Daur Hidup Fasciola Hepatica

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang Fasciola hepatica. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Daur Hidup Fasciola Hepatica : Pengertian dan Penularannya Lengkap


Pengertian Fasciola Hepatica

Fasciola hepatica merupakan salah satu cacing terbesar di dunia, mencapai panjang 30 mm dan lebar 13 mm. Organisme yang dikenal sebagai Fasciola hepatica ialah jenis dari cacing, yang merupakan trematoda parasit. Fasciola hepatica mempunyai bentuk seperti daun, mengarah pada bagian ujung atau posterior, dan lebar di depan atau anterior, walaupun bentuknya sedikit beragam. Mulut pengisap kecil namun kuat dan berada di ujung proyeksi bentuk kerucut di ujung anterior. Asetabulum lebih besar dibandingkan mulut pengisap dan terletak di anterior.

Kulit internal ditutupi dengan duri besar, dan seperti sisik. Ceca usus atau mirip usus buntu pada manusia sangat dendritik dan meluas ke dekat ujung posterior tubuh. Testis yang besar dan sangat bercabang di belakang ovarium. Fasciola hepatica menginfeksi siput dan mamalia, mengakibatkan penyakit yang dikenal sebagai fascioliasis. Sebab parasit sering dijumpai pada penangkaran domba, lebih dikenal dengan nama cacing hati. Spesies ini hidup di seluruh dunia.


Daur Hidup Fasciola Hepatica

  • Telur

Telur Cacing Hati serupa dengan filum Platyhelminthes lainnya, perkembangbiakan cacing hati memiliki sifat hermaprodit. Hermaprodit ini ialah kemampuan untuk dapat melakukan pembuahan sendiri. Dalam sekali pembuahan, cacing hati dapat memproduksi telur dalam jumlah yang sangat banyak, yakni lebih kurang 100.000 butir telur. Biasanya caing hati bertelur pada bagian organ hati atau empedu dari inangnya.

Telur-telur yang diproduksi dari proses pembuahan cacing hati kemudian akan disalurkan ke empedu untuk dapat melalui bagian usus besar dan anus sehingga bercampur dengan feses atau kotoran sapi. Pada tahap selanjutnya, pada saat sudah keluar dari pencernaan inangnya (kondisi feses masih basah), telur-telur cacing hati ini lalu siap menetas dan menjadi larva. Periode waktu yang diperlukan mulai fase infeksi hingga menetasnya telur yakni selama 8 – 12 minggu dengan syarat selama kondisi lingkungan sekitar masih lembab.


  • Larva (Mirasidium)

Larva Mirasidium Telur menetas menjadi larva dengan rambut getar (Cilia) di seluruh permukaan tubuhnya yang dinamai mirasidium. Mirasidium yang baru menetas di feses lalu akan terbawa hujan melalui siklus air sampai aliran air. Mirasidium akan mencari inang yang baru, sasaran utamanya yakni seperti para moluska terutama siput air tawar bercangkang seperti Lymnaea spp.

Baca Juga  Siklus Hidup Capung

Larva mirasidium ini mempunyai keahlian reproduksi secara aseksual dengan cara paedogenesis di dalam tubuh siput, maka terbentuk larva yang banyak. Sesudah berada dalam tubuh siput, mirasidium akan berubah menjadi sporosis.

Lalu sporosis melakukan paedogenesis menjadi beberapa redia, kemudian redia melakukan paedogenesis menjadi serkaria. Lama yang diperlukan fase larva atau mirasidium ini yaitu selama 10 – 12 hari. Pada inang alternatif Lymnaea spp., larva tidak memiliki sifat parasit hanya sekedar untuk menumpang tempat guna meneruskan fase selanjutnya. Hal ini juga disebabkan Lymnaea spp. Mempunyai resistensi sendiri dari infeksi cacing hati itu sendiri.


  • Serkaria

Pada hal ini melanjutkan proses daur hidup F. hepatica ialah serkaria.

Pada struktur atas serkaria ini memiliki sistem gerak dimana pada fase cacing hati ini memiliki sebuah ekor yang nyaris menyerupai layaknya berudu pada kodok, yang kerap difungsikan untuk melakukan pergerakan dan juga berpindah.

Pada serkaria ini akan keluar dari tubuh siput Lymnaea spp. dan akan melanjutkan perjalanannya untuk berpindah dengan memanfaatkan ekornya hingga mengarah rerumputan, dan akan mencari tumbuhan serta lingkungan yang mempunyai kelebaban yang basah untuk dijadikan tempat tinggalnya.

Adapun untuk waktu yang dibutuhkan serkaria yakni sekitar 5 – 7 minggu dengan syarat keadaan lingkungan harus lembab.


  • Metaserkaria

Metaserkaria yakni merupakan sebuah bentuk perubahan dari serkaria. Pada proses ini akan terjadi jika sakria tersebut sudah memperoleh inang baru misalnya rerumputan, tumbuhan dan lingkungan yang lembab dan juga basah.

Adapun bentuk dari metaserkaria ialah sebuah bentuk infeksi sejati dari cacing hati.

Dimana jika sudah menempel, maka pada metaserkaria akan membungkus dirinya serta berubah menjadi kista yang bisa bertahan hingga lama apabila berada pada lingkungan misalnya pada rumput, tanaman padi, atau tumbuhan air.

Lalu penampilan dari kista ini dimana ia diselimuti dengan sejenis membran yang memiliki tekstur yang sangat kuat sehingga membuatnya mampu tetap bertahan, dan pada fase kista ini juga biasa dikenal dengan sebutan fase dorman dari daur hidup cacing hati.

Jadi apabila semua jenis mamalia memakan rerumputan yang merupakan tempat habitatnya tumbuh tersebut maka akan secara langsung terinfeksi oleh cacing ini.

Kemudian pada Infeksi yang seringkali dikenal dengan sebutan fascioliasis ini bisa berlangsung apabila pada rerumputan yang akan dimanfaatkan tersebut tidak diolah terlebih dahulu dan juga tidak dibersihkan pada saat hendak dikonsumsi.

Baca Juga  Peranan Nematoda

  • Cacing Hati Dewasa

Setelah metaserkaria ini masuk ke dalam sistem pencernaan melalui konsumsi tumbuhan atau rerumputan yang sebelumnya sudah melekat kista. Kemudian metaserkaria akan keluar dari kista dan berubah menjadi cacing hati dewasa. Cacing dewasa ini lalu akan menembus dinding pada bagian bagian usus halus, mengarah rongga perut, dan mengincar hati sebagai tempat barunya. Cacing hati mempunyai ukuran tubuh yang lumayan besar yakni panjang antara 2.5 – 3 cm dan lebar antara 1 – 1.5 cm. Cacing F. hepatica berperan sebagai parasit pada hati hewan, terutama hewan memamah biak. (baca juga daur hidup cacing perut)

Tubuh cacing hati dilapisi oleh lapisan kutikula yang bermanfaat untuk menjaganya supaya tidak rusak saat masuk ke pencernaan inangnya. Selain itu, cacing ini juga memiliki mulut yang berperan sebagai alat hisap nutrisi pada hati inangnya. Nutrisi tersebut digunakan cacing hati untuk dapat bertahan hidup. Cacing dewasa akan bereproduksi memproduksi telur-telur baru yang akan menjadi agen dalam melanjutkan daur hidup dari F. hepatica


Cara Penularan Fasciola Hepatica

Sumber utama penularan fasciolosis pada manusia ialah dari kebiasaan masyarakat yang gemar mengkonsumsi tanaman/tumbuhan air, seperti selada air dalam keadaan mentah yang tercemar metaserkaria cacing Fasciola hepatica.
Penularan ditentukan dengan keberadaan siput dari Famili Lymnaeidae, keberadaan hewan mamalia peka lain di sekitar tempat tinggal penduduk. Penggunaan air yang tercemar metaserkaria Fasciola hepatica. (BARGUES et al., 1996), misalnya air tersebut diminum dalam keadaan mentah. (TAIRA et al., 1997) menduga bahwa penularan fasciolosis yang disebabkan oleh Fasciola hepatica pada manusia bisa pula terjadi akibat kebiasaan sebagian masyarakat di Eropa yang gemar mengkonsumsi hati mentah.


Gejala Klinis yang Disebabkan Fasciola Hepatica

  • Berlangsung sejak larva masuk kesaluran empedu hingga menjadi dewasa. Parasit ini bisa mengakibatkan iritasi pada saluran empedu dan penebalan dinding saluran. Selain itu, bisa terjadi perubahan jaringan hati berupa radang sel hati. Pada keadaan lebih lanjut bisa timbul sirosis hati disertai asites dan edema. Luasnya organ yang mengalami kerusakan bergantung pada jumlah cacing yang terdapat disaluran empedu dan lamanya infeksi;
  • Masa inkubasi Fascioliasis menginfeksi pada manusia sangat beragam, sebab bisa terjadi dalam beberapa hari dalam 6 minggu atau antara 2-3 bulan. Bahkan dapat lebih lama dari waktu tersebut.
  • Gejala klinik yang paling menonjol ialah anemia, selain itu bisa pula terjadi demam dengan suhu 40-42 derajat, nyeri di bagian perut dan gangguan pencernaan;
  • Bila penyakit berlanjut, bisa berlangsung hematomegaliasites di rongga perut, sesak nafas dan gejala kekuningan
  • Gejala dari penyakit fasioliasis umumnya pada stadium ringan tidak ditemukan gejala. Stadium progresif ditandai dengan menurunnya nafsu makan, perut terasa penuh, diare dan pembesaran hati. Pada stadium lanjut diperoleh sindrom hipertensi portal yang terdiri atas perbesaran hati, kanker hati, ikterus, asites, terbentuknya batu empedu, dan serosis hepatis.
Baca Juga  Struktur RNA

Diagnosa Penyakit Fasciola Hepatica

  • Pemeriksaan tinja
    Merupakan cara yang paling umum dan sederhana yang bertujuan guna menemukan adanya telur cacing dengan menggunakan uji sedimentasi.
  • Pemeriksaan darah
    Dilakukan dengan uji ELISA (enzyme linked Immunosorbent Assay) guna mengetahui adanya antibody atau antigen didalam tubuh penderita. Pada infeksi parasite umumnya sel darah putih yang meningkat tajam Ialah eosinofil, walaupun hal ini tidak spesifik dan seringkali di ikuti dengan peningkatan isotope antibody immunoglobulin (IgE) di serum darah. Menurut Sampaio Silva et al(1985), tingkat isotope antibody IgE berkorelasi positif dengan jumlah telur cacing dalam tinja,usia penderita,gejala klinis dan jumlah eosinofil.

Pencegahan Penyakit Fasciolosis yang Diakibatkan Oleh Fasciola Hepatica

  • Industri
    Pembuangan air limbah/air kotor secara aman, pengobatan ternak terhadap parasit tersebut, pencegahan supaya tidak ada hewan yang datang ke tempat pembudidayaan tanaman selada air dan pengaturan air yang digunakan untuk irigasi pembudidayaan tersebut.
  • Tempat pengelolaan makanan/rumah tangga
    Memasak makanan hingga benar-benar matang, konsumen harus menghindari konsumsi selada air yang mentah. Andaipun tetap harus mengkonsumsi sayuran mentah, sebaiknya sayuran tersebut dicuci dahulu dengan larutan cuka atau larutan potassium permanganat sebelum dimakan.
  • Pengendalian Siput
    Pengendalian siput dengan moluskisida supaya terputusnya siklus hidup dari Fasciola hepaticajika memungkinkan.
  • Pengendalian pada hewan ternak
    Kandang harus dijaga supaya tetap bersih, dan kandang sebaiknya tidak dekat kolam atau selokan.

Demikianlah bahasan kita mengenai Fasciola Hepatica. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Daur Hidup Fasciola Hepatica : Pengertian & Penularannya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya