√ Pewarnaan Gram : Pengertian, Tujuan dan Jenisnya Lengkap

Diposting pada

√ Pewarnaan Gram : Pengertian, Tujuan dan Jenisnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang pewarnaan gram. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Pewarnaan Gram : Pengertian, Tujuan dan Jenisnya Lengkap
√ Pewarnaan Gram : Pengertian, Tujuan dan Jenisnya Lengkap

 


 

Pengertian Pewarnaan Gram

 

Pewarnaan Gram atau metode Gram merupakan salah satu teknik pewarnaan yang paling penting dan luas yang digunakan untuk mengidentifikasi bakteri. Pada proses ini, olesan bakteri yang telah terfiksasi dikenai larutan-larutan berikut : zat pewarna kristal violet, larutan yodium, larutan alkohol (bahan pemucat) serta zat pewarna tandingannya berupa zat warna safranin atau air fuchsin. Metode ini diberi nama berdasarkan penemunya yakni ilmuwan Denmark Hans Christian Gram (1853–1938) yang mengembangkan teknik ini pada tahun 1884 untuk membedakan antara pneumokokus dan bakteri Klebsiella pneumoniae.

 


 

Tujuan Pewarnaan Gram

 

  • Untuk mempermudah melihat mikrobe dengan mikroskop
  • Untuk memperjelas ukuran serta bentuk mikrobe
  • Untuk melihat struktur dalam bakteri , seperti dinding sel dan vakuola
  • Untuk memproduksi sifat-sifat fisik dan kimia khas dari bakteri dengan zat warna

 


 


Jenis – Jenis Pewarnaan

 

1. Pewarnaan sederhana

Pewarnaan yang hanya menggunakan pewarna tunggal. Gunanya untuk mengetahui bentuk morfologis sel bakteri (coccus,basilus, dan spiral ) dan susunannya (rantai, berkelompok, berpasangan, dan tetrad). Prinsip pewarnaan sederhana ialah bakteri hanya akan mengikat satu jenis cat tunggal sesuai dengan cat yang diberikan. Cat yang bisa digunakan ialah cat safranin, methylene blue, gentian violet, basic fuchin dan anilin basa.

 


2. Pewarnaan Differensial

Pewarnaan bakteri yang memakai lebih dari satu zat warna yaitu terbagi menjadi 2 : pewarnaan gram dan pewarnaan tahan asam. Berikut penjelasannya sebagai berikut:

a.Pewarnaan Gram

Pewarnaan Gram atau metode Gram merupakan suatu metode untuk membagi spesies bakteri menjadi 2 kelompok besar, yaitui gram-positif dan gram-negatif. Berdasarkan reaksi dan sifat bakteri pada cat tersebut. Reaksi atau sifat bakteri tersebut ditentukan dengan komposisi dinding selnya. Oleh sebab itu, pengecatan Gram tidak dapat dikerjakan pada mikroorganisme yang tidak memiliki dinding sel seperti Mycoplasma sp Contoh bakteri yang tergolong bakteri tahan asam, yaitu dari genus Mycobacterium dan beberapa spesies tertentu dari genus Nocardia.

Baca Juga  √ Hujan Asam : Pengertian , Penyebab , Proses Terjadi dan Dampaknya Lengkap

Bakteribakteri dari kedua genus ini diketahui mempunyai sejumlah besar zat lipodial (berlemak) di dalam dinding selnya sehingga mengakibatkan dinding sel tersebut relatif tidak permeabel terhadap zat-zat warna yang umum sehingga sel bakteri tersebut tidak terwarnai dengan tahap pewarnaan biasa, seperti pewarnaan sederhana atau Gram.

Dalam pewarnaan gram diperlukan 4 reagen yaitu :

  • Zat warna utama (violet kristal)
  • Mordan (larutan Iodin) yakni senyawa yang dipakai untuk mengintensifkan warna utama.
  • Pencuci / peluntur zat warna (alcohol / aseton) yakni solven organic yang dipakai untuk melunturkan zat warna utama.
  • Zat warna kedua / cat penutup (safranin) digunakan untuk mewarnai kembali sel-sel yang sudah kehilangan cat utama setelah perlakuan denga alcohol.

Bakteri Gram-negatif merupakan bakteri yang tidak mempertahankan atau menjaga zat warna metil ungu pada metode pewarnaan Gram. Bakteri gram-positif akan menjaga zat warna metil ungu gelap sesudah dicuci dengan alkohol, sedangkan pada bakteri gram-negatif tidak.

Pada uji pewarnaan Gram, suatu pewarna penimbal (counterstain) ditambahkan sesudah metil ungu, yang membuat semua bakteri gram-negatif menjadi berwarna merah atau merah muda. Pengujian ini berperan guna mengklasifikasikan kedua tipe bakteri ini berdasarkan perbedaan struktur dinding sel mereka.

 

Perbedaan antara bakteri gram positif dan negatif

Pada komponen dinding selnya. Kompleks zat iodin terjebak diantara dinding sel dan membran sitoplasma organisme gram positif, sementara penyingkiran zat lipida dari dinding sel organisme gram negatif dengan pencucian alcohol memungkinkan hilang dari sel. Bakteri gram positif mempunyai membran tunggal yang dilapisi peptidohlikan yang tebal (25-50nm) sedangkan bakteri negative lapisan peptidoglikogennya tipis (1-3 nm).

Sifat bakteri terhadap pewarnaan Gram merupakan sifat penting guna mendukung determinasi suatu bakteri. Beberapa perbedaan sifat yang bisa ditemukan antara bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif yaitu:

 

Ciri-ciri bakteri gram negatif

  • Memiliki struktur dinding sel yang tipis, sekitar 10 – 15 mm, berlapis 3 atau multilayer.
  • Dinding selnya terkandung lemak lebih banyak (11-22%), peptidoglikan ada didalam lapisan kaku, sebelah dalam dengan jumlah sedikit ± 10% dari berat kering, tidak terkandung asam tekoat.
  • Kurang peka terhadap senyawa penisilin.
  • Pertumbuhannya tidak begitu dihambat dengan zat warna dasar misalnya kristal violet.
  • Komposisi nutrisi yang diperlukan relatif sederhana.
  • Tidak resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) lebih pekat
  • Peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Endotoksin

 

Ciri-ciri bakteri gram positif

  • Memiliki struktur dinding sel yang tebal, sekitar 15-80 nm, berlapis tunggal atau monolayer.
  • Dinding selnya terkandung lipid yang lebih normal (1-4%), peptidoglikan ada yang sebagai lapisan tunggal. Komponen utama ialah lebih dari 50% berat ringan. Mengandung asam tekoat.
  • Bersifat lebih peka terhadap penisilin.
  • Pertumbuhan ditahan secara nyata oleh zat-zat warna seperti ungu kristal.
  • Komposisi nutrisi yang dibutuhkan lebih rumit.
  • Lebih resisten terhadap gangguan fisik.
  • Resistensi terhadap alkali (1% KOH) larut
  • Tidak peka terhadap streptomisin
  • Toksin yang dibentuk Eksotoksin Endotoksin
Baca Juga  √ Paru-Paru : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Faktornya Lengkap


b.Pewarnaan Tahan Asam

Pewarnaan ini ditujukan pada bakteri yang mengandung lemak dalam konsentrasi tinggi maka sulit menyerap zat warna, tetapi apabila bakteri diberi zat warna khusus misalnya karbolfukhsin melalui proses pemanasan, maka akan menyerap zat warna dan akan tahan diikat tanpa sanggup dilunturkan oleh peluntur yang kuat sekalipun seperti asam-alkohol. Sebab itu bakteri ini disebut bakteri tahan asam (BTA).

Teknik pewarnaan ini bisa digunakan untuk mendiagnosa keberadaan bakteri penyebab tuberkulosis yaitu Mycobacterium tuberculosis . Terdapat beberapa cara pewarnaan tahan asam, namun yang paling banyak ialah cara menurut Ziehl-Neelsen.(anonymous,2009)

 


3. Pewarnaan Negatif

Pewarnaan yang digunakan untuk mewarnai latar belakangnya sementara itu pada sel bakteri tidak terwarnai. Cat yang digunakan ialah tinta china. Sebab yang terwarnai merupakan latar belakangnya maka sel bakteri akan berwarna transparan dengan latar belakang hitam. Pewarnaan ini dipakai untuk bakteri yang sulit mengikat cat karena daya afinitas pengikatan cat oleh sel bakteri rendah.

 


4. Pewarnaan Khusus

Pewarnaan khusus merupakan pewarnaan yang digunakan untuk mewarnai bagian-bagian sel bakteri, misalnya flagel, spora, dan kapsul.

 

a.Pewarnaan kapsul

Kapsul merupakan lapisan luar bergelatin yang disekresikan oleh sel serta mengelilingi dan melekat pada dinding sel. Pewarnaan kapsul lebih sulit dibandingkan dengan jenis prosedur pewarnaan diferensial lainnya sebab bahan kapsul bersifat larut air dan bisa dilepaskan dengan pembilasan berlebih.

Pewarnaan kapsul yang sering digunakan ialah metode Burry. Metode Burry merupakan kombinasi dari pewarnaan negatif dan sederhana. Prinsip pewarnaan kapsul metode burry ialah kapsul akan berwarna transparan, sel bakteri akan berwarna merah atau biru sesuai dengan cat yang diberikan dengan latar belakang hitam.
Contoh kuman berkapsul yaitu :

  • Klebsiella pneumoniae
  • Bacillus subtilis
  • Serratia marcencent

 

b.Pewarnaan Spora

Anggota-anggota genus anaerob Clostridium dan Desulfotomaculum dan genus aerob Basilus ialah contoh organisme-organisme yang memiliki kapasitas sebagai sel-sel vegetatif yang aktif secara metabolik maupun sebagai tipe sel yang tidak aktif secara metabolik dan sangat resisten, yaitu disebut spora.

Letak spora ada 3 jenis : sentral, yaitu letak spora berada di tengah-tengah sel, terminal, yaitu letak spora ada diujung sel, sub terminal, yaitu letak spora diantara ujung dan di tengah-tengah sel. Spora memiliki sifat resisten terhadap panas, kekeringan , dan zat kimiawi. Apabila kondisi lingkungan sudah baik kembali spora dapat kembali melakukan gemisasi dan memproduksi sel vegetative. Pewarnaan spora menggunakan cat malachit green dan safranin. Prinsipnya ialah spora akan berwarna hijau, sel bakteri akan berwarna merah dengan latar belakang merah muda jika dikerjakan pengecatan spora dengan metode schaeffer fulton. Pemanasan pada pewarnaan ini bertujuan untuk melunakkan spora supaya cat malachit green bisa menembus spora.

Baca Juga  Pengertian Majas Paradoks , Ciri , Tujuan dan Contoh Secara Lengkap

 

c.Pewarnaan Flagel

Flagel merupakan komponen tambahan dari sel yang menyamai benang, terdiri dari protein Flagelin. Berdasarkan letaknya, flagel pada bakteri dibedakan menjadi 4, yaitu :

  • Atrik,tidak memiliki flagel
  • Monotrik, flagel tunggal pada salah satu ujung
  • Lofotrik, ada 1/lebih flagel disalah satu ujung
  • Amfitrik, ada 1/lebih flagel di kedua ujung
  • Peritrik, flagel terbesar diseluruh badan kuman

Flagel merupakan organel sel yang tidak bisa dilihat dengan pewarnaan biasa. Salah satu pewarnaan yang digunakan untuk melihat flagel yakni pewarnaan Gray. Pada metode ini sel bakteri akan berwarna ungu muda sementara flagel akan berwarna ungu lebih muda dengan latar belakang merah muda.

 


 


Cara pewarnaan Gram

 

  • Siapkan sediaan objek gelas, keringkan, lalu rekatkan (fiksasi) 3x di atas api Bunsen.
  • Tuangkan dengan larutan karbol-gentian-violet (sesudah sediaan dingin), diamkan selama 5 menit.
  • Zat warna dibuang dan bubuhi oleh larutan mordant (lugol), biarkan selama kira-kira 1-3 menit.
  • Lugol dibuang dan preparat dicelupkan ke dalam alkohol 96%, hingga warna gentian violet lepas (sampai gentian violet tidak ada luntur lagi).
  • Cuci dengan air kran sampai bersih, lalu bubuhi dengan cat-penutup (counter stain) larutan water-fuchsin, diamkan sekitar 1-2 menit.
  • Cuci dengan air kran, keringkan dalam temperatur kamar, lihat dengan mikroskop menggunakan lensa rendam minyak. Gram positif = ungu. Gram negatif = merah.

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai pewarnaan gram. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Pewarnaan Gram : Pengertian, Tujuan dan Jenisnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya