√ Hereditas : Pengertian dan Pola Hukum Mendel Lengkap

Diposting pada

√ Hereditas : Pengertian dan Pola Hukum Mendel Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang hereditas. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Hereditas : Pengertian dan Pola Hukum Mendel Lengkap
√ Hereditas : Pengertian dan Pola Hukum Mendel Lengkap

 


 

Pengertian Hereditas

 

Hereditas merupakan suatu proses penurunan sifat-sifat dari induk keketurunannya melalui gen dan bukan dalam bentuk tingkah laku melainkan struktur tubuh. Pendapat ini dibuat oleh Witherington. Secara umum hereditas diartikan sebagai pewarisan sifat dari induk ke keturunannya baik secara biologis melalui gen (DNA) atau secara sosial melalui pewarisan gelar atau status sosial. Pewarisan sifat ini umumnya berhubungan dengan struktur tubuh dan bukan tingkah laku. Sebab tingkah laku makhluk hidup lebih banyak dipengaruhi dengan faktor lingkungan.

Hereditas merupakan sebuah konsep yang sudah berkembang sejak zaman filsuf Yunani kuno. Dari Theophrastus, Hiprokrates, Aristoteles hingga Aeskhylus. Hiprokrates menduga bahwa “benih/sifat” diproduksi oleh berbagai anggota tubuh dan di wariskan pada waktu pembuahan. Sedang Aristoteles menganggap bahwa semen pejantan dan betina becampur pada saat pembuahan.

Konsep tentang hereditas yang lebih ekstrim lagi ialah teori Pangenesis yang mengakui bahwa pewarisan sifat berhubungan erat dengan hubungan darah. Dikarenakan itu muncul istilah darah murni, darah turunan, dan darah bangsawan. Teori Pangenesis lalu di patahkan oleh Francis Galton, sepupu dari Charles Darwin melalui sebuah percobaan.

 


 


Pola Hereditas Hukum Mendel

 

Dalam mempelajari genetika, teori mendel ini sangat penting bahkan dijadikan dasar dalam menafsirkan genetika dan digunakan untuk analisis atas pola-pola pewarisan genetik. Hukum Mendel ialah hukum yang menerapkan bagaimana pola dan mekanisme pewarisan sifat. Hukum Mendel terdiri dari Hukum Mendel I dan Hukum Mendel II.

Baca Juga  √ Rotasi Bumi : Pengertian, Proses, Dampak dan Faktornya Lengkap

 

1.Hukum Mendel I (Hukum Segregasi)

Pernyataan bahwa saat berlangsung pembentukan gamet pada individu, akan berlangsung pemisahan alel secara bebas. Persilangan monohibrid menjelaskan hukum Mendel I. Persilangan monohibrid merupakan persilangan dengan satu sifat beda. Untuk mengetahui keadaan genotip F1 dapat dikerjakan:

  • Testcross (uji silang): mengawinkan individu hasil hibrida (F1) dengan salah satu induknya yang homozigot resesif. Tujuan uji silang ini untuk mengetahui kondisi genotip suatu individu, apakah homozigot atau heterozigot.
  • Backcross (silang balik): mengawinkan individu hasil hibrida (F1) dengan salah satu induk, baik induk homozigot dominan ataupun resesif. Tujuan backcross ialah untuk melihat genotip induknya.
  • Intermediet : penyilangan dengan satu sifat beda, tetapi sifat dominan tidak sanggup menutupi sifat resesif maka timbul sifat diantara keduanya.

 

2.Hukum Mendel II

pernyataan yang menjelaskan bahwa pada saat penentuan gamet, gen-gen sealel akan memisah secara bebas dan mengelompok secara bebas pula. Persilangan dihibrid termasuk bukti berlakunya hukum Mendel II. Mendel melanjutkan persilangan, dengan menyilangkan tanaman yang mempunyai dua sifat beda (dihibrid), yaitu warna dan bentuk kacang ercis. Dia menyilangkan kacang ercis berbiji bulat (B) warna kuning (K) dengan kacang ercis berbiji kisut (b) warna hijau (k). Hasilnya F1 mempunyai fenotip kacang ercis biji bulat warna kuning (100%). Sesudah F1 disilangkan dengan sesamanya menghasilkan keturunan F2 dengan rasio fenotip 9 (bulat kuning) : 3 (bulat hijau) : 3 (kisut kuning) : 1 (kisut hijau).

 


 


Penyimpangan Semu Hukum Mendel

 

Pada persilangan dihibrid pada keturunan ke-2 (F2) akan memiliki perbandingan fenotip = 9:3:3:1. Namun dalam kondisi tertentu perbandingan fenotip tersebut tidak berlaku. Dari beberapa percobaan, ternyata ada penyimpangan hukum Mendel. Hal itu bisa berlansung sebab adanya interaksi antargen, atau suatu gen dipengaruhi oleh gen lain untuk menimbulkan sifat tertentu sehingga menyebabkan perbandingan fenotip yang keturunannya menyimpang dari hukum Mendel. Keadaan sejenis ini disebut penyimpangan hukum Mendel.

 

  • Polimeri

Polimeri merupakan peristiwa dimana beberapa gen yang berdiri sendiri memengaruhi bagian yang sama dalam tubuh organisme. Kasus ini pertama kali diamati pada biji gandum yang mempunyai warna merah yang beragam.

Baca Juga  √ Siklus Krebs : Pengertian, Fungsi, Tahapan dan Hasilnya Lengkap

» Gandum berbiji merah sempurna mempunyai genotip M1M1M2M2

» Gandum berbiji putih mempunyai genotip m1m1m2m2


M1 dominan pada m1, dan M2 dominan pada m2. Gen M dapat mempengaruhi warna merah pada biji gandum. Semakin banyak gen M dalam genotip (baik itu M1 atau M2), akan membuat biji gandum berwarna semakin merah.

Perbandingan fenotip F2 dari persilangan gandum berbiji merah M1M1M2M2 dan gandum berbiji putih m1m1m2m2 akan menghasilkan = ganum berbiji merah : gandum berbiji putih = 15 : 1.
Peristiwa polimeri pada manusia terjadi pada pebedaan warna kulit yang di pengaruhi oleh gen dominan P. Semakin banyak gen dominan P pada genotip individu, akan mengakibatkan warna kulitnya semakin gelap. Orang negro mempunyai gen dominan P paling banyak, sementara orang-orang kulit putih tidak mempunyai atau hanya mempunyai sedikit gen P.

 

  • Kriptomeri

Kriptomeri yaitu suatu peristiwa dimana apabila suatu faktor yang tidak terlihat pengaruhnya jika berdiri sendiri, namun bisa terlihat pengaruhnya jika terdapat faktor lain yang mendukungnya. Dalam bahasa Yunani Kriptomeri dapat diartikan yaitu tersembunyi, maka dari itu bisa dibilang sebagai gen dominan yang tersembunyi apabila berdiri sendiri dan akan kelihatan pengaruhnya jika disandingkan bersama dengan gen lainnya.

Misalnya apabila menyilangkan bunga Linaria marocanna warna merah (Aabb) dengan bunga Linaria Marocanna warna putih (aaBB) akan memproduksi keturunan atau F1 nya bunga yang mempunyai warna ungu (AaBb) yang memiliki warna berbeda dari bunga induk.

Warna ungu ini dihasilkan dari pigmen antosianin dalam lingkungan asam yang terkandung dalam warna merah pada bunga. Dalam lingkunan basa, warna merah yang dimiliki bunga akan memberikan warna ungu.

 

  • Epistasis – Hipostasis

Suatu peristiwa dimana gen yang dominan akan mempengaruhi gen dominan yang lainnya. Gen yang menutupi ini dinamai epistasis, sementara yang ditutupi yaitu hipostesis.

 

  • Gen-gen Komplementer

Gen komplementer merupakan gen-gen yang saling melengkapi dalam menimbulkan suatu sifat tertentu. Misalnya saja gen B dan gen T yang mengakibatkan seseorang tidak bersifat bisu tuli (normal). Jika gen dominan B timbul sendiri tidak disertai gen T maka akan menimbulkan sifat bisu tuli. Demikian juga sebaliknya, jika gen dominan T muncul sendiri tidak disertai gen B maka akan memunculkan bisu tuli.

Baca Juga  √ Sendi : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Komponennya Lengkap

Persilangan dua orang bisu tuli dengan genotip BBtt dan bbTT akan memproduksi anak yang normal. Jika anak tersebut kawin dengan sesamanya maka perbandingan fenotip pada F2 adalah = normal : bisu tuli = 9 : 7.

 

  • Interaksi Gen

Interaksi gen merupakan suatu peristiwa dimana timbul suatu karakter akibat interaksi antar gen yang dominan atau antar gen resesif. Misalnya persilangan antar beberapa jenis ayam yang mempunyai jeger yang berbeda. Dengan adanya interaksi antara dua gen dominan dan gen resesif akan bisa memproduksi variasi fenotif seluruhnya yang baru.

 


 

Istilah – Istilah dalam Persilangan

 

  • Parental : Induk
  • Firial : Keturunan
  • Gamet : Sel Kelamin
  • Fenotip : Ekspresi sifat individu yang nampak oleh indra
  • Genotip : Ekspresi sifat individu yang tak nampak dan terekdpresi dalam gen
  • Dominan : Sifat yang timbul
  • Resesif : Sifat yang tertutupi
  • Homozigot : Susunan gen pada organisme yang mempunyai pasangan alel yang sama (TT)
  • Heterozigot : Susunan gen pada organisme yang mempunyai pasangan alel yang berbeda (Tt)
  • Intermediet : Sifat tersembunyi yang akan timbul apabila gen dalam keadaan homozigot
  • Monohibrid : Persilangan dengan 1 sifat beda (BB,bb)
  • Dehibrid : Persilangan dengan 2 sifat beda (BBKK,bbkk)
  • Alel : Pasangan gen dari 2 kromosom homolog dan posisi dalam lokus yang sama
  • Lokus : Lokasi khusus gen dalam kromosom
  • Galur Murni : Tanaman yang memiliki sifat berubah dari generasi ke generasi

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai hereditas. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Hereditas : Pengertian dan Pola Hukum Mendel Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya