√ Cermin : Pengertian, Sejarah, Sifat dan Rumusnya Lengkap

Diposting pada

√ Cermin : Pengertian, Sejarah, Sifat dan Rumusnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang cermin. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Cermin : Pengertian, Sejarah, Sifat dan Rumusnya Lengkap
√ Cermin : Pengertian, Sejarah, Sifat dan Rumusnya Lengkap

 


 

Pengertian Cermin

 

Cermin merupakan salah satu benda yang bisa memantulkan cahaya. Banyak benda-benda lain di sekitar kita yang bisa memantulkan cahaya, misalnya air di kolam dan benda-benda yang terbuat dari logam mengkilat seperti emas, perak, dan perunggu. Suatu benda bisa memantulkan cahaya, apabila bisa melihat bayangan atau benda lain pada permukaan benda tersebut. Pemantulan pada suatu permukaan benda mempunyai 2 jenis sinar, yakni sinar datang dan sinar pantul. Kedua sinar tersebut akan membentuk sudut pantul dengan besar tertentu.

 


 

Sejarah Cermin

 

Cermin yang dibuat paling awal ialah kepingan batu mengkilap seperti obsidian, sebuah kaca volkanik yang dapat terbentuk secara alami. Cermin obsidian yang ditemukan di Anatolia (kini Turki), berusia sekitar 6000 SM. Cermin batu mengkilap dari Amerika tengah dan selatan berusia sekitar 2000 SM. Cermin dari tembaga yang mengkilap sudah dibuat di Mesopotamia pada 4000 SM dan di Mesir purba pada 3000 SM.[2] Di China, cermin dari perunggu dibuat pada 2000 SM.

Cermin kaca berlapis logam diciptakan di Sidon (kini Lebanon) pada abad pertama M, dan cermin kaca dengan penopang dari daun emas disebutkan oleh seorang pengarang dari Romawi bernama Pliny dalam buku Natural History miliknya, yang dikarang sekitar tahun 77 M. Orang Romawi juga sudah mengembangkan teknik untuk menghasilkan cermin yang kasar dari kaca hembus yang dilapisi dengan timah yang dilelehkan.

Baca Juga  √ Ras : Pengertian, Klasifikasi, Faktor dan Jenisnya Lengkap

Cermin parabola pantul pertama kali dijabarkan oleh fisikawan dari Arab bernama Ibn Sahl pada abad 10. Ibn al-Haytham mendiskusikan cermin cembung serta cekung dalam geometri bola dan tabung, mengerjakan beberapa percobaan dengan cermin, dan menyelesaikan permasalahan menemukan titik di sebuah cermin cembung di mana sinar yang datang dari satu titik dipantulkan ke titik yang lain. pada abad 11, cermin kaca yang jernih sudah diproduksi di Al-Andalus.

Di awal Abad Renaisans, orang Eropa menyempurnakan metode melapisi kaca dengan amalgam timah-raksa. Baik tanggal maupun lokasi penemuan itu masih belum diketahui, namun pada abad ke-16, Venesia, sebuah kota yang terkenal dengan keahilan membuat kaca, menjadi pusat produksi cermin dengan menggunakan teknik ini. Cermin kaca dari periode itu dulunya termasuk barang mewah yang amat mahal.

Justus Liebig mendapati cermin kaca pantul pada tahun 1835. Prosesnya menyertakan pengendapan lapisan perak metalik ke kaca melalui reduksi kimia perak nitrat. Proses melapisi kaca dengan substansi memiliki sifat reflektif (silvering) ini diadaptasi untuk memproduksi cermin secara massal. Pada saat ini, cermin sering diproduksi dengan pengendapan vakumnya aluminium (atau seringkali perak) langsung ke substrat kaca.

 


 

Jenis – Jenis Cermin

 

1. Cermin Datar

Cermin datar merupakan sebuah cermin yang permukaan pantulnya berbentuk sebuah bidang datar. Cermin datar memiliki sifat-sifat sebagai berikut.

  • Jarak bayangan ke cermin ialah jarak benda ke cermin
  • Tinggi bayangann yang berbentuk sama dengan tinggi bendanya
  • Bayangan bersifat maya.
  • Sama besar dengan bidangnya
  • Sama tegak dan menghadap berlawanan arah terhadap bendanya
  • Jarak benda terhadap cermin sama dengan jarak bayangan pada cermin

 

Rumus Cermin Datar

Baca Juga  √ Lumut Hati : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Reproduksinya Lengkap

Apabila kita mengambil 2 cermin datar , selanjutnya membentuk sudut lancip jadi jumlah bayangan dari benda bisa diketahui dengan penggunaan rumus seperti berikut.

Adapun ketentuannya yaitu :

  • 360/A jika hasilnya ganjil, maka m = 0. Dan apabila hasilnya genap, m = 1.

Jika kita ingin mencari tinggi dari sebuah cermin datar jadi bisa menggunakan rumus berikut.

  • Tcermin datar = ½ x Tbenda

 

 

2. Cermin Cembung

Cermin Cembung merupakan jenis cermin yg mempunyai permukaan dengan bentuk melengkung ke luar. Pada bagian tengah cermin akan mempunyai jarak lebih dekat ke benda dibandingkan bagian tepiannya. Pada cermin cembung juga terdapat titik imajiner yang menjadi pusat kelengkungan cermin itu sendiri yang mempunyai jarak yang sama seperti setiap titik pada permukaan cermin.

 

Sifat – Sifat Cermin Cembung :

  • Sifat bayangan akan nampak maya, dimana bayangan akan terlihat berada didalam cermin.
  • Sifat bayangan terlihat tegak, bayangan dari objek akan tetap terlihat sama seperti objek aslinya.
  • Sifat bayangan diperkecil, dimana ukuran objek pada cermin akan terlihat lebih kecil dari objek aslinya.

 

Rumus Cermin Cembung

Rumus atau persamaan cermin cembung sama seperti cermin cekung, hanya saja nilai fokusnya (F) negatif.

Keterangan:

  • f = fokus cermin
  • s = jarak benda dari cermin
  • s’ = jarak bayangan

Untuk mencari perbesaran bayangannya pada cermin cembung dapat menggunakan rumus:


Keterangan:

  • s = jarak benda dari cermin
  • s’ = jarak bayangan
  • h’ = tinggi bayangan
  • h = tinggi benda

 

 

3. Cermin Cekung (cermin konkaf)

Cermin cekung ialah cermin yang mempunyai permukaan pemantul yang bentuknya melengkung atau membentuk cekungan. Garis normal pada cermin cekung ialah garis yang melalui pusat kelengkungan, yakni di titik M atau 2F. Sinar yang melewati titik ini akan kembali dipantulkan ke titik itu juga.

Baca Juga  √ 61 Pengertian Seni Menurut Para Ahli Lengkap

Cermin cekung bersifat untuk mengumpulkan sinar pantul atau konvergen. Pada saat sinar-sinar sejajar terkena pada cermin cekung, sinar pantulnya akan berpotongan pada satu titik. Titik perpotongan tersebut disebut titik api atau titik fokus (F).

Pada saat sinar-sinar datang yang melalui titik fokus mengenai permukaan cermin cekung, kelihatan semua sinar tersebut akan dipantulkan sejajar dengan sumbu utama. Namun, apabila sinar datang dilewatkan melalui titik M (2F), sinar pantulnya akan dipantulkan ke titik itu juga.

 

Rumus Cermin Cekung

Cermin Cekung berfokus positif, untuk mencari jarak bayangan pada cermin cekung bisa menggunakan rumus:

Keterangan:

  • f = fokus cermin
  • s = jarak benda dari cermin
  • s’ = jarak bayangan

Untuk mencari perbesaran bayangannya pada cermin cekung menggunakan rumus:

Keterangan:

  • s = jarak benda dari cermin
  • s’ = jarak bayangan
  • h’ = tinggi bayangan
  • h = tinggi benda

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai cermin. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Cermin : Pengertian, Sejarah, Sifat dan Rumusnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya