Kelenjar Cowper

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang kelenjar cowper. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

 

√ Kelenjar Cowper : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Penyakitnya Lengkap

 


Pengertian Kelenjar Cowper

Kelenjar Cowper atau kelenjar bulbouretral merupakan sepasang kelenjar kecil eksokrin yang ada pada sistem reproduksi pria. Kelenjar Cowper berada di belakang samping (posterior-lateral) bagian uretra yang bermembran di dasar penis. Kelenjar ini homolog dengan kelenjar Bartholin pada wanita.

Kelenjar Cowper memproduksi cairan preseminal atau cairan praejakulasi yakni cairan transparan, tidak berwarna, kental yang dikeluarkan dari uretra pada saat terjadi peningkatan hasrat seksual, sebelum terjadi ejakulasi. Cairan ini membantu melubrikasi uretra supaya bisa dilalui spermatozoa, dan mendukung menyingkirkan sisa urin serta benda asing lainnya.

 


Struktur Kelenjar Cowper

Kelenjar Bulbouretra atau Kelenjar Cowper bisa dibedakan menjadi 2 yakni bagian kepala dan ekor. Kelenjar Bulbouretra atau Kelenjar Cowper terdiri atas lobus glandular yang dihubungkan oleh serat fibrosa satu sama lainnya.

Diantara lobus-lobus tersebut ada pori–pori yang memiliki ukuran kecil yang dikelilingi oleh epitel kolumnar. Lobus yang saling berhubungan satu sama lain tersebut akan membentuk saluran yang panjangnya sekitar 2,5 cm. Sel epitel yang melapisinya mempunyai nukleus yang kecil dan datar dan juga mempunyai sitoplasma yang bersifat basophilic.

 


Fungsi Kelenjar Cowper

  • Untuk mengeluarkan cairan pra ejakulasi yang berguna untuk membuat lingkungan pada uretra menjadi lebih ramah untuk sperma sewaktu akan dikeluarkan.
  • Untuk membuang zat cair dari hasil ejakulasi guna meminimalisir keasaman pada uretra yang diakibatkan oleh berlalunya urin. Tempat keluarnya sama urin dengan sperma, akan tetapi pada saat sperma keluar kelenjar inilah yang membersikan dari adanya sisa urin sehingga akan mempermudah untuk keluar.
  • Kelenjar cowper berperan dan bertanggung jawab dalam proses produksi dan sekresi prostate specific antigen (PSA) yakni merupakan sebuah enzim yang memiliki peran dalam mencairkan air mani dan memungkinkan sperma berenang dengan mudah melewati uretra dan masuk kebagian reproduksi wanita dengan mudah dan bebas.
  • Adanya enzim PSA yang ada pada kelenjar cowper ini maka akan  mempermudah dan meningkatkan kemungkinan dalam proses pembuahan sebab peranannya dalam mendukung melarutkan lender serviks supaya memungkinkan sperma kedalam rahim sampai menuju ke sel telur.
Baca Juga  Fungsi Peroksisom

 


Penyakit pada Sistem Reproduksi Pria

Pria juga mempunyai sistem reproduksi yang berada di luar dan di dalam tubuh. Organ reproduksi pria yang berada di luar tubuh meliputi penis, skrotum (kantong zakar), dan testis.

Sementara organ reproduksi pria yang berada di dalam tubuh adalah epididimis, saluran vas deferens, saluran kemih, vesikula seminalis (kantung air mani), kelenjar prostat, dan kelenjar bulbourethral.

Berikut ini ialah beberapa penyakit yang bisa menjangkit sistem reproduksi pria:

  • Epididimitis

Penyakit ini terjadi dikarenakan adanya peradangan pada epididimis, yakni saluran di dalam skrotum yang melekat pada testis. Saluran ini berperan untuk membawa dan menyimpan sperma yang diproduksi oleh testis.

Epididimitis bisa mengakibatkan buah zakar bengkak dan nyeri, air mani mengandung darah, nyeri saat buang air kecil dan ejakulasi dan gangguan kesuburan.


  • Orchitis

Penyakit ini merupakan penyakit pada sistem reproduksi pria yang seringkali terjadi. Orchitis merupakan peradangan pada testis, yang biasanya diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus. Orchitis bisa menyerang salah satu testis maupun keduanya sekaligus.

Sama seperti epididimitis, orchitis juga bisa mengakibatkan buah zakar bengkak dan nyeri. Jika tidak ditangani, penyakit ini bisa mengakibatkan kemandulan dan penurunan produksi hormon testosteron.


  • Gangguan prostat

Prostat merupakan kelenjar pada sistem reproduksi pria yang membungkus saluran kemih atau uretra. Kelenjar ini memproduksi cairan mani yang memiliki fungsi untuk menyuburkan dan melindungi sperma. Gangguan pada prostat bisa berupa peradangan prostat (prostatitis), pembesaran prostat (BPH), atau kanker prostat.


  • Hipogonadisme

Hipogonadisme pada pria berlangsung pada saat tubuh tidak memproduksi hormon testosteron yang cukup. Pada pria dewasa, keadaan ini bisa mengakibatkan penurunan libido, gangguan produksi sperma dan fungsi organ-organ reproduksi, serta infertilitas.

Baca Juga  Reproduksi Echinodermata

  • Masalah pada penis

Masalah pada penis tak jarang dikeluhkan oleh para pria. Beberapa penyakit yang dapat menjangkit organ reproduksi pria ini ialah disfungsi ereksi, kelainan bentuk penis, contohnya hipospadia atau penis bengkok (penyakit Peyronie), dan kanker penis.

 


Demikianlah bahasan kita mengenai kelenjar cowper. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Kelenjar Cowper : Pengertian, Struktur, Fungsi & Penyakitnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

 


Baca Juga Artikel Lainnya