√ Leukosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Jenisnya Lengkap

Diposting pada

√ Leukosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Jenisnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang leukosit. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Leukosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Jenisnya Lengkap
√ Leukosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Jenisnya Lengkap

 


 

Pengertian Leukosit

 

Leukosit merupakan suatu sel yang membentuk komponen darah. Sel darah putih ini memiliki fungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.

Dalam keadaan normal sel darah putih mengandung 4×109 sampai 11×109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat – sekitar 7000-25000 sel per tetes. Dalam setiap milimeter kubik darah terdapat 6000 hingga 10000(rata-rata 8000) sel darah putih.

Di dalam tubuh, leukosit tidak bergabung dengan organ atau jaringan tertentu, mereka bekerja secara independen seperti organisme sel tunggal. Leukosit sanggup bergerak secara bebas dan berinteraksi dan menangkap serpihan seluler, partikel asing, atau mikroorganisme penyusup. Dan juga, leukosit tidak dpat membelah diri atau bereproduksi dengan cara mereka sendiri, melainkan mereka ialah produk dari sel punca hematopoietic pluripotent yang ada pada sumsum tulang.

 


 

Ciri – Ciri Leukosit

 

  • Memiliki jumlah ± 6 sampai 9 ribu butir/mm3.
  • Tidak mempunyai warna
  • Mempunyai inti sel ataupun nukleus.
  • Mempunyai bentuk yang fleksibel
  • Dapat bertahan hidup antara 12-13 hari
  • Terbentuk di dalam sumsum merah tulang pipih, limpa dan kelenjar getah bening.
  • Bergerak secara ameboid (seperti dengan amoeba).
  • Dapat menembus dinding pembuluh darah.
Baca Juga  √ Mulut : Pengertian, Fungsi dan Strukturnya Terlengkap

 


 


Fungsi Leukosit

 

  • Menjaga kekebalan tubuh sehingga tidak cepat untuk terjangkit penyakit
  • Menjaga tubuh dari serangan mikroorganisme pada jenis sel darah putih granulosit dan monosit
  • Mengelilingi darah yang sedang infeksi
  • Menangkap dan menghancurkan organisme hidup
  • Menghilangkan benda lain atau bahan lain seperti kotoran, serpihan-serpihan dan lainnya.
  • Mempunyai enzim yang bisa memecah protein yang merugikan tubuh dengan menghancurkan dan membuangnya
  • Menyiapkan pertahanan yang cepat dan kuat terhadap penyakit yang menyerang.
  • Sebagai pengangkut zat lemak yang berasal dari dinding usus melalui limpa kemudian mengarah ke pembuluh darah
  • Pembentukan Antibodi di dalam tubuh.

 


 


Jenis – Jenis Leukosit

 

  • Neutrofil

Jenis sel darah putih yang memiliki jumlah yang besar yakni sekitar 60% sampai 70% sel darah putih ( leukosit ) dan mempunyai diameter dari 10-12 mikrometer.

Neutrofil memiliki 3 inti sel yang berwarna merah kebiruan dan kelompok dari granula. Neutrofil juga disebut dengan leukosit polimorfonuklear sebab mempunyai kesamaan dengan neutrofil karna memiliki bentuk sel yang aneh.

Neutrofil dapat dilihat dari butiran yang berada di sitoplasma. Tahapan kerja dari Neutrofil ini untuk membunuh bakteri dengan menelannya secara langsung proses ini disebut dengan fagositosis. Proses tersebut bisa dijumpai pada saat luka yang bernanah. Neutrofil bisa bertahan hidup 6 – 10 jam.

 

  • Monosit

Jenis sel darah putih yang berjumlah 1-10% dan akan berubah menjadi makrofag dalam memerangi benda-benda asing yang menyerang tubuh dengan keluar dari aliran darah dan masuk ke jaringan tubuh. Monosit mempunyai waktu hidup yang lebih lama dari pada neutrofil. Monosit akan tetap dalam aliran darah selama 10-20 jam. Sesudah itu monosit akan tinggal lagi dalam beberapa hari di dalam jaringan tubuh.

 

  • Basofil

Jenis sel darah putih yang berjumlah 0,01-0,3% yang mengandung banyak granula sitoplasmik yang berjumlah dua lobus dan bisa bergerak ke jaringan tubuh pada keadaan tertentu. Basofil bagian dari granulosit disaat berkegiatan, basofil akan mengeluarkan senyawa seperti kondroitin, histamine, leukotriena, heparin, lisfospolipase, elastase dan beberapa jenis atau macam sitokina.

Baca Juga  √ Hemoglobin : Pengertian, Fungsi, Struktur dan Kadarnya Lengkap

 

  • Eosinofil

Jenis sel darah putih yang jumlahnya 7% dari seluruh jumlah leukosit dalam tubuh kita yang memerangi parasit multiseluler dan beberapa infeksi yang terjadi pada hewan vertebrata. Eosinofil memiliki diameter 10 – 12 mikrometer, jumlah eosinofil ini akan bertambah disaat terjadi asma, demam dan alergi yang membuat jangka hidup eosinofil antara 8 hari sampai 12 hari. Eosinofil berperan dalam melawan parasit multiseluler dan merespon alergi.

 

  • Limfosit

Jenis sel darah putih yang berjumlah 40 – 50% dari sel darah putih yang jumlah terbesar kedua. Menurut Merk limfosit terbagi atas sel T, sel B dan sel pembunuh alami. Sel T dan sel pembunuh alami berperan dalam menyerang sel-sel asing dan membentuk racun sementara sel B yakni membuat anti bodi. Limfosit memiliki 1 nukleus dan tidak motil. Fungsi secara umum limfosit ialah membuat anti bodi dan menjaga kekebalan tubuh.

 


 

Proses Pembentukan Leukosit

 

Polimorfonuklear dan monosit normalnya ialah hanya dibentuk dalam sumsum tulang. Sebaliknya limfosit dan sel plasma diproduksi dalam berbagai organ termasuk kelenjar limfe, limpa, kelenjar timus, tonsil dan sisa limfoid yang terletak dalam usus dan ditempat lain.

Beberapa sel darah putih yang dibentuk dalam sumsusm tulang, khususnya granulosit, akan disimpan dalam sumsum tulang sampai diperlukan dalam sistem sirkulasi. Sel magrofag sebagai sel mobil sanggup mengembara melalui jaringan.

Kebanyakan sel monosiot memasuki jaringan sesudah menjadi makrofag menempel pada jaringan selama berbulan-bulan. Sel monosit menpunyai kemampuan seperti makrofag yaitu memakan bakteri, virus, jaringan nekrosis atau partikel asing dalam jaringan.

Jika dirangsang bisa lepas dari perlengketan lalu merespon pada hemotaksis dan semua rangsangan lain yang bersambungan. Kombinasi makrofag mobil dengan makrofag jaringan tersebut dinamakan sistem retikuloendotel. Bila dipartikel tidak dihancurkan secara lokal dalam jaringan ia akan masuk kedalam limfe dan mengalir melalui pembuluh darah.

Baca Juga  √ Frasa : Pengertian, Ciri, Jenis & Contohnya Lengkap

 


 


Akibat Rusak Leukosit

 

1. Penyebab Kadar Leukosit Menurun

  • Infeksi virus yang dapat mempengaruhi sumsum tulang
  • Kelainan bawaan yang mempengaruhi sumsum tulang
  • Kanker ayang mempengaruhi sumsum tulang
  • Obat-obatan yang bereaksi dengan menekan kadar sel darah putih dalam darah
  • Infeksi parah yang mengakibatkan habisnya sel darah putih dalam darah lebih cepat daripada biasanya.
  • Beberapa penyakit yang bisa mengakibatkan rendahnya sel darah putih ialah seperti HIV/AIDS, kemoterapi, leukemia, lupus, sindrom mielodisplasia, anemia aplastic, obat-obatan tertentu seperti antibiotic, diuretic, hiperslenisme, sindrom kostmann, terapi radiasi, serta kekurangan vitamin.

 

2. Penyebab Kadar Leukosit Tinggi

  • Infeksi yang dapat menambah produksi sel darah putih
  • Tidak normalnya fungsi sumsum tulang maka berakibat pada tingginya hasil sel darah putih
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh
  • Reaksi terhadap obat-obatan tertentu
  • Beberapa keadaan penyakit yang bisa mengakibatkan tingginya sel darah putih dalam darah ialah seperti leukemia limpotik akut atau kronik, leukemia myeloid akut atau kronik, obat-obatan seperti epinefrin, infeksi bakteri atau virus, myelofibrosis, reaksi alergi parah, stress, tuberculosis, batuk rejan, dan merokok.

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai leukosit. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Leukosit : Pengertian, Ciri, Fungsi dan Jenisnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya