√ Kapasitor : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Rumusnya Lengkap

Diposting pada

√ Kapasitor : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Rumusnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang kapasitor. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Kapasitor : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Rumusnya Lengkap
√ Kapasitor : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Rumusnya Lengkap

 


 

Pengertian Kapasitor

 

Kapasitor merupakan komponen elektronika yang memiliki kemampuan menyimpan electron-elektron selama waktu yang tidak tertentu. Kapasitor berbeda dengan akumulator dalam menyimpan muatan listrik terutama tidak berlangsung perubahan kimia pada bahan kapasitor, besarnya kapasitansi dari sebuah kapasitor dinyatakan dalam farad.

Pengertian lain Kapasitor yakni suatu komponen elektronika yang bisa menyimpan dan melepaskan muatan listrik. Struktur sebuah kapasitor terbuat dari 2 buah plat metal yang dipisahkan dengan suatu bahan dielektrik. Bahan-bahan dielektrik yang biasanya dikenal misalnya udara vakum, keramik, gelas, elektrolit dan lain-lain. Apabila kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan waktu yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi.

Muatan positif tidak bisa mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa mengarah ke ujung kutup positif, sebab terpisah oleh bahan dielektrik yang non-konduktif. Muatan elektrik ini akan tersimpan selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Kemampuan untuk menyimpan muatan listrik pada kapasitor dinamai dengan kapasitansi atau kapasitas.

Baca Juga  √ Trombosit : Pengertian, Fungsi, Kelainan dan Strukturnya Lengkap

 


 

Fungsi Kapasitor

 

  • Berfungsi untuk menyimpan muatan serta energi listrik
  • Berfungsi menentukan frekuensi pemancar pada pesawat radio
  • Sebagai perata tegangan dalam catu daya (power supply)
  • Berfungsi untuk membebaskan percikan api pada sistem pengapian mobil
  • Sebagai filter atau penyaring dalam rangkaian power supplay
  • Mengirit daya listrik lampu neon
  • Perata tegangan DC [ada pengubah AC to DC
  • Pembangkit gelombang AC atau oscillator

 


 

Jenis – Jenis Kapasitor

 

1. Kapasitor Nilai Tetap

Kapasitor nilai tetap termasuk kapasitor yang mempunyai nilai konstan atau tidak berubah-ubah. Kapasitor ini memiliki beberapa jenis, diantaranya yaitu:

 

  • Kapasitor Keramik

Kapasitor keramik ialah kapasitor yang isolatornya terbuat dari keramik serta mempunyai bentuk tipis atau persegi empat. Kapasitor jenis ini bisa dipasang secara bolak balik sebab tidak memiliki arah atau polaritas. Biasanya nilai kapasitor keramik yakni antara 1pf sampai dengan 0,01pf.

 

  • Kapasitor polyester

Kapasitor polyester yakni kapasitor yang memiliki bentuk persegi empat dan terbuat dari bahan polyester. Kapasitor ini bisa dipasang terbalik dalam rangkaian elektronika.

 

  • Kapasitor kertas

Kapasitor kertas yakni kapasitor yang isolatornya terbuat dari kertas dan juga memiliki nilai kapasitor antara 300pf hingga dengan 4µF. Kapasitor kertas bisa juga dipasang dengan posisi bolak balik.

 

  • Kapasitor mika

Kapasitor mika ialah kapasitor dengan bahan mika. Nilai pada kapasitor ini biasanya yaitu berkisar antara 50pF hingga 0,02µF. Kapasitor mika ini bisa dipasang dengan posisi bolak balik.

 

  • Kapsitor elektrolit

Kapasitor elektrolit termasuk kapasitor yang isolatornya terbuat dari bahan elektrolit dengan bentuk tabung atau silinder. Kapasitor jenis ini biasanya seringkali digunakan dalam rangkaian elektronika yang memerlukan kapasitas yang tinggi.

Baca Juga  √ Essay : Pengertian, Contoh & Cara Membuatnya Lengkap

Kapasitor elektrolit memiliki polatritas dengan arah postif dan juga negatif serta menggunakan bahan aluminium sebagai pembungkus dan sebagai terminal negatifnya.
Biasanya nilai kapasitor elektrolit berkisar antara 0,47µF sampai ribuan microfarad (µF). Akan tetapi, harus diperhatikan bahwa kapasitor jenis ini jika pemasangan polaritasnya terbalik serta melampaui batas tegangannya bisa mengakibatkan ledakan.

 

  • Kapasitor tantalun

Kapasitor tantalun ini memiliki polaritas arah yang positif dan negatif serta bahan isolatornya terbuat dari elektrolit. Bahan yang digunakan yakni bahan logam tantalun sebagai terminal positifnya. Kapasitor jenis ini bisa bekerja pada suhu yang tinggi daripada dengan kapasitor elektrolit serta memiliki kapasitas yang lebih besar dengan dibungkus dengan ukuran yang kecil. Oleh karena itu kapasitor ini merupakan jenis kapasitor yang termasuk mahal.

 

 

2. Kapasitor Variabel (Variable Capacitor)

Kapasitor Variabel merupakan salah satu jenis kapasitor yang nilai Kapasitansinya bisa disetel atau berubah-ubah. Secara fisik, Kapasitor Variabel tersusun atas 2 jenis yakni :

 

  • VARCO (Variable Condensator)

VARCO (Variable Condensator) yang terbuat dari suatu Logam dengan ukuran yang lebih besar dan biasanya digunakan untuk memilih suatu Gelombang Frekuensi pada suatu Rangkaian Radio (digabungkan dengan Spul Antena dan Spul Osilator). Nilai Kapasitansi VARCO ini antara dengan 100pF hingga 500pF.

 

  • Trimmer

Trimmer merupakan salah satu jenis Kapasitor Variabel yang memiliki suatu bentuk lebih kecil yang maka membutuhkan sebuah alat seperti Obeng untuk bisa memutar Poros pengaturnya. Trimmer terdiri atas 2 pelat logam yang dipisahkan oleh selembar Mika dan juga terdapat sebuah Screw yang mengatur suatu jarak kedua pelat logam tersebut yang maka nilai kapasitansinya menjadi berubah. Trimmer dalam Rangkaian Elektronika ini fungsinya guna menepatkan pemilihan gelombang Frekuensi (Fine Tune). Nilai Kapasitansi Trimmer hanya maksimal sampai dengan 100pF.

Baca Juga  √ Hukum Ohm : Pengertian, Bunyi, Rumus dan Contohnya Lengkap

 


 

Rumus Kapasitor

 

Besaran yang diukur pada sebuah kapasitor ialah kapasitansi yang dinotasikan sebagai C. Dan dihitung dari persamaan sederhana ialah sebagai berikut:

C=Q/V

dimana :
C = nilai kapasitansi (F)
Q = arus yang mengalir (C)
V = perbedaan potensial.(V)

 


 

Nilai Kapasitor

 

Nilai sebuah kapasitor bisa diukur dan dibaca dalam satuan farad (F), milifarad (mF), mikrofarad (µF), nanofarad (nF), atau pikofarad (pF). Konversi nilai kapasitansi ini sama seperti konversi tahanan listrik.

Konversi nilai kapasior

  • PikoFarad (pF) = 1×10-2 F
  • NanoFarad (nF) = 1×10-9 F
  • MicroFarad (µF) = 1×10-6 F

Sementara konversi satuan farad yakni :

  • 1 Farad = 1.000.000 µF
  • 1 µF =1.000 nF
  • 1 µF =1.000.0000 pF
  • 1 nF =1.000 pF

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai kapasitor. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Kapasitor : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Rumusnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya