√ Kalor : Pengertian, Satuan, Rumus dan Teorinya Lengkap

Diposting pada

√ Kalor : Pengertian, Satuan, Rumus dan Teorinya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang kalor. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Kalor : Pengertian, Satuan, Rumus dan Teorinya Lengkap
√ Kalor : Pengertian, Satuan, Rumus dan Teorinya Lengkap

 


 

Pengertian Kalor

 

Kalor merupakan salah satu jenis energi yang bisa diterima atau dilepaskan oleh suatu benda. Sebab bisa diterima atau dilepaskan, maka energi kalor ini bisa berpindah atau mengalir dari satu benda ke benda lainnya. Penyebab perpindahan kalor ialah perbedaan suhu pada benda tersebut. Misalnya, pada saat kita mencampurkan air dingin dengan air panas, maka kita akan memperoleh air hangat, disini akan berlangsung perpindahan kalor pada air tersebut. Dalam fisika kalor tergolong besaran skalar sebab tidak mempunyai arah dan kalor termasuk besaran turunan sebab nilainya bisa diperoleh tanpa pengukuran langsung melainkan dengan menggunakan nilai besaran pokok yang bersangkutan.

 


 

Perpindahan Kalor

 

Perpindahan Panas (Kalor) juga mempunyai 3 jenis yakni :

1. Konduksi

Konduksi yakni perpindahan panas melewati zat padat yang tidak ikut mengalami perpindahan, yang berarti perpindahan panas (kalor) tersebut pada suatu zat tersebut tidak diikuti dengan perpindahan partikel – partikelnya.

Contoh terjadinya konduksi :

  • Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas apabila ujung benda dipanaskan, contohnya pada saat kita memegang kembang api yang sedang dibakar.
  • Knalpot motor menjadi panas pada saat mesin dihidupkan.
  • Tutup panci akan menjadi panas saat digunakan untuk menutup rebusan air.
  • Mentega yang dipanaskan di wajan menjadi meleleh dikarenakan panas.
Baca Juga  √ Lemak : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Sifatnya Lengkap

 

2. Konveksi

Konveksi yakni perpindahan panas melalui aliran yang zat perantaranya ikut juga berpindah. Apabila partikelnya berpindah dan menyebabkan kalor merambat, maka akan terjadilah konveksi. Konveksi berlangsung pada zat cair dan gas (udara/angin).

Contoh terjadinya konveksi :

  • Gerakan naik dan turun air sewaktu dipanaskan.
  • Gerakan naik dan turun kacang hijau, kedelai dan lainnya sewaktu dipanaskan.
  • Berlangsungnya angin darat dan angin laut.
  • Gerakan balon udara.
  • Asap cerobong pabrik yang melambung tinggi.

 

3. Radiasi

Radiasi yakni perpindahan panas tanpa zat perantaranya. Radiasi juga umumnya bisa diikuti cahaya.

Contoh terjadinya radiasi :

  • Panas matahari sampai ke bumi walaupun hanya melalui ruang hampa.
  • Tubuh terasa hangat sewaktu berada di dekat sumber api.
  • Menetaskan telur unggas dengan lampu.
  • Pakaian menjadi kering pada saat dijemur di bawah terik matahari.

 


 

Satuan Kalor

 

Satuan kalor ialah joule (J) yang diambil dari nama seorang ilmuwan yang sudh berjasa dalam bidang ilmu Fisika, yakni James Joule. Satuan kalor lainnya ialah kalori. Hubungan satuan joule dan kalori, ialah 1 kalori = 4,184 joule.

 


 

Kalor Uap

 

Kalor uap ialah banyaknya kalor per satuan massa yang diberikan pada zat di titik didihnya supaya wujud zat cair berubah menjadi wujud gas seluruhnya pada titik didih tersebut.

 


 

Rumus Kalor

 

Q = m.c.ΔT

Keterangan:

  • Q : banyaknya kalor yang diterima atau dibebaskan oleh suatu benda (J)
  • m : massa benda yang menerima atau membebaskan kalor (kg)
  • c : kalor jenis zat (J/kg⁰C)
  • ΔT : perubahan suhu (⁰C)

 

Rumus Kalor Jenis: c = Q / m.ΔT

Keterangan:

  • c : kalor jenis zat (J/kg⁰C)
  • Q : banyaknya kalor yang dilepas atau dibebaskan pada suatu benda (Joule)
  • m : massa benda yang menerima atau membebaskan kalor (kg)
  • ΔT : perubahan suhu (⁰C)
Baca Juga  √ Siklus Fosfor : Pengertian, Proses dan Peranannya Lengkap

 

Rumus Kapasitas Kalor: C = Q / ΔT

Keterangan:

  • C : kapasitas kalor (J/K)
  • Q : banyaknya kalor (J)
  • ΔT : perubahan suhu (K)

Selain itu, terdapat rumus lain untuk menentukan kapasitas kalor itu sendiri, yakni : C = m. c

Keterangan:

  • C : kapasitas kalor (J/K)
  • m : massa benda yang menerima atau membebaskan kalor (kg)
  • c : kalor jenis zat (J/kg.K)

 


 

Kalor dan Perubahan pada Benda

 

  • Kalor Dapat Mengubah Suhu Zat

Pada dasarnya, setiap benda yang suhunya lebih dari nol mutlak, maka benda tersebut mempunyai Kalor. Kandungan kalor inilah yang nantinya akan menentukan berapa suhu tersebut. Jika benda ini dipanaskan maka benda tersebut menerima tambahan kalor maka suhunya meningkat. Sementara jika benda tersebut didinginkan maka benda tersebut melepaskan kalor jadi suhunya menurun.

 

  • Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat

Beberapa benda apabila diberikan kalor dalam satuan tertentu, benda tersebut akan mengalami perubahan wujud. Misalnya pada saat es dipanaskan (diberi kalor) maka es (wujud padat) tersebut akan menjadi air (Wujud Gas), dan jika pemanasan terus dilakukan maka air tadi juga akan menjadi Gas. Titik dimana suatu zat akan berubah menjadi Zat Cair dinamai Titik Cair atau Titik Lebur benda.

 


 

Teori Dasar Kalor

 

  • Asas Black ialah teori yang digunakan dalam ilmu termodinamika, teori ini diperkenalkan oleh Joseph Black. Bunyi asas black yakni sebagai berikut : Pada saat dua zat dicampur, banyak kalor yang dilepas oleh zat yang suhunya lebih tinggi sama dengan jumlah kalor yang diterima oleh zat yang suhunya lebih rendah.
  • Kalor bisa berlangsung sebab adanya suatu gesekan antar benda. Teori ini diperkenalkan oleh seorang ilmuwan dari Amerika Serikat yang bernama Benyamin Thompson. Bukti sederhana dari teori ini ialah pada saat anda menggesekkan kedua telapak tangan anda untuk beberapa waktu, maka anda akan merasakan hangat sebab adanya energi kalor dari proses tersebut.
  • Teori oleh Robert Mayer di mana kalor merupakan salah satu bentuk energi. Energi disini ialah kemampuan membuat sesuatu terjadi atau bentuk kekuatan yang dimiliki benda guna melakukan sebuah usaha tertentu. Energi ini bisa berpindah dan diubah bentuknya namun tidak bisa dimusnahkan atau diciptakan.
  • Teori oleh James Prescott di mana kesetaran antara satuan kalor dengan satuan energi dinamai kalor mekanik. Maksudnya, sebab kalor merupakan salah satu bentuk energi, maka satuan kalor sama dengan satuan energi yakni Joule (J) atau Kalori (Kal). Kalor bisa menaikkan suhu suatu zat dan bisa mengubah wujudnya. Benda yang menerima kalor suhunya akan naik, sementara benda yang melepaskan kalor suhunya akan turun.
Baca Juga  √ Hewan Vertebrata : Pengertian, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai kalor. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Kalor : Pengertian, Satuan, Rumus dan Teorinya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya