Siklus Hidup Kecoa

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang siklus hidup kecoa. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Siklus Hidup Kecoa : Pengertian dan Fasenya Terlengkap


Pengertian Kecoa

Kecoak, lipas, atau coro merupakan serangga (kelas Insecta) dari ordo Blattodea yang kurang lebih terdiri dari 3.500 spesies dalam 6 famili. Kecoa ini ada dihampir di seluruh belahan bumi, kecuali di wilayah kutub.

Di antara spesies yang paling terkenal ialah kecoak amerika, Periplaneta americana, yang mempunyai panjang 3 cm, kecoak jerman, Blattella germanica, dengan panjang ±1½ cm, dan kecoak asia, Blattella asahinai, juga dengan panjang sekitar 1½ cm. Kecoak sering diduga sebagai hama dalam bangunan, meskipun hanya sedikit dari ribuan spesies kecoak yang termasuk dalam kategori ini.


Siklus Hidup Kecoa

  • Fase Telur

Daur hidup yang pertama bagi kecoa yakni fase telur. Kecoa sendiri termasuk kedalam daur hidup tidak sempurna, maksudnya sebab hanya melewati 3 fase saja selama hidupnya.

Telur kecoa memiliki warna coklat serta mempunyai bentuk yang menyerupai kapsul, akan tetapi dengan ukuran yang sangat kecil. Umumnya hewan ini akan menempatkan telurnya ditempat yang sangat kotor atau kumuh.

Tekstur telur kecoa mempunyai cangkang yang kuat dan tidak mudah pecah. Selain itu, terdapat cairan yang membuat telur – telur kecoa menjadi melekat


  • Fase Nimfa

Fase selanjutnya ialah fase nimfa, dimana dalam fase ini berlangsung sesudah telur menetas. Bentuk tubuh nimfa kecil dan mempunyai warna yang agak putih.

Sesudah itu, nimfa akan bergerak dan akan mengalami perubahan warna kulit menjadi warna sedikit coklat.

Baca Juga  Struktur Trakea

Hampir disemua makhluk hidup yang masuk kedalam fase nimfa atau larva menjadi sangat rentan. Sebab keadaan mereka belum sepenuhnya kuat dan organ – organ yang lain belum terbentuk sempurna.


  • Fase Dewasa

Fase terakhir dari kecoa ialah fase dewasa. Dalam fase ini, kecoa bisa terbang sebab mempunyai sayap.

Perbedaan saat menjadi nimfa ialah bentuk tubuh yang relatif lebih besar. Selain itu, fase dewasa ini kecoa bisa hidup secara mandiri serta siap untuk melakukan perkawinan kepada lawan jenisnya.


Jenis – Jenis Kecoa

Ada lebih dari 4000 Spesies Kecoa yang berbeda-beda, dan hanya sekitar 40 Spesies kecoa yang dianggap hama, sedangkan Spesies Kecoa yang lainnya, dapat berguna di dalam lingkungan, berikut ini merupakan jenis-jenis Kecoa yang terdapat di Indonesia :


  • Kecoa Amerika

Kecoa Amerika atau Periplaneta Americana. Kecoa dewasa Amerika ini memiliki  warna cokelat kemerahan mengkilap, dengan warna garis kuning pada bagian belakang kepala, serta mempunyai ukuran panjang sekitar 35-40 mm.

Sebagian besar Kecoa Betina Amerika ini bisa memproduksi sampai 10-90 butir telur (Ootheca), dan setiap Ootheca mengandung 14-28 butir telur.

Jenis Kecoa ini termasuk Spesies Kecoa dengan Ekosistem hidup pada rumah-rumah, dan lebih memilih untuk bersembunyi pada tempat yang lembab dan hangat, seperti kamar mandi atau saluran pembuangan.


  • Kecoa Jerman

Kecoa Jerman atau dalam Bahasa Latin, yaitu Blatella Germanica, termasuk salah satu jenis Kecoa yang memiliki ukuran paling kecil. Kecoa Jerman ini mempunyai bentuk tubuh yang lebar serta pipih, dengan ukuran panjang sekitar 10-15 mm.

Kecoa Jerman Betina ini rata-rata bisa memproduksi 4-9 Ootheca, dan setiap Ootheca mengandung 37-44 butir telur. Jenis Kecoa satu ini pada umumnya, sering dijumpai pada daerah-daerah terdapat pengolahan makanan.

Baca Juga  Struktur Lambung

Kecoa Jerman ini umumnya bersembunyi pada celah-celah atau retakan pada dinding, dengan suhu yang lembab dan hangat, seperti pada belakang lemari es atau kompor, bak cuci baju dan lemari dapur.


Fakta Mengenai Kecoa yang Mengejutkan

  • Kecoa bisa terbang

Kecoa mempunyai sayap yang bisa digunakan untuk terbang, umumnya kecoa akan terbang saat mendesak saja seperti pada saat ada predator atau dirinya merasa dalam bahaya. Kecoa juga akan terbang pada saat suhu udara panas.


  • Kecoa menjadi salah satu penyebab global warming

Kecoa rata-rata akan kentut setiap 15 menit sekali. Kentut kecoa berupa gas metana bahkan kecoa akan tetap buang angin pada saat dirinya mati sampai 18 jam lamanya. Dengan jumlah kecoa yang ada di dunia ini bisa dibayangkan berapa banyak gas metana yang berada di bumi dan menjadi salah satu penyebab utama rusaknya lapisan ozon dan memberikan dampak pecemaran udara.


  • Mati telentang

Kecoa akan mati saat dirinya telentang sebab koordinasi otot di dalam tubuhnya tidak dapat berfungsi atau berhenti sehingga kecoa akan mati dalam kondisi telentang.


  • Mampu hidup tanpa kepala

Kecoa bisa hidup tanpa kepala hal ini diakibatkan kecoa bernafas menggunakan ventilator di dalam tubuhnya dan kepala bukan merupakan organ yang sangat vital sehingga kecoa bisa hidup sampai 7 hari tanpa kepalanya.


  • Kecoa penyebab asma

Kecoa akan memproduksi serbuk-serbuk halus yang akan masuk kedalam saluran pernafasan dan mengakibatkan sesak nafas atau asma.


  • Kecoa sebagai penular penyakit

Di dalam tubuh kecoa ada serangga pathogen (merugikan atau bahaya) seperti streptococcus, salmonella serta jenis bakteri pathogen lainnya yang bisa mengakibatkan berbagai penyakit seperti tipus, diare, disentri, polio, cholera, hepatitis A dan demam.

Baca Juga  Jenis - Jenis Akar

Hal tersebut disebabkan kecoa suka tinggal dalam lingkungan yang kotor maka berbagai bakteri dan virus yang berbahaya sementara kecoa juga kerap kali masuk dalam rumah dan selanjutnya bakteri dan virus tersebut masuk ke dalam rumah mengendap di lantai atau makanan jadi akan mudah menularkan penyakit.

Kecoa mempunyai peran dalam menularkan penyakit antara lain sebagai inang beberapa cacing di dalam tubuhnya yang mengakibatkan reaksi gatal dan penyakit kulit pada manusia.


Demikianlah bahasan kita mengenai siklus hidup kecoa. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Siklus Hidup Kecoa : Pengertian & Fasenya Secara Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya