√ Viskositas : Pengertian, Faktor, Rumus dan Tipenya Lengkap

Diposting pada

√ Viskositas : Pengertian, Faktor, Rumus dan Tipenya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang viskositas. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Viskositas : Pengertian, Faktor, Rumus dan Tipenya Lengkap
√ Viskositas : Pengertian, Faktor, Rumus dan Tipenya Lengkap

 


 

Pengertian Viskositas

 

Viskositas merupakan suatu cara untuk mengatakan berapa daya tahan dari aliran yang akan diberikan terhadap suatu cairan. Umumnnya viscometer digunakan untuk mengukur kecepatan suatu cairan yang mengalir melewati pipa gelas (gelas kapiler). Definisi lain dari viskositas yakni ukuran yang mengatakan kekentalan dari suatu cairan atau fluida.

Kekentalan ialah sifat cairan yang berkaitan erat dengan hambatan supaya mengalir. Viskositas cairan tersebut akan memunculkan gesekan antar bagian atau lapisan cairan yang bergerak dengan benda lainya. Hambatan atau gesekan yang berlangsung merupakan hasil dari gaya kohesi dalam zat cair.

Viskositas juga bisa diukur dengan cara mengukur kecepatan cairan yang melalui tabung berbentuk silinder. Nilai dari viscositas juga bisa menentukan kecepatan mengalirnya cairan.

Dalam zat cair, viskositas bisa diciptakan oleh gaya kohesi antara molekul zat cair. Sementara pada gas, viskositas tersebut muncul sebagai akibat dari tumbukan antara molekul gas. Viskositas zat cair itu bisa ditentukan secara kuantitatif yaitu dengan besaran yang dinamai koefisien viskositas.

 


 

Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Viskositas

 

  • Tekanan

Viskositas gas tidak bisa dipengaruhi oleh tekanan, namun viskositas cairan bisa dipengaruhi oleh tekanan, yakni viskositas akan naik jika tekanannya juga naik.

Baca Juga  √ Endospora : Pengertian, Ciri, Jenis dan Strukturnya Lengkap

 

  • Temperatur

Jika suhu naik, maka viskositas pada cairan akan turun, sementara viskositas gas akan naik jika disertai dengan naiknya suhu. Sebab jika zat cair panas maka akan mengakibatkan molekul-molekulnya memperoleh energi. Dimana molekul cairan bergerak maka gaya antar molekul akan menurun.

 

  • Kehadiran zat lain

Jika ada penambahan zat lain contohnya penambahan gula tebu maka viskositas air akan bertambah. Adanya penambahan zat lain berupa bahan suspensi akan menambah viskositas air. Sementara pada minyak atau gliserin apabila ditambahkan air maka akan mengakibatkan viskositas minyak atau gliserin akan menurun dan semakin encer serta mempunyai aliran yang semakin cepat.

 

  • Kekuatan antar molekul

Jika terdapat ikatan hidrogen maka viskositas air akan naik, viskositas CPO dengan gugus OH pada trigliseridannya juga akan naik pada kondisi yang sama.

 

  • Ukuran dan berat molekul

Viskositas akan naik apabila berat molekul juga naik. Contohnya aliran alkohol akan cepat sedangkan pada larutan minyak alirannya lambat dan memiliki kekentalan yang tinggi sehingga viskositasnya juga tinggi.

 

  • Konsentrasi larutan

Viskositas memiliki perbandingan yang searah dengan konsentrasi larutan. Suatu larutan dengan konsentrasi yang tinggi akan memiliki viskositas yang juga tinggi. Hal ini disebabkan konsentrasi larutan bisa dikatakan dengan banyaknya partikel zat yang terlarut tiap satuan volume. Jika partikel yang terlarut banyak, maka gesekan antara partikel satu dengan yang lainnya juga semakin tinggi, jadi viskositasnya juga semakin naik.

 


 

Rumus Viskositas

 

Terdapat 2 rumus pada viskositas, ialah sebagai berikut :

 

1. Rumus Viskositas Fisika

η = k x p x D / V

keterangan :

  • η = Koefisien Viskositas
  • k = Konstanta
  • P = Tekanan
  • D = Diameter
  • V = Kecepatan

 

2. Rumus Viskositas Fluida

F = η A x v / L

keterangan :

  • F = Gaya (N)
  • A = Luas Keping yang berhubungan dengan Fluida (m²)
  • v = Kelajuan Fluida
  • L = Jarak antar Keping
  • η = Koefisien Viskositas (Kg)
Baca Juga  √ Pembuluh Balik (Vena) : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Strukturnya Lengkap

 


 

Tipe – Tipe Viskometer

 

Tipe viskomeeter yang biasa digunakan ialah :

 

  • Viskometer kapiler / Ostwald

Viskositas dari cairan yang ditentukan dengan mengukur waktu yang diperlukan bagi cairan tersebut untuk lewat antara 2 tanda pada saat mengalir sebab gravitasi melalui viskometer Ostwald. Waktu alir dari cairan yang diuji dibandingkan dengan waktu yang diperlukan bagi suatu zat yang viskositasnya sudah diketahui (biasanya air) untuk lewat 2 tanda tersebut.

 

  • Viskometer Hoppler

Berdasarkan hukum Stokes pada kecepatan bola maksimum, berlangsung keseimbangan sehingga gaya gesek=gaya berat – gaya archimedes. Prinsip kerjanya ialah menggelundungkan bola (yang terbuat dari kaca) melewati tabung gelas yang berisi zat cair yang diselidiki. Kecepatan jatuhnya bola ini termasuk fungsi dari harga resiprok sampel.

 

  • Viskometer Cup dan Bob

Prinsip kerja viscometer Cup dan Bob ialah sampel digeser dalam ruangan antara dinding luar dari bob dan dinding dalam dari Cup
dimana Bob masuk tepat di tengah-tengah. Kelemahan viskometer ini ialah terjadinya aliran sumbat yang diakibatkan geseran yang tinggi di sepanjang keliling bagian tube sehingga mengakibatkan penurunan konsentrasi. Penurunan konsentrasi ini mengakibatkan bagian tengah zat yang ditekan keluar memadat. Hal ini disebut aliran sumbat.

 

  • Viskometer Cone dan Plate

Cara pemakaiannya ialah sampel ditempatkan di tengah-tengah papan, selanjutnya dinaikkan hingga posisi di bawah kerucut. Kerucut digerakkan oleh motor dengan beragam kecepatan dan sampelnya digeser di dalam ruang semitransparan yang diam dan kemudian kerucut yang berputar.

 

  • Viskometer Brookfield

Pada viskometer ini nilai viskositas diperoleh dengan mengukur gaya puntir sebuah rotor silinder (spindle) yang dicelupkan ke dalam sampel. Viskometer Brookfield akan memungkinkan untuk mengukur viskositas dengan menggunakan teknik dalam viscometry. Alat ukur kekentalan (yang juga dapat disebut viscosimeters) bisa mengukur viskositas melalui keadaan aliran berbagai bahan sampel yang diuji. Untuk bisa mengukur viskositas sampel dalam viskometer Brookfield, bahan harus diam di dalam wadah sedangkan poros bergerak sambil direndam dalam cairan.

Baca Juga  √ Kingdom Protista : Pengertian, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai viskositas. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Viskositas : Pengertian, Faktor, Rumus dan Tipenya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya