√ Antibodi : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Sifatnya Lengkap

Diposting pada

√ Antibodi : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Sifatnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang antibodi. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Antibodi : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Sifatnya Lengkap
√ Antibodi : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Sifatnya Lengkap

 


 

Pengertian Antibodi

 

Antibodi merupakan suatu glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresikan oleh sel B yang sudah teraktivasi menjadi sel plasma, sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut.

Secara sederhana, antibodi ialah zat yang terbentuk dalam darah untuk menghancurkan bakteri atau virus, atau untuk memusnahkan racun yang diproduksi oleh suatu bakteri. Sistem imunitas manusia ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi guna melawan antigen.

Antibodi bisa dijumpai pada darah atau kelenjar tubuh vertebrata lainnya, dan digunakan oleh sistem kekebalan tubuh untuk mengidentifikasikan dan menetralisasikan benda asing seperti bakteri dan virus. Molekul antibodi berputar di dalam pembuluh darah dan memasuki jaringan tubuh melalui proses peradangan. Mereka terbentuk dari sedikit struktur dasar yang dinamai rantai. Tiap antibodi mempunyai dua rantai berat besar dan dua rantai ringan.

 


 

Fungsi Antibodi

 

Antibodi mempunyai kemampuan dalam mengenali dan melekat kepada antigen yang dapat menyebabkan penyakit pada tubuh. Dalam mengenali dan melekat dengan antigen, zat antibodi selalu berperangai sebagai penanda lalu kwa mengirimkan sinyal pada sel darah putih yang lain untuk menyerang zat asing tadi.

 


 


Jenis – Jenis Antibodi

 

  • Imunoglobulin G

Merupakan antibodi yang paling berlimpah dalam sirkulasi. Terbanyak dalam serum (75%).  Antibodi ini dengan mudah melalui dinding pembuluh darah dan memasuki cairan jaringan. IgG juga dapat menembus plasenta dan memberikan kekebalan pasif untuk ibu ke janin.

Baca Juga  √ Interjeksi ( Kata Seru ) : Pengertian , Ciri , Jenis dan Contohnya Lengkap

IgG melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan toksin yang berpusar dalam darah dan limfa, dan memicu kerja sistem komplemen. Memiliki sifat opsonin berhubungan erat dengan fagosit, monosit dan makrofag. Berfungsi dalam imunitas seluler yang bisa merusak antigen seluler berinteraksi dengan komplemen, sel K, eosinofil dan neutrofil.

 

  • Imunoglobulin A

IgA dihasilkan paling banyak dalam bentuk 2 monomer Y (suatu dimer) oleh sel-sel yang berada berlimpah pada membran mukosa.
Jumlah dalam serum sedikit. Banyak terdapat dalam saluran nafas, cerna, kemih, air mata, keringat, ludah dan air susu.
Fungsi utama dari IgA ini ialah untuk mencegah pertautan virus dan
bakteri ke permukaan epitelium. Dan juga berperan dalam menetralkan toksin dan virus, mencegah kontak antara toksin/ virus dengan sel sasaran dan mengumpalkan/ mengganggu gerak kuman yang memudahkan fagositosis.

 

  • Imunoglobulin M

Immunoglobin M merupakan antibodi yang disintesis pertama kali dalam stimulus antigen. Konsentasinya dalam darah menurun secara cepat. Hal ini diagnostik bermanfaat sebab adanya IgM umumnya menunjukan adanya infeksi baru oleh patogen yang mengakibatkan pembentukannya.

Sintesis imunoglobin M dilakukan oleh fetus waktu intrauterin. Dikarenakan tidak bisa melawan plasenta, maka IgM pada bayi yang baru lahir menunjukkan tanda-tanda infeksi intrauterin.
Fungsinya guna menghalangi gerakan mikroorganisme antigen, memudahkan fagositosis dan Aglutinosis kuat terhadap antigen.

 

  • Imunoglobulin E

Antibodi IgE memiliki ukuran sedikit besar dibandingkan dengan molekul IgG dan hanya mewakili sebagian kecil dari total antibodi dalam darah. Ig E disekresikan oleh sel plasma di kulit, mukosa juga tonsil. 

Apabila bagian ujung IgE terpicu oleh antigen, akan menyebabkan sel melepaskan histamin yang menyebabkan peradangan dan reaksi alergi. Mudah diikat dengan sel mastosit, basofil dan eosinofil. Kadar tinggi pada kasus: alergi, infeksi cacing, skistosomiasis, trikinosis. Proteksi terhadap invasi parasit seperti cacing.

 

  • Imunoglobulin D

Sedikit dijumpai pada sirkulasi. Antibodi IgD tidak mengaktifkan sistem komplemen dan tidak menembus plasenta. IgD terutama dijumpai pada permukaan sel B, yang kemungkinan berfungsi sebagai suatu reseptor antigen yang dibutuhkan untuk memulai diferensiasi sel-sel B menjadi sel plasma dan sel B memori. Tidak bisa mengikat komplemen. Mempunyai kegiatan antibodi terhadap  makanan dan autoantigen.

Baca Juga  √ Otot Jantung : Pengertian, Struktur, Ciri dan Fungsinya Lengkap

 


 


Reaksi Antigen dengan Antibodi

 

Reaksi yang berlangsung pada antigen dan antibodi akan terjadi apabila berada zat kuman atau bakteri (antigen) yang masuk ke dalam tubuh. Mulanya, saat terdapat zat asing masuk, maka monosit akan langsung menyerang zat tersebut dengan bantuan neutrophil.

Selanjutnya monosit yang sudah membunuh zat tersebut langsung mengantarkannya ke limfosit B untuk didata dan dibuatkan antibodi untuk jenis zat asing yang sudah mati tersebut.

Sesudah antibodi terbentuk, maka giliran limfosit T yang akan berperang untuk memastikan antibodi tersebut sudah tertanam pada permukaan sel-sel tubuh.

Pada saat terdapat zat asing baru masuk, dibutuhkan waktu 10 – 14 hari supaya antibodi zat itu benar-benar terbentuk. Antibodi bisa ditemukan dalam darah, dan cairan nonseluler. Tiap-tiap antigen yang terbentuk pasti mempunyai kesesuaian dengan zat asing (antigen) yang sempurna. Tempat menempelnya antigen pada antibodi dinamakan dengan variabel, sementara tempat melekatnya antibodi pada antigen dinamakan epitope.

 


 

Sifat – Sifat Antibodi

 

  • Dibentuk didalam Reticuloendothelial System (RES) seperti sumsum tulang, kelenjar limfe, hati, dan lain-lain sesuai dengan tempat pembentukan sel darah putih.
  • Bersifat tidak tahan terhadap sinar matahari (thermolabil). Oleh sebab itu, zat Antibodi yang sudah dibekukan harus disimpan di dalam lemari pendingin dan juga tidak terkena cahaya matahari secara langsung.
  • Dapat direaksikan pada antigen secara spesifik, ibarat kunci dengan gembok.
  • Dapat larut dalam darah (sel plasma)
  • Terdiri dari suatu zat yang menempel pada gammaglobulin

Selain itu, terdapat juga beberapa sifat antibodi apabila dinilai dari cara kerja masing-masing jenis antibodi tersebut, adapun sifat antibodi diantaranya yaitu:

 

  • Presipirin

Antibodi yang bersifat presipirin akan bereaksi dengan mengendapkan zat-zat asing seperti bakteri, virus dan lain-lain.

 

  • Lisin

Antibodi yang bersifat lisin akan bereaksi dengan menghancurkan zat-zat asing yang masuk.

 

  • Opsonin

Sifat opsonin yang dimiliki antibodi mempunyai arti bahwa antibodi tersebut dapat merangsang serangan leukosit terhadap antigen yang masuk

Baca Juga  √ Antigen : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Jenisnya Lengkap

 

  • Aglutinin

Aglutinin ialah sifat antibodi yang bereaksi dengan menggumpalkan antigen, aglutinogen, dan zat-zat asing lainnya.

 


 


Struktur Dasar Antibodi

 

Untuk strukturnya antibodi ini memiliki struktur dasar yakni molekul protein yang memiliki bentuk seperti huruf Y dan memiliki 2 rantai polipeptida berat serta juga 2 rantai polipeptida ringan. Masing-masing dari antibodi mempunyai rantai atas yang fungsinya untuk bisa mengikat daripada antigen.

Dengan rantai tersebut, antibodi tersebut dapat mengikatkan diri sendiri ke tubuh antigen. Sementara untuk rantai bawah antibodi fungsinya ialah untuk menentukan bagaimana antibodi tersebut bisa berhubungan dengan antigen. Rantai ini menjadikan antibodi yang dapat mengatur serta juga memberi rangsangan respon imun yang tepat.

 


 


Cara Kerja Antibodi

 

  • Penetralan

Antibodi menetralkan racun atau toksin yang diproduksi oleh bakteri “antigen” dan menjadikannya tidak berbahaya sehingga bisa disekresi dari tubuh melalui tubulus-tubulus ginjal.

 

  • Pengendapan (Presipitasi)

Antibodi mengendapkan molekul-molekul antigen dengan cara menjadikan mereka membentuk gumpulan-gumpalan yang tak larut. Dalam bentuk demikian, antigen-antigen bisa ditelan oleh sel-sel fagosit, dicerna dan dijadikan tidak berbahaya.

 

  • Pelekatan

Antibodi menempel pada sel-sel mikroorganisasi “antigen” sebagai opsonin sehingga antigen tersebut bisa difagosit dan dihancurkan oleh neutrofil.

 

  • Aktivitas Protein Komplemen

Antibodi bekerja sama dengan protein komplemen dalam plasma, menempel pada dinding sel antigen dan mengidentifikasi mereka untuk sel-sel T.

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai antibodi. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Antibodi : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Sifatnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya