√ Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contohnya Lengkap

Diposting pada

√ Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contohnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang hukum ohm. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contohnya Lengkap
√ Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contohnya Lengkap

 


 

Pengertian Hukum Ohm

 

Hukum Ohm merupakan hukum yang mengatakan bahwa besar kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar sebanding dengan beda potensial antara ujung-ujung penghantar apabila suhu dijaga konsisten.

Atau hukum ohm yakni sebuah pernyataan bahwa besar arus yang mengalir melalui suatu penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Suatu benda penghantar bisa dikatakan mematuhi hukum ohm, apabila nilai resistansinya tidak tergantung pada besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan tersebut tidak berlaku pada semua jenis penghantar, namun istilah “hukum” tetap digunakan.

 


 

Bunyi Hukum Ohm

 

Besar arus listrik (L) yang mengalir melewati sebuah penghantar atau konduktor, akan berbanding lurus dengan beda potensial atau tegangan (V) yang diterapkan kepadanya. Dan akan berbanding terbalik dengan hambatannya ( R ).

 


 

Rumus Hukum Ohm

 

V = Voltase atau tegangan listrik merupakan simbol yang umumnya digunakan untuk Hukum Ohm yang diukur di dalam satuan volt, R untuk resistansi atau hambatan yang diukur di dalam satuan ohm (Ω), serta I untuk arus listrik yang diukur dalam satuan ampere.

Baca Juga  √ Jenis Jaringan Penguat : Pengertian, Ciri dan Jenisnya Lengkap

Sesuai dengan bunyi hukum Ohm maka secara matematis untuk dapat menghitung besar voltase listrik ialah dengan menggunakan rumus di bawah ini:

V = I \times R

Sedangkan itu untuk bisa menghitung kuat arus listrik, rumus di atas bisa digunakan kembali maka akan menjadi :

I = \frac{V}{R}

Rumus di atas juga dapat digunakan untuk mendapatkan hambatan:

R = \frac{V}{I}

 


 

Penerapan Hukum Ohm

 

Berikut ini penerapan hukum ohm:

  • Aliran listrik yang digunakan untuk penggunaan alat listrik, Contohnya menyalakan lampu, kulkas, TV, seterika & alat listrik lainnya.
  • Alat listrik yang diberi tegangan lebih kuat dari tegangan yang seharusnya mengakibatkan alat listrik tidak bekerja secara normal, misalnya : Lampu yang diberi tegangan lebih rendah mengakibatkan lampu menyala redup, Setrika yang diberi tegangan lebih rendah menyebabkan proses dalam pemanasan pada elemennya menjadi lambat.
  • Arus listrik yang diberi sebuah tegangan lebih besar dari tegangan yang seharusnya mengakibatkan alat listrik cepat rusak.
  • Hukum ohm digunakan untuk pembuatan sebuah rangkaian listrik seri, paralel, dan gabungan.

 


 

Contoh Hukum Ohm

 

  • Menghitung Arus Listrik (I)

Rumus yang bisa digunakan untuk menghitung Arus Listrik ialah I = V / R

Contoh Kasus 1 :

Setting DC Generator atau Power Supply untuk menciptakan Output Tegangan 10V, lalu atur Nilai Potensiometer ke 10 Ohm. Berapakah nilai Arus Listrik (I) ?
Masukan nilai Tegangan yakni 10V dan Nilai Resistansi dari Potensiometer yakni 10 Ohm ke dalam Rumus Hukum Ohm seperti dibawah ini :
I = V / R
I = 10 / 10
I = 1 Ampere
Maka hasilnya adalah 1 Ampere.

 

  • Menghitung Tegangan (V)

Rumus yang akan kita gunakan untuk menghitung Tegangan atau Beda Potensial ialah V = I x R.

Contoh Kasus :

Atur atau setel nilai resistansi atau hambatan (R) Potensiometer ke 500 Ohm, selanjutnya atur DC Generator (Power supply) sampai memperoleh Arus Listrik (I) 10mA. Berapakah Tegangannya (V) ?

Baca Juga  √ Ekosistem : Pengertian, Komponen dan Jenisnya Lengkap

Konversikan terlebih dahulu unit Arus Listrik (I) yang masih satu miliAmpere menjadi satuan unit Ampere yakni : 10mA = 0.01 Ampere. Masukan nilai Resistansi Potensiometer 500 Ohm dan nilai Arus Listrik 0.01 Ampere ke Rumus Hukum Ohm :
V = I x R
V = 0.01 x 500
V = 5 Volt
Maka nilainya adalah 5Volt.

 

  • Menghitung Resistansi / Hambatan (R)

Rumus yang akan digunakan untuk menghitung Nilai Resistansi ialah R = V / I

Contoh Kasus :

Apabila di nilai Tegangan di Voltmeter (V) ialah 12V dan nilai Arus Listrik (I) di Amperemeter ialah 0.5A. Berapakah nilai Resistansi pada Potensiometer ?
Masukan nilai Tegangan 12V serta Arus Listrik 0.5A kedalam Rumus Ohm seperti dibawah ini :
R = V / I
R = 12 /0.5
R = 24 Ohm
Maka nilai Resistansinya ialah 24 Ohm

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai hukum ohm. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contohnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya