√ Asam Amino : Pengertian, Jenis, Struktur dan Sifatnya Lengkap

Diposting pada

√ Asam Amino : Pengertian, Jenis, Struktur dan Sifatnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id. Kali ini kita akan membahas tentang asam amino. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

√ Asam Amino : Pengertian, Jenis, Struktur dan Sifatnya Lengkap
√ Asam Amino : Pengertian, Jenis, Struktur dan Sifatnya Lengkap

 


 

Pengertian Asam Amino

 

Asam amino merupakan suatu senyawa organik yang mempunyai gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2).

Gugus karboksil ini memberikan sifat asam sedangkan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino memiliki sifat amfoterik yaitu cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam.

Perilaku ini berlangsung sebab asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino juga termasuk dalam golongan senyawa yang sangat banyak dipelajari sebab salah satu fungsinya ini sangatlah penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

 


 


Jenis – Jenis Asam Amino

 

1. Asam amino nonesensial

Asam amino nonsensial adalah jenis asam amino yang bisa disintesis di dalam tubuh melalui proses transaminasi. Beberapa makanan tertentu juga mengandung asam amino nonesensial. Dari 20 asam amino yang ditemukan pada manusia, 10 diantaranya merupakan asam amino nonesensial.

Berikut ini adalah nama-nama asam amino nonesensial:

  • Glisin
  • Alanin
  • Serin
  • Tirosin
  • Sistein
  • Sistin
  • Prolin
  • Hidroksiprolin
  • Asam aspartat
  • Asam glutamat

Fungsi Asam Amino Non Esensial ialah:

  • Alanin: Mendukung dalam penghapusan racun dari tubuh.
  • Sistein: Menyiapkan resistensi terhadap tubuh dan juga menghambat pertumbuhan rambut, kuku dan lain-lain
  • Sistin: Berfungsi sebagai antioksidan dan melindungi tubuh terhadap radiasi dan polusi.
  • Glutamin: Hal ini dibutuhkan untuk sintesis RNA dan DNA.
  • Glycine: Bereaksi sebagai neurotransmitter dan berperan dalam penyembuhan luka.
  • Glutamat: Membantu dalam penghapusan racun dari tubuh.
  • Arginin: Ini memperkenalkan biosintesis protein.
  • Tirosin: Beperan penting dalam produksi hormon T3 dan T4 tiroid.
  • Serin: Menunjang dalam pertumbuhan otot.
  • Asparagin: Membantu dalam formasi purin dan pirimidin guna sintesis DNA.
  • Asam aspartat: Memperkenalkan sintesis asam amino lainnya.
  • Prolin: Membantu dalam regenerasi kulit baru.
Baca Juga  √ Plastida : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 

 

2. Asam amino esensial

Asam amino esensial merupakan jenis asam amino yang tidak dapat disintesis di dalam tubuh dan hanya berada di dalam makanan saja. Harus mengonsumsi makanan yang mengandung asam amino.

Hal ini disebabkan selain tidak dapat diproduksi sendiri di dalam tubuh, asam amino esensial ini cukup dibutuhkan oleh tubuh di dalam metabolisme protein.

Berikut ini adalah nama-nama asam amino esensial :

  • Valin
  • Lisin
  • Leusin
  • Isoleusin
  • Treonin
  • Triptofan
  • Fenilalanin
  • Metionin
  • Arginin
  • Histidin

Fungsi dari Asam Amino Esensial ialah:

  • Fenilalanin: Mendukung dalam meningkatkan daya memori dan juga membantu untuk menjaga sistem saraf yang sehat
  • Valin: Menunjang dalam pertumbuhan otot.
  • Treonin: Meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.
  • Tryptophan: Berperan dalam menjaga nafsu makan.
  • Isoleusin: Beufngsi dalam sintesis hemoglobin dan merupakan komponen utama dari RBC (sel darah merah)
  • Metionin: Membantu dalam menjaga kulit yang baik dan sehat.
  • Leusin: Meningkatkan sintesis hormon pertumbuhan.
  • Lysine: Berpartisipasi dalam sintesis enzim dan hormon lainnya.
  • Histidin: Mendukung dalam produksi dan sintesis dari RBC (sel darah merah) dan WBC (sel darah putih)

 


 

Struktur asam amino

 

Asam amino terjadi terutama dalam rantai yang terdiri atas molekul-molekul asam amino yang terhubungan bersama-sama. Sebuah rantai pendek asam amino disebut peptida, sementara rantai panjangnya disebut dengan polipeptida.

Beberapa molekul asam amino berlangsung secara tunggal atau melekat pada molekul organik lainnya, seperti karbohidrat. Asam amino murni biasanya tidak memiliki warna, berbentuk kristal yang larut dalam air.

Asam amino memiliki sifat dari basa dan asam. Setiap molekul asam amino mengandung setidaknya satu gugus amino (NH2) dan paling sedikit mempunyai satu gugus karboksil (COOH).

Pada golongan amino memberikan sifat dasar asam amino, dan golongan karboksil memberikan sifat asam. Dalam asam amino, kedua golongan ini melekat pada sebuah pusat atom karbon.

Atom hidrogen (H) dan atom lain atau kelompok atom (R), yang beragam dengan masing-masing asam amino, yang menempel pada pusat atom karbon. Dengan begitu, formula umum untuk asam amino adalah RCH (NH2) COOH.

 


 

Ikatan Peptida

 

Molekul peptida ialah terdiri dari dua atau lebih asam amino. Ikatan yang mempersatukan kedua asam amino ialah ikatan peptida, atau ikatan kovalen antara dua senyawa. Hal ini berlangsung saat gugus karboksilat dari satu molekul bereaksi dengan gugus amino dari molekul lain, yang menghubungkan dua molekul dan kemudian melepaskan molekul air.

Ikatan peptida mengaitkan dua asam amino bersama-sama. Bola biru akan mewakili nitrogen yang menghubungkan dari ujung amina dari satu asam amino ke karboksilat lain. Bola hijau ialah karbon, dan merah ialah oksigen.

Baca Juga  √ Mulut : Pengertian, Fungsi dan Strukturnya Terlengkap

 

Rantai polipeptida panjang bisa dibentuk dengan menghubungkan banyak asam amino satu sama lain melalui ikatan peptida. Ikatan Amida hanya bisa dipecahkan dengan hidrolisis amida, dimana ikatan dibelah dengan penambahan molekul air. Ikatan peptida protein yang stabil, dan akan pecah spontan dalam proses yang lambat. Organisme hidup mempunyai enzim yang mampu baik membentuk dan memecah ikatan peptida.

 


 


Sifat – Sifat Asam Amino

 

  • Larut dalam air dan pelarut polar lain.
  • Tak larut dalam pelarut nonpolar, contoh benzena dan dietil eter.
  • Memiliki titik lebur lebih besar apabila dibandingkan senyawa karboksilat dan amina.
  • Memiiki momen dipol besar.
  • Bersifat elektrolit, kurang basa dibandingkan amina dan kurang asam dibanding karboksilat
  • Bersifat amfoter, memiliki gugus asam dan gugus basa. Apabila asam amino direaksikan dengan asam maka asam amino makan akan menjadi suatu anion, begitu juga sebaliknya apabila direaksikan dengan basa maka akan menjadi kation.
  • Dalam larutan bisa membentuk ion zwitter, asam amino mempunyai gugus karboksil (–COOH) yang bersifat asam dan gugus amino (–NH2) yang bersifat basa, maka asam amino bisamengalami reaksi asam-basa intramolekul dan membentuk suatu ion dipolar yang disebut ion zwitter.
  • Memiliki kurva titrasi yang khusus.
  • Memilliki pH isoelektrik, yaitu pH pada saat asam amino tidak bermuatan.

 


 

Klasifikasi Asam Amino

 

Asam amino yang berada dalam protein dapat dibagi menjadi 4 kelompok berdasarkan relatif gugus R-nya.

 

1.Asam amino dengan gugus R non polar (tak mengutup)

Gugus non polar ialah gugus yang memiliki sedikit atau tidak mempunyai jarak muatan dari daerah yang satu ke daerah yang lain. Kelompok ini tersusun atas 5 asam amino yang memuat gugus alifatik (Alanin, leusin, isoleusin, valin,dan prolin) dua dengan R aromatic (fenilalanin dan triptopan) dan satu mengandung atom sulfur (metionin).

 

2.Asam amino dengan gugus R mengutub tak bermuatan

Pada kelompok ini lebih mudah larut dalam air daripada kelompok yang tak mengutub, hal itu dikarenakan gugus R mengutup bisa membangun ikatan hydrogen dengan molekul air.

Selain treoinin dan tirosin yang kekutubannya dikarenakan terdapat  gugus hidroksil (-OH) yang merupakan asam amino yang termasuk golongan ini. Selain itu yang termasuk dalam golongan ini juga ialah asparagin dan glutamine yang kekutubannya disebabkan oleh gugus amida (-CONH2) juga sistein oleh gugus sulfidril (-SH).

Baca Juga  √ Kalimat Persuasif : Pengertian, Ciri, Jenis, Fungsi & Contohnya Lengkap

Asparagin dan glutamine, masing masing termasuk bentuk senyawa amida dari asam aspartat dan asam glutamat dan mudah terhidrolisis oleh asam atau basa. Sistein yang mengandung gugus tiol dan tirosin yang mengandung gugus hidroksil fenol memiliki sifat paling mengutub dalam golongan asam amino ini.

 

3.Asam amino dengan gugus R bermuatan negative (Asam amino asam)

Golongan asam amino ini memiliki muatan negative pada pH 6.0-7.0 dan terdiri atas asam aspartat dan asam glutamat yang masing-masing mempunyai 2 gugus karboksil (COOH).

 

4.Asam amino dengan gugus R bermuatan positif (Asam amino basa)

Golongan asam amino ini memiliki muatan positif pada pH 7.0 terdiri atas lisin, histidin dan arginin

  • Lisin mengandung satu lagi gugus amino pada letak e dari rantai R alifatik
  • Histidin ini terkandung gugus lemah imidazolium pada pH 6.0 lebih dari 50 % molekul histidin bermuatan positif sementara pada pH 7.0 kurang dari 10 %bermuatan positif.
  • Arginin memiliki gugus guanido pada gugus R-nya.

 

Berdasarkan biosintesis, Asam Amino diklasifikasikan menjadi 3 jenis, yaitu :

  • Asam amino esensial ialah asam amino yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus diperoleh dari konsumsi makanan. Jenis-jenis Asam amino esensial yaitu : Histidin, Isoleusin, Leusin, Lysin, Metionin, Fenilalanin, Treonin, Triftofan, Valin.
  • Asam amino non-esensial ialah asam amino yang dapat dihasilkan sendiri oleh tubuh, sehingga memiliki prioritas konsumsi yang lebih rendah dibandingkan dengan asam amino esensial.
  • Asam amino esensial bersyarat merupakan kelompok asam amino non-esensial, tetapi pada saat tertentu, seperti setelah latihan beban yang keras, produksi dalam tubuh tidak secepat dan tidak sebanyak yang dibutuhkan sehingga harus diperoleh dari makanan maupun suplemen protein.

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai asam amino. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Asam Amino : Pengertian, Jenis, Struktur dan Sifatnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya