√ Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri, Fungsi, Bentuk dan Jenisnya Lengkap

Diposting pada

√ Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri, Fungsi, Bentuk dan Jenisnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang jaringan epidermis. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri, Fungsi, Bentuk dan Jenisnya Lengkap
√ Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri, Fungsi, Bentuk dan Jenisnya Lengkap

 


 

Pengertian Jaringan Epidermis

 

Pengertian dari jaringan epidermis ialah lapisan jaringan paling luar pada tumbuhan yang mempunyai peran sebagai penjaga atau penutup semua organ.

Skema jaringan epidermis ialah lapisan terluar tumbuhan. Terdiri dari epidermis, pertumbuhan stomata dan epidermal. Epidermis pada biasanya terdiri dari lapisan tunggal pada sel parenkim yang dipadatkan rapi tidak mempunyai ruang interselular.

Di daun beberapa sel spesifik yang mengelilingi stomata disebut dengan sebutan sel pelindung. Kloroplas terdapat hanya di sel penjaga epidermis. Biasanya sel epidermis lainnya tidak mempunyai kloroplas. Dinding luar epidermis pada biasanya ditutupi kutikula.

Stoma ialah pori-pori yang dislimuti oleh dua sel pelindung. Stomata terjadi terutama di epidermis daun. Pada jenis tanaman semacam tebu, sel pelindung dibatasi oleh bermacam sel spesifik. Mereka mempunyai kelainan dari sel epidermis lainnya. Sel ini dinamai sel anak perusahaan atau aksesori.

Jaringan epidermis berasal dari protoderm. Setelah berusia tua bisa tetap ada ataupun rusak, bila hancur akan diperbaharui oleh gabus. Jumah jaringan epidermis biasanya 1 lapis tapi dapat juga dengan bentuk ukuran yang bervariasi.

Epidermis termasuk dari satu lapis yang dapat disebut juga dengan epidermis ganda asalnya dari protoderm, contohnya daun moraceae, akar anggrek atau disebut hipodermis jika mulanya dari meristem jaringan dasar.

Baca Juga  √ Jaringan Meristem : Pengertian, Fungsi, Ciri dan Bentuknya Lengkap

 


 

Ciri – Ciri Jaringan Epidermis

 

Seperti jaringan lainnya, epidermis pun mempunyai ciri-ciri untuk membedakan dengan jaringan lainya, berikut ini adalah merupakan ciri-cirinya :

  • Memilikii susunan sel yang amat rapat hingga tidak ada ruang antar sel.
  • Biasanya jaringan epidermis tidak mempunyai kloroplas.
  • Mempunyai sitoplasma yang hidup dan juga terkandung kristal garam, kristal silikat, dan juga garam minyak.
  • Jaringan epidermis memiliki vakuola besar yang berisi antosianin.
  • Memiliki dinding sel yang bergantung pada posisi dan jenis tumbuhan.
  • Terdapat dari sebagian kecil yang memiliki kloroplas, yaitu tumbuhan yang hidup di air (hidrofit).
  • Jaringan epidermis terdiri dari satu lapis sel tunggal.
  • Jaringannya teratur dari sel-sel yang hidup.
  • Dinding sel pada jaringan epidermis di bagian luar yang berbatasan langsung dengan udara yang mengalami penebalan, sedangkan dinding sel pada jaringan epidermis di bagian dalam yang berbatasan langsung dengan jaringan lain yaitu berdinding sel tipis.

 


 

Fungsi Jaringan Epidermis

 

  • Jaringan sebagai pelindung

Jaringan epidermis ialah jaringan utama yang berfungsi untuk melindungi setiap organ pada tumbuhan. Yaitu meliputi akar batang dan juga daun sehingga tidak cepat rusak oleh pengaruh-pengaruh lingkungan. Jaringan epidermis teratur dari sel-sel yang berbaris rapi sehingga bisa melindungi organ dalam tubuh dari semua perubahan udara, kelembapan dan juga infeksi bakteri. Pada biasanya jaringan epidermis memiliki sifat keras bila dibandingkan dengan jaringan lainnya sehingga bisa menunjang perannya saat melindungi organ tumbuhan.

 

  • Membatasi/Mengurangi penguapan pada tumbuhan

Jaringan epidermis berfungsi untuk mengatur proses transpirasi, termasuk pada upaya membatasi penguapan pada tumbuhan. Dalam jaringan epidermis terdapat juga stomata yang berperan untuk mengatur transpirasi, termasuk mengatur ketika suhu udara sangat tinggi maka jaringan epidermis akan segera menutup untuk membatasi penguapan sehingga tumbuhan tidak kehabisan cadangan air.

Baca Juga  √ Paru-Paru : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Faktornya Lengkap

 

  • Tempat untuk penyimpanan cadangan air

Jaringan epidermis juga berfungsi juga untuk cadangan air bagi tumbuhan. Dalam jaringan epidermis memiliki protoplasma yang bentuknya lebih pipih dari jaringan yang lainnya sehingga membolehkan jaringan epidermis menyimpan air yang cukup banyak. Saat musim kemarau panjang tiba, maka cadangan air yang terdapat di dalam jaringan epidermis akan dinaikan dan akan disalurkan ke seluruh tubuh.

 

  • Pertukaran oksigen dan karbondioksida pada tumbuhan

Jaringan epidermis juga bisa berperan sebagai wadah pertukaran oksigen dan karbondioksida. hal itu bisa terjadi saat tumbuhan melakukan respirasi dan sekresi hasil fotosintesis. Proses ini dapat terjadi pada daun, karena pada biasanya daun mempunyai stomata untuk melakukan difusi oksigen dan juga karbondioksida.
Tempat unsur hara dan penyerapan air

Jaringan epidermis berguna pada unsur hara dan penyerapan air. Sel-sel epidermis yang terdapat di akar berguna untuk menghisap air dan unsur-unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Di dalam akar terdapat trikomata yang berubah menjadi rambut akar, sehingga sangat penting untuk melakukan tugasnya dan fungsinya dengan baik.

 


 

Bentuk Dari Epidermis

 

Setelah mengetahui penjabaran diatas berikut bentuk yang ada dijaringan epidermis :

  • Rambut akar

Rambut akar ialah sebuah perubahan dari epidermis yang memiliki fungsi agar menghisap air ditanah.

 

  • Sel Silika & Gabus

Silika berisikan kristal silika, karena sel gabus memiliki kandungan endapan suberin. Kedua sel ini selalu berpasangan sejajar, pada biasanya dimiliki pada tulang daun gramine.

 

  • Litokis

Litokis merupakan sel yang memiliki epidermis normal dengan perubahan tertentu ke arah dalam. Sel tersebut bersifat kristal kalsium karbonat yang bisa dikenal dengan sistolit.

 

  • Sel Kipas / Bulliform

Beberapa selnya memiliki bentuk yang lumayan besar dari sel epidermis, vakuola besar, berlapis tipis, serta berisi air. Akibat dari sel kipas ialah supaya dapat membuka atau menutup daun (daun yang melipat).

Baca Juga  √ Perbedaan DNA dan RNA : Pengertian, Struktur dan Fungsinya Lengkap

 

  • Stomata

Stomata ialah akses sel penutupnya. Sel penutup ialah kedua sel yang memiliki bentuk khusus untuk menyelimuti celah. Stomata terdapat pada daun, rhizome, batang, perhiasan bunga, bakal buah, serta biji.

Letak stomata berada sejajar di permukaan epidermis ataupun tenggelam. Trikoma ialah tonjolan epidermis yang terpisah dari satu sel atau lebih yang digunakan sebagai tanda taksonomi familia.

Efek trikoma pada tumbuhan ialah sebagai penjaga dari gangguan yang muncul dari luar serta mempersulit suatu penguapan.

 

  • Trikoma

Triokoma ialah tonjolan epidermis yang terdiri dari 1 sel atau lebih yang digunakan sebagai ciri taksonomi familia. Trikoma berfungsi pada tumbuhan antara lain sebagai pelindung dari gangguan yang muncul dari luar dan juga mengurangi penguapan.

 


 

Jenis Jaringan Epidermis

 

  • Vakuola ukuran besar bisa mengandung antosianin.
  • Susunan sel rapat tidak ada ruang antar sel.
  • Dinding sel beragam, tergantung dari posisi dan jenis tumbuhannya.
  • Terkandung sitoplasma yang hidup dan terkandung kristal garam, silikat, dan garam minyak.
  • Tanpa berkloroplas, terkecuali di bagian sel pelindung, dalam hidrofit dan tumbuhan di bawah perlindungan.

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai jaringan epidermis. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Jaringan Epidermis : Pengertian, Ciri, Fungsi, Bentuk dan Jenisnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya