Komponen Abiotik

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang abiotik. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

√ Abiotik : Pengertian, Komponen dan Fungsinya Lengkap


Pengertian Abiotik

Abiotik ialah salah satu komponen atau faktor didalam lingkungan. Komponen abiotik termasuk dalam segala sesuatu yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Pengertian komponen abiotik yang tepat ialah komponen lingkungan yang terdiri atas makhluk hidup, komponen lingkungan yang tersusun atas makhluk tak hidup, komponen lingkungan yang terdiri atas manusia dan tumbuhan, serta komponen lingkungan yang tersusun atas makhluk hidup dan makhluk tak hidup.


Komponen Abiotik

Komponen abiotik merupakan komponen tidak hidup yang berada pada sebuah ekosistem. Adanya komponen abiotik sangat menentukan apa saja jenis makhluk hidup yang dapat tinggal dan bertahan di sebuah lingkungan ekosistem tertentu.

Komponen abiotik berbentuk komponen fisik dan kimia yang termasuk medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan. Biasanya komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktu, dapat berupa bahan organik, senyawa organik, atau faktor yang mempengaruhi organisme di sebuah ekosistem.

Yang tergolong dalam komponen abiotik atau tak hidup dalam ekosistem antara lain sebagai berikut :

  • Air

Air merupakan salah satu komponen abiotik pembentuk ekosistem. Fungsi air sangatlah penting bagi makhluk hidup untuk dapat bertahan hidup. Air dibutuhkan hewan untuk memenuhi kebutuhan cairan. Tumbuhan juga membutuhkan air untuk proses fotosintesis. Bahkan organisme air seperti ikan dan rumput laut harus hidup di air supaya dapat tetap hidup.


  • Udara

Udara merupakan sekumpulan gas yang menyelimuti lapisan atmosfer bumi. Fungsi udara ini sebagai komponen abiotik penting sebab diperlukan oleh makhluk hidup. Kandungan oksigen dalam udara diperlukan manusia dan hewan untuk bernafas, sedangkan tumbuhan, sementara tumbuhan memerlukan CO2 untuk fotosintesis.

Baca Juga  Struktur RNA

  • Tanah

Tanah juga tergolong  komponen abiotik. Suatu tanah yang subur akan diduduki oleh beranekaragam organisme. Beberapa karakteristik tanah yang mencakup struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.


  • Suhu

Sebagai komponen abiotik, suhu sangat berpengaruh terhadap ekosistem. Suhu merupakan syarat yang dibutuhkan organisme supaya tetap hidup. Beberapa organisme tertentu pun harus menyesuaikan kisaran suhu tertentu supaya tetap bisa bertahan hidup.


  • Sinar Matahari

Sinar matahari sangat dibutuhkan oleh semua organisme untuk dapat hidup. Matahari ini memiliki fungsi bagi tumbuhan untuk melaksanakan proses fotosintesis. Manusia dan hewan juga memerlukan matahari untuk menghangatkan tubuh serta sebagai sumber penerangan.


  • Kelembaban

Tingkat kelembaban udara juga tergolong salah satu komponen abiotik. Tiap daerah mempunyai tingkat kelembaban udara yang berbeda, misalnya pada daerah pegunungan dengan daerah pantai. Hal ini mempengaruhi jenis organisme yang sanggup tinggal di dua daerah tersebut.


  • Iklim

Yang dimaksud iklim merupakan keadaan cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area dan daerah tertentu. Iklim makro mencakup iklim global, regional dan lokal. Sementara iklim mikro mencakup iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.


  • Topografi

Topografi merupakan letak suatu tempat dipandang dari ketinggian di atas permukaan air laut (altitude) atau dipandang dari garis bujur dan garis lintang (latitude). Topografi yang berbeda mengakibatkan perbedaan penerimaan intensitas cahaya, kelembaban, tekanan udara, dan suhu udara, sehingga topografi bisa menggambarkan distribusi makhluk hidup.

Sementara iklim merupakan keadaan cuaca rata-rata di suatu tempat yang luas dalam waktu yang lama (30 tahun), terbentuk oleh interaksi berbagai komponen abiotik seperti kelembaban udara,suhu, curah hujan, cahaya matahari, dan lain sebagainya. Iklim memiliki hubungan yang erat dengan komunitas tumbuhan dan kesuburan tanah. Misalnya ialah di daerah yang beriklim tropis, seperti Indonesia, memiliki hutan yang lebat dan kaya akan keanekaragaman hayati yang disebut hutan hujan tropis sedang kan di daerah subtropis hutan seperti itu tidak dijumpai.

Baca Juga  Faktor Pencemaran

Fungsi Abiotik

  • Berfungsi guna mendukung terbentuknya ekosistem.
  • Bisa jadi berpengaruh secara langsung maupun tidak langsung terhadap kelangsungan hidup serta reproduksi setiap makhluk hidup atau organisme.
  • Bisa mempengaruhi kesiapan makanan untuk hewan pemakan tumbuhan tersebut yang pada akhirnya mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem.
  • Dapat membentuk banyak ragam yang bisa dilihat di antara berbagai ekosistem.
  • Bisa menentukan organisme mana yang paling bisa bertahan hidup di suatu ekosistem tertentu.

Demikianlah bahasan kita mengenai abiotik. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Komponen Abiotik : Pengertian & Fungsinya Secara Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂


Baca Juga Artikel Lainnya