Perjanjian Linggarjati

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hai teman – teman online, pada kesempatan kali ini Materi.Co.ID akan membahas mengenai artikel yang berjudul Perjanjian Linggarjati. Mari kita simak penjelasan secara lengkap di bawah ini.


Perjanjian Linggarjati


Pengertian Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati adalah suatu perjanjian yang mempunyai sejarah dan berisi mengenai kesepakatan-kesepakatan pemerintah Indonesia dengan kepemerintahan belanda yang mana kesepakatan tersebut disepakati didalam sebuah perundingan.

Perjanjian Linggarjati juga dapat dikatakan sebagai kekuatan diplomatik pemerintah Indonesia untuk membela dan memperjuangkan daerah kesatuan Republik Indonesia dari cengkraman-cengkraman para penjajah Belanda.

 


Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

Perjanjian Linggarjati dilatarbelakangi oleh masuknya AFNEI ke Indonesia, akan tetapi diselundupi oleh NICA (Netherlands Indies Civil Administration). Dalam peristiwa ini maka terjadilah penetapan status quo yang akhirnya dapat menyebabkan terjadinya suatu konflik antara Belanda dengan pemerintah Indonesia. Salah satunya adalah peristiwa 10 November di Surabaya, yang banyak memakan korban.

Pemerintah Inggris berperan sebagai moderator yang memiliki tanggungjawab untuk dapat menyelesaikan konflik yang terjadi di politik Asia. Pada akhirnya, seorang diplomat Inggris yang bernama Sir Archibald Clark Kerr mengundang Belanda dan Indonesia untuk dapat melakukan kesepakatan di Hooge Veluwe. Tetapi, perundingan yang direncanakan atas Indonesia dan Belanda tersebut gagal karena Indonesia menuntut Belanda untuk dapat mengakui kedaulatan atas Pulau Sumatera dan Jawa.

Akhirnya pemerintah Inggris mengirimkan Lord Killern ke Indonesia untuk dapat menyelesaikan perundingan antara Indonesia dengan Belanda pada akhir bulan Agustus 1946. Kemudian pada tanggal 7 Oktober 1946 maka dibuka perundingan Indonesia dengan Belanda yang dipimpin oleh Lord Killern yang bertempat di Konsulat Jenderal Inggris di Jakarta.

Baca Juga  Teks Anekdot

Pada tanggal 11 November dilakukan kembali perundingan Linggarjati. Perjanjian kali ini dilaksanakan karena kedua belah pihak sadar bahwasanya jika terlalu sering terjadi pertempuran maka akan semakin banyak korban berjatuhan.

 


Waktu dan Tempat Perjanjian Linggarjati

Waktu perjanjian Linggarjati pada tanggal 11 November 1946 sampai 13 November 1946.
Tempat pelaksanaan perundingan ini bertempat di Linggarjati, Cirebon.

 


Isi Perjanjian Linggarjati

  • Belanda harus segera meninggalkan Republik Indonesia paling lambat pada tanggal 1 Januri 1949.
  • Pemerintah Indonesia harus tergabung dalam Commonwealth atau Persemakmuran Indonesia-Belanda  yang dipimpin Ratu Belanda.
  • Secara de facto Belanda harus segera mengakui wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura.
  • Pihak Indonesia dan Belanda sepakat untuk dapat membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS).

 


Tokoh Perjanjian Linggarjati

  • Pemerintah Indonesia

1. Sutan Syahrir berperan sebagai ketua delegasi Bangsa Indonesia.
2. Mr. Mohammad Roem ikut serta untuk menjadi delegasi Indonesia pada peristiwa Perjanjian Linggarjati.
3.Dr. A. K. Gani ikut serta untuk menjadi delegasi Indonesia dalam perjanjian Linggarjati dan ikut menandatangani perjanjian linggarjati.
4. Mr. Susanto Tirtoprojo ikut serta untuk menjadi delegasi Indonesia dan ikut menandatangani hasil Perundingan Linggarjati sebagai bukti tanggung jawab terhadap tugas negara.


  • Pemerintah Inggris

1. Lord Killearn adalah tokoh perwakilan dari pemerintah Inggris yang berperan sebagai mediator dalam Perundingan Linggarjati.


  • Pemerintah Belanda

1. Dr. Van Mook, Mr. Van Pool, dan Dr. F. De Boer bertindak sebagai anggota.
2. Prof. Mr. Schermerhorn bertindak sebagai ketua delegasi Belanda

 


Hasil Perjanjian Linggarjati

  1. Pembentukan Uni Indonesia-Belanda dengan dipimpin Ratu Belanda yang dibentuk oleh RIS dan Belanda.
  2. Belanda dapat sesegera mungkin mengakui secara de facto wilayah kekuasaan REpublik Indonesia meliputi Jawa, Madura dan Sumatera.
  3. Republik Indonesia dan Belanda juga akan melakukan kerjasama dalam membentuk Negara Indonesia Serikat, dengan nama Republik Indonesia Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik Indonesia.
Baca Juga  Ciri - Ciri Populasi

 


Dampak Perjanjian Linggarjati

  • Dampak Positif

1. Konflik Belanda dan Indonesia mereda.
2. Citra Indonesia diakui di mata dunia melalui pengakuan Belanda.
3. Kontribusi pemerintah Indonesia lewat jalur diplomasi, selain jalur perang.
4. Belanda mengakui Republik Indonesia secara de facto atas kuasa Pulau Jawa, Madura, dan Sumatera.


  • Dampak Negatif

1. Memberikan waktu Belanda untuk mempersiapkan melanjutkan agresi militer.
2. Perjanjian Linggarjati banyak mengalami pertentangan oleh sejumlah masyarakat, seperti Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia, dan Partai Rakjat Sosialis.
3. Indonesia hanya memiliki wilayah kekuasaan yang kecil. Selain itu Indonesia harus mengikuti persemakmuran Indo-Belanda.
4. Dalam perundingan Linggarjati, Sutan Syahrir telah dianggap memberikan dukungan pada Belanda yang akhirnya membuat anggota dari Partai Sosialis dan KNIP mengambil langkah penarikan dukungannya pada 26 Juni 1947.

 


Pelanggaran Perjanjian Linggarjati

Pada pelaksanaan perjanjian Linggarjati terjadi pelanggaran terhadap perjanjian ini oleh pihak Belanda. Tepat tanggal 20 Juli 1947, Belanda menyatakan bahwa Belanda tidak terikat lagi dengan perjanjian ini yang langsung disampaikan oleh Gubernur Jenderal H.J. Van Mook. Pada tanggal 21 Juli 1947, terjadi Agresi Militer Belanda I yaitu serangan dari tentara Belanda ke wilayah Indonesia.


Demikianlah pembahasan artikel mengenai √ Perjanjian Linggarjati : Pengertian, Latar Belakang, Isi, Tokoh, Hasil, Waktu, Tempat & Dampaknya Lengkap. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu kita semua dalam menemukan solusi yang terbaik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.


Baca Juga Artikel :