman dari ph darah yaitu dalam bentuk bikarbonat (HCO3-).

Berikut ini merupakan alur dari proses pertukaran gas:

  • CO2 (karbondioksida)yang telah diikat oleh hemoglobin kemudian akan dibawa kembali  ke paru-paru
  • Setelah sampai di Alveolus yang berada pada bronkiolus didalam paru-paru , CO2 (karbondioksida)ini akan melewati dinding pembuluh darah dan dinding alveolus.
  • Dari sini kemudian, CO2 (karbondioksida) akan menuju ke tenggorokan lalu selanjutnya ke lubang hidung untuk mengalami proses pembuangan udara.

 

 

3.Tempat Penyimpan udara didalam tubuh untuk sementara waktu

Sebagai tempat penyimpanan udara dalam sementara waktu yang kemudian akan memungkinkan penyerapan udara yang berisi oksigen (O2) tersebut ke dalam darah.

Alveolus juga merupakan struktur anatomi tubuh yang bisa ditemukan pada sebuah bronkiolus yang terletak di dalam paru-paru. Fungsi dari struktur anatomi ini bermula ketika kita sedang bernafas atau menghirup udara melalui rongga hidung.

Udara yang berisi oksigen (O2) yang masuk kedalam tubuh ini nantinya akan diserap oleh darah melalui kapiler dan selanjutnya akan disebarkan ke seluruh sistem peredaran darah kedalam tubuh manusia.

 


 

Struktur Alveolus

 

Berdasarkan susunannya, Alveoli ini terdiri dari jaringan epitel yang terbentuk pada lapisan dan matrik ekstraseluler yang dikelilingi oleh kapiler.

Adapun fungsi dari Lapisan epitel itu yakni bekerja agar dapat mempermudah dalam pengikatan oksigen yang terdapat dari udara dalam rongga alveolus dan diproses oleh darah di dalam kapiler darah.

Baca Juga  √  Teks Berita : Pengertian , Ciri , Jenis , Kaidah dan Contohnya Lengkap

Lalu yang terdapat diantara alveoli pada dinding alveolar yakni pori-pori atau dalam istilah lain pori-pori kohn. Tetapi selain itu juga yang terkandung pada alveoli ini ialah beberapa serat elastis dan serat kolagen.

Saat ketika langsungnya proses inhalasi, alveoli akan dipenuhi oleh udara. Maka adanya serat yang fleksibel yang ada didalam alveoli membuatnya meregang.

Dalam kata lain, yaitu pada saat sedang bernafas serat elastis tersebut memungkinkan terjadinya ekspansi di alveoli, dan untuk kolagen memberikan ketegasan dinding alveoli.

 


 

Bagian – Bagian Alveolus

 

  • Skuamosa alveolar (tipe I) ialah suatu sel-sel yang mengolah struktur alveolar
  • Sel Alveolar besar (tipe II) ialah suatu sel berguna mensekresikan surfaktan dan membantu meminimalisir daya. Tetapi bukan hanya itu saja sel alveolar besar juga berfungsi penuh dalam membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi pada endotelium dari alveolus.
  • Sel epitel skuamosa ialah suatu sel yang mempunyai tugas dalam pembentukan kapiler lalu selanjutnya pada kapiler tersebut digunkan dalam pelarutan gas. Maka dalam penyususnan tersebut mencakup 70% dari daerah tersebut.

Tetapi ada juga sel makrofag, yang merupakan suatu sel yang bisa mempermudah dalam penghancuran bakteri ataupun semua kotoran yang hinggap ditubuh melalu nafas. Maka, sel ini kerap dihubungkan dengan sistem kekebalan tubuh.

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai alveolus. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Alveolus : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya