Fungsi Hipotalamus

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang hipotalamus. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Hipotalamus : Pengertian, Fungsi, Cara Kerja dan Gangguannya Lengkap


Pengertian Hipotalamus

Hipotalamus merupakan suatu bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah nukleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid dan glukokortikoid, glukosa dan suhu. Hipotalamus juga merupakan pusat kontrol autonom. Salah satu di antara fungsi hipotalamus yang paling penting sebab terhubung dengan sistem saraf dan kelenjar hipofisis yang termasuk salah satu homeostasis sistem endokrin, ialah fungsi neuroendokrin yang berpengaruh terhadap sistem saraf otonomi maka bisa menjaga homeostasis tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan perilaku konsumsi dan emosi.

Hipotalamus juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem limfatik, dan merupakan konektor sinyal dari berbagai bagian otak mengarah ke korteks otak besar. Akson dari berbagai sistem indra berakhir pada hipotalamus (kecuali sistem olfaction) sebelum informasi tersebut dilanjutkan ke korteks otak besar. Hipotalamus memiliki fungsi sebagai monitoring dan mengontrol berbagai kegiatan dari tubuh yang sangat banyak.


Fungsi Hipotalamus

Hipotalamus mempunyai fungsi penting untuk hidup. Dia mengatur proses metabolisme tertentu dan kegiatan lain dari sistem saraf otonom. Hipotalamus mensintesis serta mengeluarkan hormon saraf, atau yang disebut hormon hipotalamus. Hormon-hormon hipotalamus yang disekresikan mengatur sekresi hormon hipofisis.

Fungsi hipotalamus ialah sebagai berikut :

  • Mengatur dalam pelepasan 8 hormon yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis
  • Mengatur suhu tubuh
  • Mengendalikan makanan dan asupan air, seperti lapar dan haus
  • Mengatur perilaku seksual dan reproduksi
  • Mengatur siklus harian dan perilaku fisiologis juga dikenal sebagai ritme sirkadian mediasi respon emosional.
Baca Juga  Fungsi Otak

Cara Kerja Hipotalamus

Kegiatan endokrin dikendalikan secara langsung dan tidak langsung oleh hipotalamus, yang mengaitkan sistem persarafan dengan sistem endokrin. Dalam berespons terhadap input dari daerah lain dalam otak dan dari hormon dalam dalam darah, neuron dalam hipotalamus mensekresi beberapa hormon realising dan inhibiting.

Hipotalamus menjadi bagian dari sistem endokrin mengatur sintesa dan sekresi hormon-hormon hipofise. Hipofise anterior dikontrol oleh kerja hormonal sedang bagian posterior diatur melalui kerja saraf.

Hormon yang disekresi dari setiap kelenjar endokrin serta kerja dari masing-masing hormon. Setiap hormon yang mempengaruhi organ dan jaringan berada jauh dari tempat kelenjar induknya. Contohnya oksitosin, yang dilepaskan dari lobus posterior kelenjar hipofise, mengakibatkan kontraksi uterus.


Hormon yang Dihasilkan Hipotalamus

  • Corticotropin Releasing Hormone (CRH)

Yaitu memiliki fungsi untuk mengurangi stress dengan merangsang produksi hormon adrenokortikotropik pada kelenjar hipofisis.


  • Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH)

Merupakan hormon yang memiliki fungsi untuk menstrimulasi sekresi dari hormon hormon seksual dengan hipofisi anterior.


  • Anti Diuretik Hormone (ADH)

Merupakan hormon yang memiliki fungsi untuk merangsang penyerapan air oleh tubuh maka bisa mengurangi produksi urin.


  • Oksitosin

Hormon yang memiliki fungsi untuk membantu menyediakan proses persalinan pada wanita dan juga berperan guna meningkatkan gairah tubuh.


  • Dopamin

Hormon yang mempunyai banyak fungsi, namun fungsi utamanya ialah untuk menghambat produksi prolaktin dan mengatur sekresi hormon di kelenjar hipofisis.


  • Prolactin Releasing Hormone (PRH)

Hormon yang memiliki fungsi guna menstimulasi diproduksinya prolaktin dalam tubuh.


  • Thyrotropin Releasing Hormone (TRH)

Merupakan hormon yang memiliki fungsi untuk merangsang dan menstimulasi produksi prolaktin dan TSH (Tiroid Stimulating Hormone).


  • Growth Releasing Hormone (GRH)

Mempunyai fungsi untuk merangsang pelepasan hormon pertumbuhan yang akan merangsang pertumbuhan, perkembangan, regenerasi dan reproduksi sel.

Baca Juga  Kelenjar Timus

  • Somatostatin

Memiliki fungsi untuk menghambat pelepasan GH dari kelenjar hipofisi, hormon somatostain bisa mengatur sistem endokrin dan berpengaruh terhadap transmisi sinyal saraf.


Gangguan Hipotalamus

Gangguan apa pun yang mencegah hipotalamus SUPAYA tidak berfungsi dengan benar dikenal sebagai penyakit hipotalamus. Penyakit hipotalamus sangat sulit ditentukan sebab jumlahnya sangat besar.

Hipotalamus juga melakukan fungsi memberi informasi kelenjar hipofisis guna melepaskan hormon ke seluruh sistem endokrin. Sebab dokter kesulitan untuk mendiagnosis kelenjar mana yang tidak berfungsi dengan baik, gangguan ini sering disebut gangguan hipotalamus-hipofisis. Dalam kasus ini, terdapat beberapa tes yang menilai fungsi sistem endokrin serta memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi akar gangguan.

Penyebab paling umum dari penyakit hipotalamus ialah cedera kepala yang mempengaruhi hipotalamus. Pembedahan juga bisa mempengaruhi hipotalamus, serta radiasi dan tumor. Dalam beberapa kasus, mungkin juga ada kaitan genetik dengan penyakit hipotalamus.

Penyebab tambahan penyakit hipotalamus meliputi:

  • Gangguan makan seperti bulimia atau anoreksia.
  • Diet tinggi lemak jenuh.
  • Gangguan genetik itu mengakibatkan akumulasi zat besi yang berlebihan di dalam tubuh.
  • Malnutrisi
  • Bengkak
  • Infeksi
  • Pendarahan berlebihan


Demikianlah bahasan kita mengenai hipotalamus. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Fungsi Hipotalamus : Pengertian, Cara Kerja & Gangguannya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya