Jenis – Jenis Awan

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang awan. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Awan : Pengertian, Pembentukan, Faktor dan Jenisnya Lengkap


Pengertian Awan

Awan merupakan massa yang bisa dilihat dari tetesan air atau kristal beku tergantung di atmosfer di atas permukaan bumi atau permukaan planet lain. Awan juga massa terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang dinamai awan antar bintang dan nebula.

Di Bumi substansi umumnya presipitasi uap air. Dengan bantuan partikel higroskopis udara seperti debu dan garam dari laut, tetesan air kecil terbentuk pada ketinggian rendah serta kristal es pada ketinggian tinggi jika udara didinginkan jadi jenuh oleh konvektif lokal atau lebih besar membawa non-konvektif skala.

Pada beberapa soal, awan tinggi mungkin sebagian terdiri atas tetesan air superdingin. Tetesan dan kristal umumnya memiliki diameter sekitar 0,01 mm (0,00039 in). Paling umum dari pemanasan matahari di siang hari dari udara pada tingkat permukaan, angkat frontal yang memaksa massa udara lebih hangat akan naik lebih ke atas dan membawa orografik udara di atas gunung. Pada saat udara naik, mengembang sehingga tekanan berkurang.

Proses ini membebaskan energi yang mengakibatkan udara dingin. Pada saat dikelilingi oleh milyaran tetesan lain atau kristal mereka menjadi terlihat sebagai awan. Dengan tidak adanya inti kondensasi, udara menjadi jenuh dan pembentukan awan jadi terhambat. dalam awan padat memperlihatkan pantulan tinggi (70% sampai 95%) di seluruh awan terlihat berbagai panjang gelombang, sehingga nampak putih, di atas.

Tetesan embun (titik-titik air) cenderung efisien menyebarkan cahaya, sehingga intensitas radiasi matahari berkurang dengan kedalaman arah ke gas, maka warna abu-abu atau bahkan gelap seringkali nampak di dasar awan. Awan tipis mungkin tampak sudah mendapatkan warna dari lingkungan mereka atau latar belakang dan awan diterangi oleh cahaya non-putih, seperti pada saat matahari terbit atau terbenam, mungkin tampak berwarna sesuai. Awan terlihat lebih gelap di dekat-inframerah sebab air menyerap radiasi matahari pada saat- panjang gelombang.


Proses Terbentuknya Awan

Pada saat udara semakin panas, maka massa uap air akan menguap naik mengarah atmosfer maka mencapai kelembapan yang tepat pada ketinggian tertentu. Semakin tinggi suatu wilayah maka tekanan udaranya semakin kecil, gesekan antar molekul semakin berkurang jadi suhunya semakin rendah (makin dingin). Oleh sebab itu sewaktu mencapai suatu ketinggian tertentu, uap air ini mengalami proses kondensasi (pemadatan) menjadi titik – titik air karena pengaruh suhu yang semakin dingin dan kelembapan atmosfer.

Baca Juga  √ Biosfer : Pengertian, Jenis, Faktor dan Karakteristiknya Lengkap

Lambat laun akan semakin banyak uap air yang datang dan semakin besar awan yang terbentuk. Sesudah mencapai ketinggian tertentu, sekumpulan uap air ini akan mengalami proses menjadi titik titik air sebab suhu yang semakin rendah. Titik air yang lebih berat dari uap air ini akan membuatnya jatuh ke bawah sebab tarikan gravitasi bumi. Titik titik air yang jatuh inilah yang dinamai hujan.

Tidak semua awan akan berubah menjadi hujan. Bisa jadi sebelum menjadi hujan, awan tersebut bertemu dengan udara panah maka mengakibatkannya menjadi uap air yang lenyap atau diterbangkan angin ke arah lainnya.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Awan

A. Angin

Angin yang tinggi, terjadi evaporasi yang besar maka akan mempercepat terbentuknya awan.


B. Tekanan udara

Dengan adanya pergerakan tekanan udara yang dimunculkan maka akan mempengaruhi pergerakan awan.


C. Kelembaban udara

Semakin tinggi kelembaban udara, maka awan akan terlihat semakin mendung.


D. Wujud Awan

Wujud atau bentuk awan sangat tergantung dengan beberapa hal berikut ini :

  • Massa udara

Massa udara ialah sekelompok udara yang menempati suatu daerah yang luas yang mempunyai suhu, kelembaban, dan kerapatan yang sama. Massa udara dibagi menjadi 2 yaitu :

» Massa udara labil : akan membentuk awan yang bertimbun-timbun, bergulung-gulung, yang nampak seperti menara atau bunga kol. Contohnya awan Cumulus.
» Massa udara yang stabilakan mengakibatkan awan rata / datar, lembaran. Contohnya awan Stratus.


  • Suhu awan

Awan panas dengan suhu lebih besar dari 0C contohnya awan Cumulus.
Awan dingin dengan suhu lebih kecil dari 0C contohnya awan Stratus.


  • Gerak udara

Apabila di atas angin lemah dan di bawah kuat.
Apabila di atas angin kuat dan di bawah lemah.
Apabila angin pada umumnya lemah, baik di atas maupun di bawah dan kalau anginnya kuat, awan akan terberai atau hilang.


Berat Awan

Peneliti dari NCFAR (National Center for Atmospheric Research), Penemuan berat awan dikemukakan oleh salah satu peneliti tersbut, dalam penelitian nya, terdapat beberapa cara/teknik nih untuk mengukur berat awan.

Para ilmuwan juga sudah mengukur kepadatan air dari salah satu jenis awan cumulus (berwarna putih, seperti bulu yang dilihat saat cerah). Kepadatan awan diperkirakan ½ gram per m2, kepadatan ini jumlahnya berbeda-beda juga disesuaikan pada jenis awan. Ilmuwan mengukur ini dengan odometer dengan Cara mengikuti bayangan awan dengan berkendara di bawah awan tersebut, untuk awan cumulus memiliki panjang sekitar satu kilometerdan umumnya berbentuk kubus jadi tingginya juga 1 km juga. Dengan begitu volume awan bisa diketahui dengan perikiraan angka 1 juta m3.

Baca Juga  √ Pelapukan : Pengertian, Jenis, Faktor, Dampak dan Contohnya Lengkap

Dengan cara mengukur kepadatan dan volume, maka secara matematis kadar air total awan bisa diketahui guys (sekitar 500.000.000 gram air atau sekitar 1.1 juta pound) Supaya lebih mudah, berat awan bisa dianalogikan sebanyak 100 gajah.


Jenis – Jenis Awan

1. Berdasarkan Awan Tinggi

Berdasarkan awan tinggi, terdapat 3 jenis awan yakni :

A. Awan Sirrus

Awan Sirrus dibedakan menjadi 4 bagian yakni :

  • Ini pemecah halus, dan terorganisir seperti pada serat dan dibentuk seperti bulu burung. Awan juga sering disusun seperti strip ditekuk di langit, jadi bisa membuat nampak untuk bertemu di mungkin beberapa berfokus skyline,
  • Awan yang ini tidak membawa hujan.
  • Awan ini dibentuk dari air halbor kemudian dibawa pada suhu berlebihan dingin di iklim.
  • Sirus awan ini ditiup didih lebih timuran angin. Kabut ini putih tanpa pinggiran yang jelas.

B. Awan Cirrostratus

Awan cirrostratus dibedakan menjadi 2 bagian yakni :

  • Dibentuk seperti kelembu putih halus serta bisa menyebarkan seluruh langit yang terlihat indah, juga bisa nampak seperti tenunan sporadis dibentuk.
  • Awan ini tambahan yang mengakibatkan putaran lingkaran di sekitar matahari dan bulan yang untuk sebagian besar akan berlangsung pada musim kemarau.

C. Awan Sirokumulus

  • Awan ini dibentuk seperti terputus serta penuh dengan es permata frame sebagai pengumpulan domba dan sering membuat suatu bayangan.

2. Berdasarkan Awan Menengah

Berdasarkan awan menengah, terdapat 2 jenis awan yakni :

A. Awan Altocumulus

Awan altocumulus dibedakan menjadi 4 bagian yakni :

  • Awan ini sedikit, akan tetapi beraneka ragam.
  • Awan altocumulus gelap atau putih akan nampak saat matahari terbenam.
  • Biasanya ini dibentuk seperti bola yang sedikit tebal. Kabut ini juga sering berkumpul dan tetangga timbul sebagai salah satu.
  • Setiap komponen dari masing-masing jelas akan dihapuskan aantara satu sama lain dengan shading keputihan serta gelap yang mengakui dari Sirokumulus.

B. Awan Altostratus

Awan altostratus dibedakan menjadi 3 bagian yakni :

  • Awan altostratus ini berbayang berwarna abu-abu serta melingkupi hampir seluruh langit.
  • Awan ini juga menciptakan hujan dalam hal itu cukup tebal.
  • Selama awan dibingkai saat matahari terbenam dan pada malam hari dan akan hilang pada saat matahari terbit pada jam muda di pagi hari.
Baca Juga  √ Listrik Statis : Pengertian, Proses, Rumus dan Contohnya Lengkap

3. Berdasarkan Awan Rendah

Awan ini berada pada ketinggian di bawah 3 km, masuk dalam kategori awan rendah yang memiliki 3 jenis yakni :

A. Awan stratocumulus

  • Awan ini dibentuk seperti bola yang sering menyebar seluruh zona langit, maka akan nampak bahwa gelombang.
  • Lapisan awan tipis dan tidak menghasilkan hujan.
  • Awan ini gelap / putih yang berlangsung terhadap sore dan malam hari pada saat lingkungan stabil.

B. Awan Stratus

  • Awan ini luaas rendah dan sangat. Tallness bawah 2.000 m.
  • Lapisan lebar, contohnya, awan dan berlapis.

C. Awan Nimbostratus

  • Bentuknya tidak konsisten dengan usang tepi.
  • Di Indonesia, awan ini hanya mengakibatkan mandi.
  • Awan ini langit kusam putih serta penyebarannyaa benar-benar luas.

4. Berdasarkan Awan Dengan Pengembangan Vertikal

Awan ini berada di antara 500-1500 m, yang ideal dengan awan dengan peningkatan vertikal, yakni :

A. Awan Cumulus

Awan tebal dengan puncak yang sedikit tinggi. Tandan jelas gelap atau cahaya putih yang tampak seperti bola kapas meluncur, kerangka tajam awan terbentuk dan basis tingkat.
Penting tallness awan oleh dan besar 1.000 m dan lebar 1 km.


B. Awan Kumulonimbus

  • Putih / kusam.
  • Berada di ketinggian ± 1000 kaki dan bagian atas mempunyai ketinggian l± 3500 kaki. Kabut ini alasan hujan dengan petir dan guntur.
  • Awan ini tegas bisa dikenali dengan curah hujan yang luar biasa, petir, tornado, dan prahara laut.

Sedangkan, dalam pandangan bentuknya, Awan terisolasi menjadi 3, khususnya :

  • Cumulus : untuk lebih istimewa bahwa bentuknyaa awan rumit.
  • Stratus : kabut yang sedikit dan luas secara adil sehingga dijamin langit.
  • Sirrus : khususnya sebagai pemecah halus dan benang seperti duri ayam. Awan ini mungkin tidak membawa hujan.

Demikianlah bahasan kita mengenai awan. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Jenis – Jenis Awan : Pengertian, Pembentukan & Faktornya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya