Macam – Macam Bintang

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang bintang. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Bintang : Pengertian, Ciri, Klasifikasi dan Contohnya Lengkap


Pengertian Bintang

Bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya. Ada bintang semu dan bintang nyata. Bintang semu merupakan bintang yang tidak menciptakan cahaya sendiri, namun memantulkan cahaya yang diterima dari bintang lain. Bintang nyata merupakan bintang yang menciptakan cahaya sendiri.


Ciri – Ciri Bintang

  • Diameter Bintang

Dikarenakan jaraknya yang luar biasa jauh dari matahari semua bintang “kecuali matahari yang jaraknya paling dekat”, nampak seperti titik-titik kecil jika dilihat dari bumi dengan mata telanjang. Namun ukuran sebenarnya dari bintang sangatlah beragam, terdapat bintang yang ukurannya hanya 20-40 km, ada pula yang ukurannya mencapai 900 juta km.


  • Kinematika “Pergerakan” Bintang

Pengamatan kinematika bintang umumnya dinilai dengan kecepatan radialnya mengarah atau menjauhi matahari dan pergeserannya secara melintang, melalui informasi ini maka ilmuan bisa mengetahui asal mula, umur, bahkan struktur dan evolusi bintang serta galaksi di sekitarnya.


  • Komposisi Bintang

Bintang bintang yang berada digalaksi kita massanya terdiri dari sekitar 71% hidrogen dan 27% helium serta sisanya biasa yakni molekul yang lebih berat. Sebab unsur-unsur berat terus bertambah di awan molekul “tempat terbentuknya bintang”, maka unsur yang dimiliki suatu bintang menjadi faktor penting untuk mengetahui umur bintang tersebut, selain itu unsur yang dimiliki suatu bintang bisa membagikan informasi tentang sistem planet pada bintang tersebut.


  • Massa Bintang

Massa dari bintang juga sangat beragam yang pasti suatu benda bisa dikatakan bintang jika ia menciptakan cahayanya sendiri dan mempunyai massa 0,08-200 kali massa matahari, salah satu bintang yang paling massive yakni Eta Carinae, Massanya 100-150 kali massa matahari.


  • Struktur Inti Bintang

Suatu bintang akan terbentuk jika mempunyai bagian inti yang setimbang secara hidrostatis, kesetimbangan hidrostatis iniberlangsung pada saat tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam, selain ada dalam kesetimbangan hidrostatis, inti bintang juga bisa mempertahankan keseimbangan termal “suhu”.


  • Medan Magnet Bintang

Medan magnet bintang diciptakan dari bagian inti bintang, dimana berlangsungnya gerakan plasma yang berfungsi seperti sebuah dinamo. Medan magnet yang diciptakan tersebut akan meliputi seluruh bintang, massa kandungan bintang dan aktivitas pada permukaan sebuah bintang merupakan faktor yang menentukan kekuatan dari medan magnet yang dimiliki bintang tersebut.

Baca Juga  Karakteristik Matahari

  • Rotasi Bintang

Alat yang dilakukan guna mengukur laju rotasi sebuah bintang dinamai Spektroskopi, cara lain yang juga sering digunakan ialah sengan mengamati laju rotasi bintik bintang. Bintang yang lebih muda umumnya mempunyai laju rotasi yang lebih cepat daripada bintang yang lebih tua, medan magnet dan angin bintang akan mempengaruhi laju rotasi bintang tersebut.


  • Suhu Bintang

Suhu permukaan suatu bintang akan ditentukan oleh energi di intinya, umumnya suhu suatu bintang ini diperkirakan dari indeks warna bintang, bintang masif umumnya mempunyai suhu sampai 50.000 derajat celcius.


  • Umur Bintang

Umur bintang yang banyak dijumpai saat ini biasanya yakni 1-10 milyar tahun, ada bintang yang mungkin lebih tua sedikit, ada pula yang lebih muda. Perkiraan umur sebuah bintang bisa dilihat dari massanya umumnya semakin tinggi massa sebuah bintang maka semakin muda bintang tersebut.


Proses Pembentukan Bintang

Proses awal terbentuknya bintang dimulai dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul. Gangguan tersebut umumnya dipicu oleh gelombang supernova akibat benturan 2 galaksi. Ketidakstabilan gravitasi tersebut akan membentuk awan yang massanya dapat mencapai ribuan kali massa Matahari menjadi runtuh dengan gaya gravitasinya sendiri.

Bintang bintang ini terbentuk secara berkelompok sebab awan molekul yang runtuh sangatlah besar, kemudian barulah mereka terpecah menjadi konglomerasi individual. Lambat laun bintang itu akan semakin bertambah kerapatannya. Pada proses tersebut energi gravitasi akan diubah menjadi energi panas hingga meningkatkan temperaturnya.

Sewaktu tercapainya kesetimbangan hidrostatik, maka suatu protobintang akan terbentuk di intinya. Sewaktu peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai angka 10 juta Kelvin, maka hidrogen di inti akan menjadi helium dalam sebuah reaksi termonuklir. Proses tersebut terjadi selama puluhan juta tahun.

Apabila kandungan hidrogen di inti bintang habis, maka inti itu akan mengecil dan megeluarkan energi panas serta memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar yang masih mengandung banyak hidrogen tersebut akan mengembang serta warnanya menjadi merah.

Seiring berjalannya waktu bintang itu akan menjadi bintang super raksasa merah kemudian membentuk nova sampai akhirnya ia hancur. Bintang yang hancur ini bisa berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam, tergantung terhadap kondisinya.


Sistem Penamaan Bintang

Sistem penamaan bintang terjadi perkembangan dari masa ke masa. Secara garis besar terdapat 3 sistem penamaan bintang yang dipercayai hingga saat ini, yaitu sistem penamaan Bayer, sistem penamaan menurut IAU, dan sistem penamaan sesuai koordinat. Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga  Jenis - Jenis Komet

  • Sistem Penamaan Bayer

Sebagian bintang sudah diberi nama sejak zaman dahulu yang berasal dari kebudayaan kuno. Sebagai contoh semua rasi bintang diberikan nama Latin, namun nama-nama bintang di dalamnya kebanyakan berasal dari bahasa Arab. Nama-nama tradisional seperti Sirius, Rigel, Vega, Arcturus, dan lain-lain hanya digunakan untuk bintang-bintang yang sangat terang, yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

Bintang-bintang lainnya lebih sering dinamai sesuai dengan Penamaan Bayer. Penemunya, Johann Bayer, memperkenalkan sistem penamaan bintang dengan menggunakan abjad Yunani. Contohnya Alpha Canis Majoris, Alpha Centauri, Beta Aquarii, Beta Cassiopeiae, dan lain-lain.


  • Sistem Penamaan IAU

IAU atau International Astronomical Union merupakan lembaga internasional yang bertugas untuk menamai benda-benda langit, baik itu bintang, planet, maupun objek langit lainnya. Apabila menemukan sebuah bintang baru dan ingin menamai bintang tersebut dengan nama kalian, maka harus didaftarkan dulu ke IAU.

Aka tetapi perlu kalian ketahui bahwa IAU tidak pernah membuka kesempatan bagi siapapun untuk menamai bintang sesuai nama penemunya. IAU berpendapat bahwa para astronom lebih baik fokus untuk mempelajari bintang serta benda langit lainnya dibandingkan pusing mencara nama yang cocok.


  • Sistem Penamaan Koordinat

Sistem penamaan bintang yang terakhir yakni berdasarkan letak koordinatnya. Contohnya nama bintang yang hanya berbentuk jajaran kode huruf dan angka seperti EBLM J0555-57Ab. Bintang ini merupakan bintang redup sekaligus bintang terkecil di jagad raya.

Deretan angka dan huruf pada nama bintang tersebut bukan sekadar angka atau huruf asal, namun merupakan posisi titik koordinat bintang itu di langit. Mengapa tidak diberi nama yang mudah diingat seperti Canopus, Bellatrix, atau Polaris?

Menurut IAU, bintang diberi nama-nama seperti itu digunakan untuk  memudahkan para astronom dalam menemukan bintang-bintang tersebut dalam daftar yang berisi jutaan bintang.


Klasifikasi Bintang

1. Berdasarkan efek luminosistas suatu bintang dalam garis spektrumnya, bintang bisa dibagi menjadi :

  • 0 (Maha Maha Raksasa)
  • I (Maharaksasa)
  • II (Raksasa Terang)
  • III (Raksasa)
  • IV (Sub-Raksasa)
  • V (Deret Utama)
  • VI (Sub-Katai)
  • VII (Katai Putih)

2. Berdasarkan Suhunya, bintang bisa dibagi menjadi :

  • O (Lebih dari 33.000 derajat Kelvin)
  • B (10.500 – 30.000 derajat Kelvin)
  • A (7.500 – 10.000 derajat Kelvin)
  • F (6.000 – 7.200 derajat Kelvin)
  • G (5.500 – 6.000 derajat Kelvin)
  • K (4.000 – 5.200 derajat Kelvin)
  • M (2.600 – 3.850 derajat Kelvin)
Baca Juga  Pelapukan Kimiawi


Contoh Bintang

1. Alpha Centauri

Alpha Centauri dikenal juga sebagai Rigil Kentaurus ialah bintang paling cerah dalam rasi Centaurus. Meskipun bentuknya itu seperti satu titik jika dilihat dengan menggunakan mata telanjang, bintang ini aslinya mempunyai 3 komponen bintang.

Diantaranya yaitu :

  • Alpha Centauri A (α Cen A)
  • Alpha Centauri B (α Cen B
  • Proxima Centauri (α Cen C)

Alpha Centauri merupakan sistem bintang terdekat dari Bumi, dengan jarak 4,2 hingga 4,4 tahun cahaya.


2. Wolf 359

Wolf 359 ialah salah satu jenis bintang katai merah yang posisinya itu di konstelasi Leo, dan dekat ekliptika. Yang berjarak itu sekitar 7,8 tahun cahaya dari Bumi, serta mempunyai magnitudo tampak sebesar 13,5 serta hanya dapat dilihat dengan teleskop besar.

Wolf 359 ini merupakan salah satu bintang terdekat dengan tata surya kita, sesudah Alpha Centauri, Proxima Centauri, serta bintang Barnard. oleh sebab dekatnya pada Bumi ini menyebabkan Bintang tersebut banyak disebut di dalam beberapa karya fiksi.


3. Lalande 21185

Lalande 21185 ialah sebuah bintang merah kecil di konstelasi Ursa Major. Yang berjarak sekitar 8,3 tahun cahaya dari Bumi. Meskipun relatif dekat, tetapi demikian terlalu redup apabila dilihat dengan mata telanjang.

Di dalam waktu sekitar 19.900 tahun, Lalande 21185 ini akan berada pada jarak terdekatnya sekitar 4,65 ly (1,43 pc) dari Matahari.


4. Sirius

Sirius merupakan suatu bintang paling terang di langit malam yang terletak di rasi Canis Major. Sirius ini bisa dilihat nyaris di semua tempat di permukaan Bumi kecuali oleh orang-orang yang tinggal pada lintang di atas 73,284° utara. Sirius ini merupakan salah satu sistem bintang terdekat dengan Bumi pada jarak 2,6 parsec atau 8,6 tahun cahaya.


Demikianlah bahasan kita mengenai bintang. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Macam – Macam Bintang : Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Proses & Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya