√ Sel : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Bagiannya Lengkap

Diposting pada

√ Sel : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Bagiannya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang sel. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Sel : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Bagiannya Lengkap
√ Sel : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Bagiannya Lengkap

 


 

Pengertian Sel

 

Sel merupakan kumpulan materi paling sederhana yang bisa hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup. Sel bisa melakukan semua kegiatan kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel.

Umumnya makhluk hidup terdiri dari sel tunggal, atau disebut organisme uniseluler, misalnya bakteri dan amoeba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan, hewan, dan manusia, merupakan organisme multiseluler yang terdiri dari banyak jenis sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.

Sel-sel pada organisme multiseluler tidak akan bertahan lama apabila masing-masing berdiri sendiri. Sel yang sama dikelompokkan menjadi jaringan, yang akan membangun organ lalu sistem organ yang membentuk tubuh organisme tersebut.

 


 

Struktur Sel

 

Setiap sel yang hidup memiliki membran dan cairan yang disebut sitoplasma. Selain mempunyai membran dan sitoplasma, setiap sel memiliki Inti (nukleus) atau bahan inti. Berdasarkan ada tidaknya membran yang melindungi bahan inti, sel dibagi menjadi 2 jenis :

1.Sel Prokariotik

Sel prokariotik ialah sel yang tidak mempunyai nukleus (inti sel yang terbungkus membran). Dalam beberapa literatur prokariotik juga diartikan sebagai sel yang tidak mempunyai organel yang terbungkus membran. Sel prokariotik merupakan sel penyusun beberapa jenis organisme, yaitu semua jenis organisme bersel satu, domain Archaea dan domain Bacteria.

Ciri-ciri sel prokariotik :

  • Ukuran sel berkisar antara 1 – 10 mikron
  • Uniselular yang membentuk koloni/filamen
  • Bentuk sel terdiri dari bulat, batang, dan datar
  • Ada yang bersifat autotrof (fotosintesis) dan heterotrof
  • Reproduksi secara aseksual: pembelahan biner, transformasi, konjugasi, dan transduksi

Ada sedikitnya 6 struktur penyusun sel prokariotik yaitu membran plasma, sitoplasma, ribosom, dan materi genetik (DNA dan RNA). Selain itu, bagian lain dari sel prokariotik adalah dinding sel dan flagela.

 

2.Sel Eukariotik

Sel eukariotik ilah sel yang mempunyai nukleus (inti yang terbungkus membran). Sel aukariotik mempunyai bagian yang lebih kompleks dibanding sel prokariotik.

Ciri-ciri sel eukariotik :

  • Ukuran sel berkisar antara 10 – 100 mikron
  • Struktur sel yang kompleks (organel sel) dan multiselular
  • Reproduksi secara mitosis (sel tubuh) maupun meiosis (sel kelamin)
  • Dapat bersifat autotrof atau heterotrof
Baca Juga  √ Lisosom : Pengertian, Struktur dan Fungsinya Lengkap


Sel prokariot dan eukariot memiliki ukuran yang sangat kecil (4-20 µm). Di dalam tubuh kita terdapat sekitar 200 jenis sel dan berjumlah Iebih dan 50 miliar sel. Sel organisme yang menyusun tubuh memiliki 2 jenis yaitu :

  • Organisme bersel tunggal (uniseluler) Semua kegiatan hidupnya dikerjakan oleh sel itu sendiri. Kegiatan hidup seperti bernapas, makan, mengeluarkan zat sisa, berkembang biak, dan bergerak. Contoh organisme uniseluler adalah bakteri dan protista.
  • Organisme bersel banyak (muiseIuler) Sel-sel penyusun tubuh akan melakukan pembagian tugas. Oleh sebab itu, tubuh organisme multiseluler memiliki berbagai macam organ. Misalnya organ pencernaan makanan, pernapasan, reproduksi, dan indra.

 


 

Fungsi Sel

 

  • Mendapatkan nutrien (makanan) dan oksigen (O2) dari lingkungan sekitar.
  • Mengerjakan reaksi-reaksi kimia yang menggunakan nutrien dan oksigen untuk memproduksi energi bagi sel.
  • Mengeluarkan karbon dioksida (CO2) yang terbentuk selama reaksi-reaksi kimia tersebut ke lingkungan sekitar.
  • Menghasilkan protein dan komponen lain yang dibutuhkan untuk pembentukan struktur sel. Juga untuk pertumbuhan dan untuk melaksanakan fungsi tertentu sel.
  • Mengatur keluar masuknya bahan antara sel dan lingkungan sekitarnya.
  • Memindahkan bahan dari satu bagian sel ke bagian lainnya. Sebagian sel bahkan mampu bergerak secara utuh di dalam lingkungannya.
  • Responsif terhadap perubahan di lingkungan sekitar.
  • Dominannya sel bisa bereproduksi, tetapi sel saraf dan sel otot kehilangan kemampuan bereproduksi sesudah terbentuk pada tahap awal perkembangan.

 


 

Bagian – Bagian Sel

 

1.Membran sel

Membran sel atau yang dikenal dengan membran plasma memiliki sifat semipermeabel. Artinya, membran sel hanya bisa dilalui oleh zat tertentu, namun tidak bisa dilewati oleh zat lainya. Zat yang dapat melewati ialah air, zat yang larut dalm lemak dan ion tertentu. Membran sel berfungsi pelindung sel dan pengatur keluar masuknya zat dari dan ke dalam sel.

 

2.Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan yang mengisi sel yang memuat berbagai zat yang koloid. Fungsi kehidupan utama berlangsung pada sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat organel yang melayang-layang dalam cairan kental. Koloid sitoplasma bukan termasuk cairan yang serba sam (homogen), melainkan cairan yang beraneka ragam (heterogen). Koloid ini tersusun atas air, senyawa organik yaitu protein, gula, lemak, enzim, hormon, dan garam mineral. Sitoplasma memiliki fungsi sebagai tempat berlangsungnya reaksi metabolisme sel.

 

3.Nukleus

Nukleus merupakan bagian sel eukariotik terbesar yang berada di dalam sel. Berada di tengah sel dan berbentuk bulat / oval. Organel ini mengandung sebagian besar materi genetik sel dengan bentuk molekul DNA linear panjang yang membentuk kromosom.

Bagian-bagian nukleus :

  • Membran nukleus
    Bagian luarnya langsung berhubungan dengan retikulum endoplasma yang akhirnya ke membran sel.
  • Nukleoplasma
    Atau yang disebut juga matriks nukleus yang bersifat gel. Terdiri atas air, protein, ion, enzim, dan juga asam inti. Di dalamnya ada benang-benang kromatin.
  • Nukleolus
    Atau yang disebut dengan anak inti, terbentuk saat terjadi proses transkripsi (sintesis RNA) di dalam nukleus. Nukleolus merupakan bagian sel eukariotik tak tetap, melainkan suatu tanda bahwa sel sedang melakukan transkripsi. Sesudah transkripsi selesai, nukleolus akan menghilang.
Baca Juga  √ Klausa : Pengertian , Ciri , Jenis dan Contohnya Lengkap

 

4.Sentriol

Sentriol bisa dilihat saat sel melakukan pembelahan. Pada fase tertentu dalam hidupnya, sentriol mempunyai silia/flagel dan hanya dijumpai pada sel hewan. Sentriol tegak lurus antar sesamanya. Pada pembelahan mitosis sentriol terbagi menjadi dua bagian. Tiap-tiap bagian menunjukkan kutub sel, maka terwujud benang spindel yang mengaitkan kedua kutub.

 

5.Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma terletak memusat pada bagian dalam sitoplasma (endoplasma) maka dari itu dinamakan Retikulum Endoplasma (RE) hanya pada sel eukariotik.

Jenis-jenis Retikulum Endoplasma ialah RE kasar yang berhadapan dengan sitoplasma & ditempeli ribosom(maka nampak berbintil2), sedangkan RE halus ialah tidak  mengandung ribosom

 

6.Ribosom

Ribosom ialah bagian yang paling kecil dengan garis tengah kurang lebih 20 cm, memiliki bentuk bulat, dan tersuspensi dalam sitoplasma. Ribosom juga mengandung RNA dan protein dengan perbandingan yang sama.

Ribosom sendiri memiliki fungsi sebagai tempat untuk pembuatan protein. Ribosom bisa terhubung pada membran retikulum endoplasma maupun terdapat bebas dalam matriks sitoplasma.

 

7.Mitokondria

Mitokondria merupakan benda bulat atau memiliki bentuk batang dengan ukuran berkisar antara 0,2 µm sampai 5 µm. Jumlahnya berkisar dari beberapa buah sampai lebih dari 1000 buah per sel.

Sel-sel yang aktif atau yang membutuhkan energi lebih besar mempunyai mitokondria yang lebih banyak. Setiap mitokondria dibalut dengan suatu membran ganda atau dua membran.

 

8.Badan Golgi

Pada sel tumbuhan, badan golgi dinamai diktiosom. Struktur sel eukariotik berupa organel polimorfik, terdiri atas membran yang memiliki bentuk seperti kantong pipih, berupa pembuluh, gelembung kecil, atau bentukan seperti mangkuk.

Cara kerja badan Golgi: Retikulum endoplasma akan menampung dan menyalurkan protein ke Golgi. Kemudian Golgi mereaksikan protein itu dengan glioksilat sehingga tercipta glikoprotein untuk dibawa ke luar sel.

 

9.Lisosom

Merupakan membran yang memiliki bentuk kantong kecil yg berisi enzim hidrolitik (hidrolase) disebut lisozim, yang berfungsi untuk pencernaan intra sel (mencerna zat2 yang masuk ke dalam sel).

Pembentukan Lisosom

  • Enzim Lisosom /protein yg diproduksi oleh ribosom
  • masuk ke RE, enzim dimasukkan ke dalam membran
  • dikeluarkan ke sitoplasma menjadi lisosom
  • Selain itu ada yg enzim dimasukkan ke Golgi dibungkus membran
  • Dan dilepaskan di dalam sitoplasma

 

10.Plastida

Plastida merupakan organel yang biasanya berisi pigmen. Plastida yang berisi pigmen klorofil disebut dengan kloroplas, fungsinya yaitu sebagai organel utama dalam proses fotosintesis. Plastida sendiri memiliki 3 jenis , yaitu:

Baca Juga  √ Biji : Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Bagiannya Lengkap


a.Lekoplas yaitu plastida berwarna putih yang berfungsi sebagai tempat menyimpan makanan. terdiri dari:

  • Amiloplas: tempat menyimpan amilum
  • Elaioplas (Lipidoplas): tempat menyimpan lemak/minyak
  • Proteoplas: tempat menyimpan protein

b.Kloroplas yaitu plastida berwarna hijau yang berfungsi menghasilkan klorofil dan tempat berlangsungnya fotosintesis

c.Klomoplas yaitu plastida yang mengandung pigmen, misalnya:

  • Fikodanin (biru)
  • Fikosantin (kuning)
  • Karotin (kuning)
  • Fikoeritrin (merah)

 

11.Vakuola (Rongga Sel)

Vakuola tidak dimasukan dalam organel sel oleh beberapa ahli, benda ini bisa dilihat melalui mikroskop cahaya biasa. Vakuola ini berisikan garam organik, tanin (zat penyamak), glikosida, minyak eteris, enzime, alkaloid, dan butir-butir pati.

Selaput pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut Tonoplas. Pada beberapa spesies terdapat vakuola kontraktil dan vakuola nonkontraktil.

 

12.Periksisom

Peroksisom besarnya hampir sama dengan lisosom (0,3 – 15 µm), dan dipisahkan oleh membran tunggal. Peroksisom dihasilkan dengan retikulum endoplasma. Peroksisom juga penuh berisi enzim dan yang paling khas ialah katalase.

Peroksisom juga berfungsi dalam perubahan lemak menjadi karbohidrat, dan dalam perubahan purin dalam sel. Pada hewan, peroksisom ada pada sel-sel hati dan ginjal. Sementara, pada tumbuhan, terdapat pada berbagai tipe sel. Peroksisom sel-sel tumbuhan sering mengandung bahan-bahan yang terkristalisasi.

 

 

13.Mikrotubulus

Mikrotubulus ialah silinder protein yang ada pada sebagian besar sel hewan dan tumbuhan. Diameter luarnya berkisar 25 nm dan diameter lumennya sekitar 15 nm.

Protein yang membentuk mikrotubulin disebut tubulin. Ada 2 jenis tubulin, yaitu α tubulin dan β tubulin. Kedua tubulin tersebut memiliki susunan asam amino yang berbeda-beda. 2 molekul (α tubulin dan β tubulin) bergabung dan membentuk dimer.

Mikrotubulus memiliki sifat kaku sehingga penting dalam mempertahankan bentuk sel Mikrotubulus berperan dalam pembelahan sel, sebab setiap kromosom bergerak ke kutub pembelahan yang terhubung pada gelendong mitotik yang dibentuk oleh mikrotubul.

 

14.Mikrofilamen

Mikrofilamen ialah serat tipis panjang berdiameter 5 – 6 nm, terdiri dari protein yang disebut aktin. Banyak mikrofilamen membentuk kumpulan atau jaringan pada berbagai tempat dalam sel. Mikrofilamen memiliki fungsi dalam gerakan atau aliran sitoplasma.

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai sel. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Sel : Pengertian, Struktur, Fungsi dan Bagiannya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya