√ Kelenjar Adrenal : Pengertian, Struktur dan Fungsinya Lengkap

Diposting pada

√ Kelenjar Adrenal : Pengertian, Struktur dan Fungsinya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang kelenjar adrenal. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Kelenjar Adrenal : Pengertian, Struktur dan Fungsinya Lengkap
√ Kelenjar Adrenal : Pengertian, Struktur dan Fungsinya Lengkap

 


 

Pengertian Kelenjar Adrenal

 

Kelenjar Adrenal (Suprarenal) atau yang dikenal dengan nama kelenjar anak ginjal merupakan kelenjar yang memiliki bentuk seperti segitiga yang berada di atas ginjal. Berat kelenjar adrenal ialah sekitar 4 – 5 gram. Kelenjar adrenal tidak memiliki saluran, oleh sebab itu disebut juga kelenjar ductless. Melalui sekresi hormonnya, kelenjar adrenal mempunyai peranan penting di dalam tubuh. Pada manusia kelenjar ini berada sejajar dengan tulang punggung thorax ke 12.

 


 

Struktur Kelenjar Adrenal

 

1.Korteks Adrenal

Korteks adrenal merupakan bagian luar dari kelenjar ini. Bagian korteks merupakan penyusun terbesar kelenjar adrenal, 90% massa kelenjar disusun dengan bagian korteks. Korteks adrenal dibagi menjadi 3 zona dan setiap zona memproduksi hormon yang ragam, berikut penjelasannya dibawah ini :

 

  • Zona Glomerulosa

Zona terluar yang menghasilkan mineralokortikoid. Mineralokortikoid ini memiliki fungsi untuk mengatur kadar natrium dan keseimbangan cairan dalam tubuh. Hormon mineralokortikoid yang paling penting ialah aldosteron yang memiliki fungsi untuk mengatur konsentrasi natriu, dalam urin, keringat, air ludah dan pankreas. Kerja dari aldosteron berhubungan dekat dengan tekanan darah. Tanpa aldosteron, maka tubuh akan kehilangan natrium dan bisa mengakibatkan dehidrasi yang parah.

Baca Juga  √ Gurindam : Pengertian , Ciri , Jenis dan Contohnya Lengkap

 

  • Zona Fasikulata

Zona tengah yang memproduksi glukokortikoid. Glukokortikoid memilii fungsi untuk meningkatkan glukosa di dalam darah dan juga mengurangi respon inflamasi tubuh. Ada 3 hormon glukokortikoid utama, yaitu Kortisol, Kortikosteron, Kortison. Hormon glukokortikoid dapat merangsang pembentukan glukosa melalui proses glukoneogenesis yaitu proses membuat komponen non-karbohidrat menjadi glukosa. Proses ini dilakukan oleh sel-sel hati.

 

  • Zona Retikularis

Zana terdalam yang menghasilkan Gonadokortikoid. Gonadokortikoid merupakan hormon seks. Hormon gonadokortikoid utama merupakan androgen, diproduksi dalam jumlah kecil oleh kelenjar adrenal. Efek yang ditimbulkan oleh androgen yang diproduksi kelenjar adrenal tidak lah kuat dan tidak memberikan banyak perubahan fisik. Mereka hanya untuk membantu perkembangan awal organ seks dan memeliharar perbedaan antara pria dan wanita.

 

 

2. Medula Adrenal

Medula Adrenal merupakan bagian dalam yang bentuknya fleksibel, berhubungan erat dengan pembuluh darah dan pembuluh saraf. Ada 2 jenis sel sekretori utama pada bagian medula adrenal, yaitu sel yang mensekresikan hormon epinefrin (Adrenalin) dan sel yang mensekresikan norepinefrin (noradrenalin).

Epinefrin ini merupakan hormon utama pada medula, mencapai 75 – 80 % dari hasil sekresi. Epinefrin dan norepinefrin memiliki fungsi yang berhubungan dengan saraf simpatis. Keduanya berperan dalam pengaturan denyut jantung, laju pernapasan, kontraksi otot jantung, tekanan darah, dan kadarh glukosa darah.

 


 

Fungsi Kelenjar Adrenal

 

Melalui sekresi hormon-hormon yang diproduksinya, kelenjar adrenal memiliki beberapa fungsi penting dalam tubuh. Adapun fungsi kelenjar adrenal yaitu:

  • Mensekresikan berbagai hormon yang sangat peting untuk menjaga keseimbangan tubuh.
  • Mengontrol kadar natrium dan keseimbangan cairan tubuh melalui hormon mineralokortikoid
  • Meningkatkan glukosa dalam darah dan  dapat menurunkan inflamasi melalui hormon glukokortikoid
  • Mendukung dalam perkembangan organ seksual dan pembentukan ciri seksual melalui hormon gonadokortikoid
  • Mengatur denyut jantung, ruang pernapasan, ukuran pupil, tekanan darah dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan saraf simpatis melalui hormon epinefrin dan norepinefrin.
Baca Juga  √ Kingdom Plantae : Pengertian, Ciri, Struktur dan Klasifikasinya Lengkap

 


 


Kelainan pada Kelenjar Adrenal

 

  • Sindrom Cushing : Sindrom ini merupakan gangguan adrenal yang disebabkan oleh meningkatnya jumlah kortisol dalam aliran darah. Sindrom ini umumnya terjadi pada pasien yang diberi glukokortikosteroid, yang dibutuhkan untuk mengurangi peradangan.

 

  • Hiperplasia adrenal kongenital : istilah umum yang digunakan untuk menyatakan gangguan bawaan dan turunan yang menyerang kelenjar adrenal. Orang yang mengalami kondisi ini umumnya tidak memiliki enzim yang merangsang produksi hormon yang tepat.

 

  • Kanker adrenal : tumor ganas yang bisa berkembang pada kelenjar adrenal, khususnya korteks adrenal. Penyebab sebenarnya tidak diketahui, walaupun faktor resikonya termasuk sindrom dan gangguan genetik, serta faktor lingkungan seperti merokok.

 

  • Penyakit Addison : masalah adrenal langka yang terjadi pada satu dari setiap 100.000 orang. Keadaan ini ditandai oleh produksi hormon adrenal yang tidak mencukupi atau terbatas, khususnya kortisol. Kondisi ini juga disebut insufisiensi adrenal kronis. Penyebab pastinya tidak diketahui, walaupun keadaan ini bisa menjadi penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang kelenjar, menghancurkannya dalam prosesnya.

 

 



Demikianlah bahasan kita mengenai kelenjar adrenal. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Kelenjar Adrenal : Pengertian, Struktur dan Fungsinya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya