√ Polimer : Pengertian, Jenis, Sifat dan Reaksinya Lengkap

Diposting pada

√ Polimer : Pengertian, Jenis, Sifat dan Reaksinya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang polimer. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Polimer : Pengertian, Jenis, Sifat dan Reaksinya Lengkap
√ Polimer : Pengertian, Jenis, Sifat dan Reaksinya Lengkap

 


 

Pengertian Polimer

 

Suatu polimer merupakan rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang dinamai monomer. Walaupun biasanya merupakan organik (mempunyai rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer ialah plastik dan DNA.

Polimer didefinisikan sebagai substansi yang terdiri atas molekul-molekul yang melibatkan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Manusia sudah bertahun-tahun menggunakan polimer dalam bentuk minyak, aspal, damar, dan permen karet. Namun industri polimer modern awal berkembang pada masa revolusi industri.

Di akhir 1830-an, Charles Goodyear berhasil memproduksi sebentuk karet alami yang bermanfaat melalui proses yang dikenal sebagai “vulkanisasi”. 40 tahun kemudian, Celluloid (sebentuk plastik keras dari nitrocellulose) sukses dikomersialisasikan. ialah diperkenalkannya vinyl, neoprene, polystyrene serta nilon pada tahun 1930-an yang memulai ‘ledakan’ dalam penelitian polimer yang masih terjadi sampai sekarang.

 


 

Jenis – Jenis Polimer

 

1.Berdasarkan Asal Polimer

Berdasarkan asalnya, polimer dibagi ke dalam 2 jenis yaitu:

  • Polimer alam

Polimer yang tersedia secara alami di alam. Misalnya : karet alam (dari monomer-monomer 2-metil-1,3-butadiena/isoprena), selulosa (dari monomer-monomer glukosa), protein (dari monomer-monomer asam amino), amilum

 

  • Polimer sintetik

Polimer buatan hasil sintetis indukstri/pabrikan. Misalnya : nilon (dari asam adipat dengan heksametilena), PVC (dari vinil klorida), polietilena, poliester (dari diasil klorida dengan alkanadiol).

 

 

2.Berdasarkan monomer penyusunnya

  • Homopolimer
Baca Juga  √ Oksigen : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Sifatnya Lengkap

Polimer yang tersusun atas satu jenis monomer. Misalnya : polietilena (etena), polipropilena (propena), polistirena (stirena), PVC (vinil klorida), PVA (vinil asetat), poliisoprena (isoprena), dan PAN (akrilonitril).

 

  • Kopolimer

Polimer yang tersusun atas 2 jenis atau lebih monomer. Misalnya : nilon 6,6 (heksametilendiamina + asam adipat), dakron (asam tereftalat + etilena glikol), SBR (stirena + butadiena), dan ABS (akrilonitril + butadiena + stirena).

 

 

3.Berdasarkan Sifatnya

  • Termoplas

Termoplas merupakan suatu polimer yang melunak apabila sedang dipanaskan, serta bisa dicetak ulang menjadi bentuk lainnya. Hal ini diakibatkan karena struktur termoplas yang terdiri pada rantai-rantai panjang dan mempunyai gaya interaksi antar molekul lemah. Sifat lainnya dari termoplas yaitu ringan, kuat, dan transparan. Misalnya : termoplas yaitu polietilena, polipropilena, PET, dan PVC.

 

  • Termoset

Termoset merupakan suatu polimer yang sudah mempunyai bentuk permanen dan tidak bisa lunak apabila dipanaskan. Hal ini diakibatkan karena adanya banyak ikatan kovalen yang kuat pada rantai-rantai molekul. Pemanasan termoset akan suhu yang terlalu tinggi dapat mematahkan ikatan-ikatan rantainya dan bisa membuat termoset terbakar. Misalnya: termoset yaitu bakelit dan melamin.

 

  • Elastomer

Elastomer merupakan suatu polimer yang elastis, bentuknya bisa ditarik, namun bisa kembali pada bentuk semula pada saat menariknya dilepaskan. Hal ini diakibatkan karena struktur pada elastomer yang terdiri pada rantai-rantai yang saling menumpang yang adanya ikatan silang (cross-link) bisa menarik kembali rantai-rantai tersebut pada susunan awalnya. Misalnya : elastomer yaitu karet alam (poliisoprena) lalu karet sintetis SBR.

 


 

Sifat – Sifat Polimer

 

  • Ikatan silang antar rantai polimer

Ikatan silang antara rantai polimer ini mengakibatkan terjadinya jaringan yang kaku dan membentuk bahan yang keras. Apabila ikatan silang semakin banyak maka polimer semakin kaku serta mudah patah.

 

  • Sifat kristalinitas rantai polimer

Polimer berstruktur tidak teratur memiliki kristanilitas rendah dan bersifat amorf. Sedangkan polimer dengan struktur teratur mempunyai kristanilita tinggi maka lebih kuat dan lebih tahan terhadap bahan-bahan kimia dan enzim.

 

  • Panjang rata-rata rantai polimer

Kekuatan dan titik leleh naik dengan nambahnya panjang rantai polimer.

Baca Juga  Pengertian Kalimat Tunggal , Ciri - Ciri , Jenis dan Contoh Terlengkap

 

  • Gaya antarmolekul

Apabila gaya antar molekul pada rantai polimer besar maka polimer akan menjadi kuat dan sulit meleleh.

 

  • Percabangan

Rantai polimer yang bercabang ini banyak mempunyai daya tegang rendah serta mudah meleleh.

 


 

Reaksi Polimerisasi

 

Reaksi pembentukan polimer dari monomernya dinamakan reaksi polimerisasi. Reaksi polimerisasi dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

 

  • Polimerisasi adisi

Polimerisasi adisi biasanya terjadi pada monomer yang mempunyai ikatan rangkap. Biasanya monomer yang direaksikan dalam polimerisasi adisi ialah senyawa alkena dan turunannya. Dari reaksi polimerisasi adisi diperoleh polimer adisi sebagai produk tunggal.

Contoh reaksi polimerisasi adisi:

» Pembuatan polietilena (PE) dari etena
» Pembuatan PVC dari vinil klorida
» Pembuatan poliisoprena dari isoprena

 

  • Polimerisasi kondensasi

Polimerisasi kondensasi merupakan penggabungan monomer dengan reaksi kimia yang berlangsung antara dua gugus fungsi bertolak belakang dari setiap monomer. Polimerisasi ini berlangsung pada monomer yang setiap mempunyai minimal 2 gugus faedah reaktif. Dari hasil polimerisasi kondensasi diperoleh polimer serta pun molekul-molekul kecil, laksana H2O, HCl, dan CH3OH. Polimer laksana poliester, poliamida, polikarbonat dan juga poliuretana disintesis melaluii reaksi polimerisasi kondensasi.

Contoh reaksi polimerisasi adisi:

» Pembentukan poliester : PET dari dimetil tereftalat serta etilena glikol
» Pembentukan poliamida : nilon 66 dari asam adipat dan heksametilendiamina

 


 

Aplikasi Polimer Sintetis

 

  • PVC

Poli (vinil klorida) (PVC) yang bersifat lunak digunakan untuk selang air, jas hujan, dan insulasi listrik. Dan PVC yang sifatnya kaku akan digunakan untuk pipa dan juga pelapis lantai.

 

  • PS

Polistirena (PS) memiliki beragam jenis bentuk. Polistirena (PS) yang bentuknya kaku dan mudah pecah digunakan untuk kotak kaset, peralatan makan—sendok, garpu, dan pisau—plastik. Polistirena yang berbentuk foam contohnya styrofoam yang sifatnya mempunyai insulator panas yang baik. Sehingga styrofoam bisa digunakan untuk wadah makanan/minuman dan gabus penahan benturan di dalam kemasan alat elektronik.

 

  • PE (LDPE dan HDPE)

Polietilena (PE) memiliki bentuk yang beragam. HDPE (high-density polyethylene) ialah Polietilena yang sifatnya lebih kuat dan kaku, dan banyak digunakan untuk botol plastik dan mainan. LDPE (low-density polyethylene) ialah Polietilena yang sifatnya lebih plastik dan tidak lelehnya lebih rendah dari HDPE. LDPE ini banyak digunakan pada plastik lembaran, kantong plastik, dan pembungkus kabel.

Baca Juga  √ Siklus Sulfur : Pengertian, Proses, Fungsi dan Dampaknya Lengkap

 

  • PP

Polipropilena (PP) digunakan untuk botol plastik, tali, karung plastik, karpet, peralatan laboratorium serta mainan.

 

  • PTFE

Politetrafluoroetilena (PTFE) dikenal dengan nama dagang teflon. Yang mempunyai sifat yang kuat, tidak reaktif dan juga tahan panas. PTFE ini digunakan sebagai gasket, pelapis tangki bahan kimia, dan pelapis panci anti lengket.

 

  • PMMA

Poli(metil metakrilat) (PMMA) dikenal dengan nama dagang Plexiglas atau Lucite atau Perspex, mempunyai sifat kuat, keras, ringan, dan transparan. PMMA dipergunakan untuk alat optik, kaca jendela pesawat terbang, furnitur dan juga glove box.

 

  • PET

Poli (etilena tereftalat) (PET) yang juga dikenal dengan merek dagang Dacron atau Terylene, banyak digunakan sebagai serat tekstil. PET juga banyak digunakan sebagai botol minuman. Dan dalam bentuk film tipis PET dengan nama dagang Mylar ini sifatnya kuat dan tahan pada robekan, maka bisa digunakan untuk pita perekam magnetik, layar perahu, dan kemasan barang.

 

  • Nylon

Polimer yang bentuknya serat namun sifatnya kuat, ringan, dan tahan terhadap tegangan. Maka bahan nylon banyak digunakan untuk membuat tali, jala, parasut, tenda, jas hujan, karpet, dan sebagainya.

 

 

 



Demikianlah bahasan kita mengenai polimer. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Polimer : Pengertian, Jenis, Sifat dan Reaksinya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya