√ Eritrosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap

Diposting pada

√ Eritrosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang eritrosit. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Eritrosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap
√ Eritrosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap

 


 

Pengertian Eritrosit

 

Sel darah merah atau eritrosit merupakan jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi mengikat oksigen yang dibutuhkan untuk oksidasi jaringan-jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang.

Terdapat kira-kira 5 juta sel darah merah per mm3. Bagian dalam eritrosit ini tersusun atas hemoglobin, sebuah biomolekul yang bisa mengikat oksigen. Hemoglobin ini akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler.

Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya ialah zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, kemudian membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah memiliki nukleus. Sel darah merah akan aktif selama 120 hari sebelum pada akhirnya dihancurkan.

 


 

 

Ciri – Ciri Eritrosit

 

  • Mempunyai bentuk bulat pipih yang pada bagian tengahnya cekung/ bikongkaf.
  • Mempunyai warna merah yang disebabkan oleh hemoglobin.
  • Eritrosit tidak mempunyai inti sel.
  • Eritrosit memiliki jumlah antar 4-5 juta sel/mm3 darah.
  • Mempunyai diameter 7-8 um dan ketebalannya 1-2 um.
  • Umur dari eritrosit kurang lebih 120 hari.
  • Mempunyai sifat elastis.
Baca Juga  √ Pankreas : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenis Penyakitnya Lengkap

 


 

Fungsi Eritrosit

 

Fungsi utama eritrosit atau sel darah merah ialah untuk mengalurkan darah yang banyak mengandung oksigen (O2) dari paru-paru ke semua jaringan tubuh. Dalam melakukan fungsinya, eritrosit memperoleh bantuan dari hemoglobin (Hb), yakni substansi eritrosit yang tersusun atas rantai heme dan globin.

Rantai heme ssendiri ialah senyawa besi protoporfirin yang membentuk pigmen atau bagian bebas protein dalam hemoglobin dan memiliki peranan sebagai pengangkut oksigen (O2). Lebih lengkap dari hal diatas, eritrosit juga mempunyai peranan yang penting antara lain:

  • Sebagai dapar asam basa yang baik untuk seluruh darah

 

  • Eritrosit memiliki kandungan enzim karbonik anhidrase, yaitu enzim yang mempunyai fungsi sebagai peningkat kecepatan dalam mengatalisis reaksi reversibel antara karbondioksida (CO2) dan air (H2O) untuk membuat asam karbohidrat (H2CO3) dengan beribu kali lipat.

 

  • Hemoglobin (Hb) sebagai substansi eritrosit yang memiliki peranan dalam penangkal patogen atau bakteri melalui proses lisis dengan mengeluarkan radikal bebas yang bisa meleburkan membran sel patogen dan membuhuh bakteri. Untuk itu, dapat disebut eritrosit memiliki peranan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh (antibodi)

 

  • Eritrosit berperan dalam melebarkan pembuluh darah. Mekanisme tersebut dapat terjadi dikarenakan adanya senyawa S-Nitthrosothiol yang dilepaskan ketika Hemoglobin (Hb) mengalami deogsigenerasi.

 


 

Struktur Eritrosit

 

Sel darah merah mempunyai struktur yang lebih sederhana dibandingkan sel lainnya. Sel darah merah tidak mempunyai organel- organel seperti mitokondria, lisosom, aparatus golgi dan nukleus. Akan tetapi sel darah merah tidak bersifat inert. Adanya pokok Hb di dalam eritrosit yang memberikan warna merah pada darah.

 

  • Struktur eritrosit normal yaitu tidak mempunyai inti dan berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter sekitar 7-8 mikrometer dengan ketebalan 2,5 mikrometer pada bagian paling tebal serta 1 mikrometer atau kurang pada bagian tengahnya.
Baca Juga  √ Tulang : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bentuknya Lengkap

 

  • Bentuk sel darah merah dapat berubah-ubah saat sel berjalan melewati kapiler, tetapi perubahan bentuk ini tidak akan menyebakan sel mengalami ruptur. Hal tersebut dikarenakan dalam keadaan normal, sel darah merah mempunyai kelebihan membran sel untuk menampung zat di dalamnya maka tidak akan meregangkan membran secara hebat.

 

  • Volume rata-rata sel darah merah pada tiap individu ialah 90-95 mikrometer kubik, sementara jumlah sel darah merah disesuaikan pada jenis kelamin dan dataran tempat tinggal seseorang. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per milimeter kubik adalah 5.200.000 (±300.000) dan pada wanita normal 4.700.000 (±300.000). Orang yang tinggal di dataran tinggi memiliki jumlah sel darah merah yang lebih besar dibandingkan orang yang tinggal di dataran rendah.

 


 

Proses Terbentuknya Eritrosit

 

  • Darah terbentuk  dalam sumsum tulang pipih
  • Setiap detik sumsum merah tulang pipih akan membentuk sekitar 2 juta sel
  • Sel-sel yang sudah dihasilkan oleh sumsum merah tulang pipih dan dikeluarkan dinamakan retikulosit. Retikuosit memiliki kurang lebih 1% dalam sirkulasi darah
  • Sel-sel yang sudah mulai matang akan mengalami perubahan pada selaput plasmanya sehingga fagosit dbisa melihat sel-sel yang sudah tua yang akan menghasilkan fagositosisnya.
  • Hemoglobin diubah menjadi zat warna empedu (bilirubin) lalu akan ditampung dalam kantong empedu.

 

 

 


 

Demikianlah bahasan kita mengenai eritrosit. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Eritrosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Strukturnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya