Jenis – Jenis Kondensasi

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang kondensasi Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Kondensasi : Pengertian, Jenis, Proses, Dampak dan Contohnya Lengkap


Pengertian Kondensasi

Kondensasi atau pengembunan merupakan perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat, seperti gas (atau uap) menjadi cairan. Kondensasi bisa terjadi sewaktu uap yang didinginkan menjadi cairan, namun bisa juga terjadi jika sebuah uap dikompresi (yakni, tekanan ditingkatkan) menjadi cairan, atau mendapati kombinasi dari pendinginan dan kompresi.

Cairan yang sudah terkondensasi dari uap dinamai kondensat. Sebuah alat yang digunakan untuk mengkondensasi uap menjadi cairan dinamai kondenser. Kondenser juga ialah sebuah pendingin atau penukar panas yang dipergunakan untuk bermacam tujuan, mempunyai rancangan yang beragam, dan banyak ukurannya dari yang bisa digenggam sampai yang sangat besar.

Kondensasi uap menjadi cairan ialah lawan dari penguapan (evaporasi) dan merupakan proses eksothermik (melepas panas). Air yang tampak di luar gelas air yang dingin pada hari yang panas ialah kondensasi.


Jenis Kondensasi

Kondensasi bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu kondensasi eksterior dan juga kondensasi interior.

  • Kondensasi eksterior

Kondensasi eksterior bisa berlangsung pada saat udara lembab menyentuh di permukaan yang dingin seperti kaca. Kondensasi akan terjadi jika suhu permukaan itu berada di bawah titik embun udara.
Titik embun udara ialah suhu atau temperatur yang mana uap air pada udara mengembun sertaberubah menjadi air dengan kecepatan yang sama pada kecepatan air itu menguap, dengan tekanan udara konstan. Kondensasi seperti tersebut biasa nampak pada saat malam hari yang dingin dengan diikuti siang hari yang hangat.

Baca Juga  Fungsi Diafragma

  • Kondensasi interior

Kondensasi interior dapat berlangsung apabila kelembaban udara yang terlalu berlebihan pada suatu ruangan tertutup.

Kelembaban udara berlebihan ini kadang mengakibatkan pengembunan di kaca jendela. Banyaknya pengembunan yang berbanding lurus dengan semakin banyaknya udara yang hangat dalam ruang. Semakin banyak udara yang hangat maka akan semakin banyak juga uap air yang dimiliki, sehingga menjadi semakin banyak juga pengembunan yang terjadi dalam permukaan.


Proses Kondensasi

Kondensasi merupakan suatu peristiwa perubahan wujud zat dari gas menjadi cair. Kondensasi bisa dibagi menjadi 2 jenis, yakni kondensasi eksterior dan kondensasi interior. Kondensasi eksterior berlangsung pada saat udara lembab menyentuh permukaan dingin seperti kaca. Kondensasi akan terjadi apabila suhu permukaan tersebut berada di bawah titik embun udara (dew point).

Titik embun udara sendiri merupakan suhu yang dimana uap air di udara yang mengembun menjadi air pada kecepatan yang sama seperti kecepatan air itu menguap, pada tekanan udara konstan. Kondensasi seperti ini biasa nampak pada malam hari yang dingin diikuti dengan siang hari yang hangat.

Di sisi lain, kondensasi interior bisa berlangsung pada saat kelembaban udara terlalu berlebihan dalam suatu ruang tertutup. Kelembaban udara yang berlebihan ini biasa mengakibatkan pengembunan pada kaca jendela.

Banyaknya pengembunan sama dengan banyaknya udara hangat dalam ruang. Semakin banyak udara hangat maka semakin banyak juga uap air yang dimiliki, sehingga semakin banyak pula pengembunan yang akan terjadi pada permukaan.


Dampak Kondensasi

Pada umumnya Kondensasi merupakan salah satu penyebab yang sangat besar untuk berlangsungnya korsleting, sebab dengan adanya kondensasi akan menghasilkan embun air di dalam board unit yang bisa mengakibatkan bad contact pada sebuah alat atau yang lebih gawatnya mengakibatkan korsleting.

Baca Juga  Proses Glikolisis

Oleh karena itu, temperature yang disarankan guna suhu ruangan tempat pada alat medis terkadang kisaran 17 0C – 20 ˚C, bahkan untuk ruang control panel pada suatu unit besar contohnya seperti CT Scan maupun MRI tentu memerlukan pemantauan suhu khusus walaupun sudah dilengkapi menggunakan exhaust ruangan maupun cooler packet dalam unit.

Perpindahan suhu dengan terlalu drastis contohnya seperti dari suhu yang sangat dingin sekali, 16 ˚C mengarah ke suhu ruangan yang jauh lebih panas misalnya seperti 23 ˚C kemungkinan terdapat embun air yang terjadi, yang dikarenakan hal tersebut.

Faktor yang menjadi penentu terjadinya kondensasi dalam alat medis ialah :

  • Berlangsungnya Perpindahan suhu ruangan secara drastis
  • Design ruangan, yaitu batas antara suhu di dalam serta di luar ruangan
  • Design atau bahan cover alat medis
  • Gudang penyimpanan

Contoh Kondensasi

Salah satu contoh kondensasi ialah embun. Embun merupakan uap air di udara yang terkondensasi secara alami pada permukaan yang dingin. Uap air hanya terkodensasi pada suatu permukaan sewaktu permukaan tersebut lebih dingin dibandingkan titik embunya, atau uap air tersebut sudah mencapai keseimpangan udara, seperti kelembapan jenuh. Titik embun udara ialah temperatur yang harus dicapai supaya mulai berlangsung kondensasi di udara.

Dengan demikian, embun merupakan air dalam bentuk tetesan yang muncul pada pemukaan tipis yang terpapar pada pagi atau sore hari dikarenakan kondensasi. Uap air di atmosfer akan mengembum menjadi tetesan tergantung pada suhu. Suhu tersebut akan membuat tetesan yang terbentuk air yang dinamai titik embun. Pada saat suhu permukaan yang terpapar turun, akhirnya mencapai titik embun, uap air di atmosfer mengembun membentuk tetesan kecil di permukaan.

Baca Juga  Jenis - Jenis Awan

Demikianlah bahasan kita mengenai kondensasi. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Jenis – Jenis Kondensasi : Pengertian, Proses, Dampak & Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya