Bahaya Kloroform

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang kloroform. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini.

 

√ Kloroform : Pengertian, Reaksi, Bahaya dan Penggunaannya Lengkap

 


Pengertian Kloroform

Kloroform (haloform) diakibatkan karena brom dan klor juga bereaksi dengan metal keton yang memproduksi masing-masing bromoform (CHBr3) dan kloroform (CHCl3). Hal ini disebut CHX3 atau haloform.
Kloroform ialah senyawa dari asam formiat dan termasuk senyawa polihalogen yakni senyawa turunan karboksilat yang membentuk lebih dari satu atom halogen. Kloroform bermula dari bahan dasar aseton dan bubur kaporit. Pada pembuatannya bubur kaporit (CaOCl2) ialah bahan dasar dimana kapur klor menyebabkan oksidasi dan klorisasi sehingga terjadi trikloroasetaldehida, yakni suatu zat basa yang ada dikapur. Klor itu terurai dijadikan asam formiat (dalam sebuah bentuk garam kalsiumnya) dan kloroform.Kemudian itu pada pembuatan kloroform digunakan NaOH sebagai katalis pembersih.

 


Reaksi Kloroform

Kloroform bisa disintesis dengan cara mencampurkan etil alkohol atau etanol dengan kalsium hipoklorit. Kalsium hipoklorit ialah donor unsur klor.Kemudian kalsium hipoklorit, penyumbang unsur klor yang bisa dipakai ialah pemutih pakaian. Pemutih pakaian mempunyai senyawa aktif yakni asam hipoklorit. Lalu Etil alkohol dipanaskan dan dicampurkan dengan kalsium hipoklorit.Jadi untuk menghasilkan kloroform dari reaksi pencampuran ini, terdapat 3 reaksi yang terjadi:

 

  • Reaksi oksidasi

CH3-CH2OH (etil alkohol) + Cl2 ==> CH3-CHO (asetaldehida) + HCl (asam klorida)

  • Reaksi klorinasi

CH3-CH2OH (asetaldehida) + 3Cl2 ==> CCl3-CHO (trikloroasetaldehida) + 3HCl (asam klorida)

  • Reaksi hidrolisis

2CCl3-CHO (trikloroasetaldehida) + Ca(OH)2 (kalsium hidroksida) ==> 2CH3Cl (kloroform) + (HCOOH)2Ca (kalsium format)

 

Kemudian jika menggunakan etil alkohol, aseton bisa digunakan untuk menggantikan etil alkohol. Reaksi yang terjadi ialah:

  • Reaksi klorinasi
Baca Juga  Asam Absisat

CH3COCH3 (aseton) + 3Cl2 ==> CCl3COCH3 (trikloroaseton) + 3HCl (asam klorida)

  • Reaksi hidrolisis

CCl3COCH3 (trikloroaseton) + Ca(OH)2 ==> 2CH3Cl (kloroform) + (CH3COO)2Ca (kalsium asetat)

Selain dari ke-3 hal di atas, terdapat juga reaksi klorinasi metana yang memerlukan suhu 400 °C.Reaksi yang terjadi yaitu :

CH4 (metana) + Cl2 => CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + CCl4
Untuk hasil ini, kloroform bisa dipisahkan menggunakan distilasi bertingkat, dan hasil ini paling banyak diaplikasikan dalam industri.

 


Bahaya Kloroform

Di masa lampau, senyawa kimia kloroform sangat terkenal berguna sebagai obat bius. Penggunaan ini sangat mudah dan efektif. Tetapi dibalik itu, ada sebagian pasien yang meninggal dunia karena penggunaan kloroform. Awalnya disangka hanyalah kebetulan, kematiannya tidak diketahui sebabnya. Ternyata setelah diteliti lebih lanjut, terdapat kerusakan dari fungsi biologis tubuh manusia saat menghirup kloroform. Saat studi tersebut, semua rumah sakit dilarang mempergunakan kloform sebagai obat biusnya.

Senyawa ini dapat banyak digunakan dalam kasus kejahatan dan penculikan, pemasungan dan pembunuhan. Dengan keahlian membius tubuh seseorang dengan menghirupkannya senyawa ini (volatil), maka penjahat meneteskan sedikit kloroform pada sebuah kain (sapu tangan) lalu di sekapkan ke tubuh korbannya.

Selain itu, kloform juga mempunyai jenis karsinogen, yaitu bisa menjadi penyebab kanker. Oleh karena itu penggunaanya sebagai pestisida dan parfum sudah sebagian besar dikurangi.

 


Penggunaan Kloroform

Kloroform dipakai untuk mengekstraksi komponen yang tidak larut di dalam air. Misalkan dalam proses isolasi DNA, saat lipid tidak larut dalam air. Isolasi DNA menggunakan campuran fenol, kloroform, dan isoamilalkohol sampai akan menghasilkan suspensi DNA. Di lapisan bawah merupakan zat pengotor diendap di bagian bawah tabung. Lapisan atas akan diproses untuk uji DNA sementara zat pengotor dibuang.

Baca Juga  Teori Atom

Kloroform dipakai pada metode Metylene Blue Active Subtance yakni untuk menentukan konsentrasi detergen anionik seperti sodium dodesil sulfat. Lapisan pada bagian kloroform diambil dan dikerjakan pengujian menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 652 nm.
Kloroform dipakai untuk mengkuantifikasi kandungan lipid dalam suatu sampel secara kasar. Kemudian sering ditambahkan pelarut organic lainnya seperti metanol untuk mengambil zat pengotor seperti protein. Lapisan kloroform lalu dimbil dan diuapkan sampai tersisa lipid.

Kloroform dipakai untuk mengekstraksi kafein dalam minuman. Untuk mengambil zat pengotornya dipakai diklorometana. Larutan kloroform diambil lalu diuji dengan spektrofotometer UV.

 


Demikianlah bahasan kita mengenai kloroform. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Bahaya Kloroform : Pengertian, Reaksi & Penggunaannya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

 


Baca Juga Artikel Lainnya