√ Platyhelminthes : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

Diposting pada

√ Platyhelminthes : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang platyhelminthes. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Platyhelminthes : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap
√ Platyhelminthes : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

 


 

Pengertian Platyhelminthe

 

Platyhelminthes berasal dari bahasa Yunani Platy yang berarti pipih dan helminthes yang berarti cacing. Platyhelminthes sendiri merupakan cacing berbentuk halus dan pipih, tripoblastik (mempunyai 3 lapisan embrionik) serta aselomata (tidak mempunyai rongga tubuh). Cacing ini terdapat pada air tawar, air laut serta di tanah yang lembab. Cacing trematoda dan Cacing pita merupakan contoh cacing pipih yang bersifat parasit pada manusia dan hewan.

 


 


Struktur Tubuh Platyhelminthes

 

Platyhelminthes mempunyai ukuran tubuh yang bervariasi. Ukuran tersebut bisa berupa ukuran yang mikroskopis sampai yang makroskopis dengan panjang 20 m seperti pada cacing Taenia solium.

Platyhelminthes mempunyai tubuh yang simetri bilateral yaitu tubuh bisa dibagi menjadi dua bagian yang sama melalui pesawat pusat.

Platyhelminthes merupakan cacing yang bersifat tripoblastik aselomata yaitu organisme yang memiliki 3 lapisan embrionik (ectoderm, mesoderm dan endoderm) dan aselomata (tidak mempunyai rongga tubuh). Mesoderm pada platyhelminthes tidak mengalami spesialisasi sehingga sel-selnya tetap seragam dan tidak membangun sel khusus.

Baca Juga  √ Cnidaria : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap

 


 

Ciri – Ciri Platyhelminthes

 

  • Mempunyai tubuh yang pipih, simetris, dan tidak bersegmen.
  • Mempunyai satu lubang mulut tanpa dubur.
  • Hidup sebagai parasit, mempunyai alat hisap namun ada juga yang hidup bebas.
  • Reproduksi secara generatif dengan perkawinan silang dan secara vegetatif dengan membelah diri.
  • Hidup di air tawar/laut, tempat lembab, atau di dalam tubuh hewan lain.
  • Sangat rentan terhadap cahaya.

 


 


Sistem Organ Platyhelminthes

 

  • Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan dari Platyhelminthes terdiri DARI mulut, faring dan usus. Faring bisa keluar dari mulut guna menangkap makanan, lalu masuk ke mulut dan dicerna di dalam usus yang bentuknya bercabang-cabang dan disebarkan ke seluruh tubuh, sisa makanan dari platyhelminthes akan dibuang dan dikeluarkan melalui mulut sebab cacing pipih tidak mempunyai anus.

 

  • Sistem Saraf

Sistem persarafan pada platyhelminthes dikelola oleh otak yang berada pada bagian depan tubuh, otak ini akan bercabang menjadi 2 ganglion. lalu pada ganglion tersebut akan bercabang lagi hingga mempersarafi tubuh, dan sel-sel saraf tersebut terfokus pada bagian tepi tubuh. Sehingga sistem saraf pada Platyhelmintes membentuk sistem tangga tali dengan otak pada bagian depan tubuh yang menjadi pusatnya.

 

  • Sistem Eksresi

Pada platyhelminthes berupa 2 saluran memanjang yang akan bermuara pada pori-pori tubuh. Kedua saluran tersebut akan bercabang-cabang pada bagian punggung dan berakhir pada sel api yang mempunyai silia sebagai pusatnya.

 

  • Sistem Reproduksi

Pada platyhelminthes, proses reproduksi bisa terjadi secara seksual maupun aseksual. Umunya hewan ini bersifat hermafrodit, yaitu memiliki 2 kelamin dalam satu individu, akan tetapi perkawinan tetap terjadi antara 2 individu yang berbeda, namun ada juga sumber yang mengatakan bahwa hewan ini bisat bereproduksi sendiri secara seksual. Sesudah bertemunya sperma dan ovum, maka akan diciptakan  sel telur yang miksroskopik, pembuahan terjadi di dalam tubuh. Sementara proses reproduksi secara aseksual terjadi melalui fragmentasi.

Baca Juga  Pengertian Surat Referensi Kerja , Macam , Isi dan Contoh Terlengkap

 

  • Sistem Pernapasan dan Sistem sirkulasi

Pada platyhelminthes tidak terdapat kedua sistem ini. Sehingga proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida dilakukan melalui proses difusi, yaitu proses pertukaran zat dari tempat yang berfokus tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah.

 


 


Klasifikasi Platyhelminthes

 

  • Turbellaria

Tturbellaria mempunyai permukaan tubuh bersilia (buku getar), jarang yang bersifat parasit. Contohnya ialah  planaria (Dugesia sp).

 

  • Cestoda

Cestoda hidup parasit pada alat pencernaan hewan, tubuhnya terdiri dari segmen- segmen dimana setiap segmen mengandung alat proliferasi, bisa dibedakan antara kepala, dan leher. Kepalanya di lengkapi dengan alat penghisap untuk melekat pada tubuh inang. Contohnya ialah : Taenia saginata (cacing pita pada sapi) dan taenia solium (cacing pita pada babi).

 

  • Trematoda

Trematoda merupakan parasit pada manusia dan hewan, mempunyai alat isap. Cacing jenis ini ada yang hidup sebagai ektoparasit misalnya pada ikan. Ada juga yang hidup sebagai endoparasit, contohnya ialah cacing hati (Fasciola hepatica) pada saluran pencernaan sapi dan domba, Clonorchis sp pada manusia , Schistosoma pada saluran darah.

 

  • Monogenea

Monogenea hidup di laut, air tawat, parasit pada ikan dan larva bersilia ; pada proses awal hidupnya memiliki organ seperti kait di bagian posterior disebut haptor, pada hewan dewasa mempunyai prohaptor (untuk makan) dan opsihaptor (untuk menempel); siklus hidupnya tidak mengalami reproduksi vegetatif. Contohnya ialah neobenedenia

 


 


Penyakit yang disebabkan Platyhelminthes

 

Schistosoma mansoni, penyebab Schistosoma pada manusia.

Beberapa spesies Platyhelminthes bisa menimbulkan penyakit pada manusia dan hewan. Salah satu diantaranya ialah :

  • Genus Schistosoma yang dapat mengakibatkan skistosomiasis, penyakit parasit yang ditularkan melalui siput air tawar pada manusia. Apabila cacing tersebut berkembang di tubuh manusia, bisa terjadi kerusakan jaringan dan organ seperti kandung kemih, ureter, hati, limpa, dan ginjal manusia. Kerusakan tersebut disebabkan perkembanganbiakan cacing Schistosoma di dalam tubuh sampai mengakibatkan reaksi imunitas. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit endemik di Indonesia.
Baca Juga  √ Tumbuhan Berbiji : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

 

  • Clonorchis sinensis dapat mengakibatkan infeksi cacing hati pada manusia dan hewan mamalia lainnya. Spesies ini bisa menghisap darah manusia. Pada hewan, infeksi cacing pipih juga bisa dijumpai, misalnya Scutariella didactyla yang menyerang udang jenis Trogocaris dengan cara menghisap cairan tubuh udang tersebut.

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai platyhelminthes. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Platyhelminthes : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya