√ Cnidaria : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap

Diposting pada

√ Cnidaria : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang cnidaria. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Cnidaria : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap
√ Cnidaria : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap

 


 

Pengertian Cnidaria

 

Cnidaria merupakan sebuah filum yang terdiri dari lebih dari 10.000 spesies hewan sederhana yang hanya dijumpai di perairan, kebanyakan lingkungan laut.

Kemampuan menyengat cnidaria-lah yang merupakan asal dari nama mereka. Ciri khas Cnidaria ialah knidosit, yang merupakan sel terspesialisasi yang digunakan khususnya untuk menangkap mangsa dan membela diri. Tubuh mereka terdiri dari mesoglea, suatu bahan tak hidup yang mirip jeli, berada di antara dua lapisan epitelium yang umumnya setebal satu sel.

Mereka memiliki 2 bentuk tubuh dasar : medusa yang berenang bebas dan polip yang sesil, keduanya simetris radial dengan mulut dikelilingi dengan tentakel berknidosit. Kedua bentuk tersebut mempunyai rongga tubuh untuk pencernaan dan pernafasan, dan sebuah lubang yang berfungsi sebagai mulut maupun anus. Banyak dari cnidaria ini memproduksi koloni yang merupakan organisme tunggal dan terdiri atas zooid.

 


 

Ciri – Ciri Cnidaria

 

  • Tubuh simetri radial, diploblastik.
  • Cnidaria mempunyai sel-sel penyengat (knidoblas) pada bagian ektoder. Knidoblas mengandung nematosit yang berguna menangkap mangsa.
  • Memiliki 2 bentuk tubuh, yaitu polip (tubuh bentuk tabung, tidak bisa bergerak bebas/menempel dan medusa (tubuh bentuk payung, dapat berenang bebas).
Baca Juga  √ Platyhelminthes : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

 


 

Sistem Organ Cnidaria

 

  • Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan berawal dari tentakel yang menangkap mangsa, lalu akan memasukannya ke dalam gastrosol, proses pencernaan dalam gastrosol disebut pencernaan ekstraseluler, kemudian makanan akan diserap oleh sel Gastrodermis, dicerna kembali dan sari makanan akan disebarkan ke seluruh tubuh dengan cara difusi (perpindahan zat dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah). Sisa makanan akan dimuntahkan kembali dari tempat masuknya, karena hewan ini tidak memiliki anus.

 

  • Sistem Pernapasan (Respirasi)

Pertukaran oksigen dan karbondioksida berlangsung melalui proses difusi (perpindahan zat dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah). Proses ini dilakukan dengan memanfaatkan bagian kulit luar yang bersentuhan langsung oleh air yang mengandung oksigen, pada lapisan gastroendermis juga terdapat struktur yang berperan untuk membantu terjadinya proses respirasi coelentera, struktur ini disebut sifinoglia.

 

  • Sistem Persarafan

Sistem persarafan sederhana berbentuk jala yang yang memiliki fungsi untuk menanggapi rangsangan dan mengatur gerakan. Sistem saraf diatur pada bagian mesoglea.

 


 

Klasifikasi Cnidaria

 

  • Kelas Hydrozoa

Hydrozoa merupakan kelompok cnidaria yang hidup di wilayah perairan, baik di laut ataupun di sungai. Istilah kata hydrozoa terdiri atas 2 kata yakni “hydro” yang berarti air dan “zoa” yang berarti hewan. Anggota dari kelompok hewan kelas ini bisa hidup secara soliter atau menyendiri dan ada pula yang hidup berkoloni. Pada umumnya anggota hydrozoa yang hidup dengan soliter secara teritori yang memiliki sifat menetap di suatu tempat (polip). Sementara yang hidup secara soliter, dapat hidup dengan cara medusa ataupun polip.

 

  • Kelas Anthozoa

Kelas anthozoa merupakan kelompok hewan cnidaria yang memiliki tentakel dengan ragam warna yang indah menyerupai bunga. Anthozoa secara bahasa memiliki makna hewan yang menyerupai bunga (antho = bunga dan zoa = hewan). Hewan dalam kelas ini tidak memiliki bentuk medusa, melainkan berbentuk polip. Umumnya hewan kelas anthozoa hidup di wilayah perairan laut dengan hidup secara soliter ataupun berkoloni. Misalnya saja pada hewan karang dan lainnya.

Baca Juga  √ Sentrosom : Pengertian, Fungsi, Peranan dan Siklusnya Lengkap

 

  • Kelas Scyphozoa

Scyphozoa merupakan kelompok cnidaria yang berbentuk fisik menyerupai mangkuk. Istilah kata scyhozoa mempunyai arti hewan yang berbentuk seperti mangkuk (scyphos = mangkuk dan zoa = hewan). Scyphozoa biasanya cenderung memiliki sifat medua / hidup dengan bebas selama masa siklus hidupnya. Ukuran tubuh hewan ini bisa mencapai 40 cm. Apabila hewan polip yang berasal dari kelompok scyphozoa berkembang biak dengan cara aseksual, maka hewan ini akan memproduksi keturunan yang memiliki sifat medusa. Pada jenis kelompok ini, hewan yang paling dikenal ialah ubur-ubur.

 


 

Daur hidup Cnidaria

 

  • Fase Polip

Pada fase polip hidupnya akan menempel di batuan perairan.

Bentuknya seperti silinder dengan ujung yang satu terdapat mulut yang dikelilingi tentakel dan ujung lain buntu untuk menempelkan diri. Polip ini umumnya hidup secara soliter atau menyendiri, namun ada pula yang membentuk koloni, sebab dia melekat jadi tidak bisa bergerak bebas. Polip yang membentuk koloni mempunyai beberapa jenis bentuk menurut fungsinya, yaitu polip untuk makan yang disebut gastozoid. Polip yang digunakan untuk reproduksi dengan menghasilkan medusa disebut gonozoid dan polip untuk pertahanan. Koloni dari beberapa bentuk polip disebut juga polimorfisme.

 

  • Fase Medusa

Pada fase medusa, Coelenterata hidup melayang-layang di perairan. Bentuk tubuhnya terlihat seperti payung/lonceng dengan tantakel pada bagian tepi yang melingkar, tampak transparan, dan berenang bebas. Pada bagian tengah permukaan bawahnya terdapat mulut. Bentuk tubuh lainnya seperti bunga mawar dan mendapat julukan “mawar laut”.
Fungsi dari medusa ini ialah untuk berkembang biak secara seksual, jadi pada fase medusa ini akan memproduksi sperma dan ovum. Tidak semua Coelenterata memiliki bentuk polip dan medusa, ada juga yang hanya memiliki bentuk polip saja.

Baca Juga  √ Tulang : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bentuknya Lengkap

 


 

Reproduksi Cnidaria

 

Reproduksi Coelenterata terjadi secara aseksual dan seksual.Reproduksi aseksual dilakukan dengan pembentukan tunas.Pembentukan tunas selalu terjadi pada Coelenterata yang berbentuk polip. Tunas tumbuh di dekat kaki polip dan akan tetap menempel pada tubuh induknya sehingga membentuk koloni. Reproduksi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet (ovum dengan sperma).Gamet diproduksi oleh seluruh Coelenterata bentuk medusa dan beberapa Coelenterata bentuk polip. Contoh Coelenterata berbentuk polip yang membentuk gamet adalah hydra.

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai cnidaria. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Cnidaria : Pengertian, Ciri, Sistem Organ dan Klasifikasinya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya