√ RNA : Pengertian, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenisnya Lengkap

Diposting pada

√ RNA : Pengertian, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang RNA. Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ RNA : Pengertian, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenisnya Lengkap
√ RNA : Pengertian, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenisnya Lengkap

 


 

Pengertian RNA

 

RNA (Ribonucleic Acid) atau juga asam Robinucleat merupakan suatu rantai nukleotida yang dimiliki pada semua makhluk hidup seperti DNA.

RNA tidak dapat membuat rantai ganda. RNA hanya tersusun atas satu pita saja. Da juga, RNA ini terdiri dari adenin, sitosin, guanin dan urasil. Pada saat terjadi mutagen pada RNA, hal ini bisa mempengaruhi DNA. RNA mempunyai beberapa fungsi yang menjadi bawaannya.

RNA berperan sebagai penyalur informasi genetika, kemudian ia juga mempunyai fungsi sebagai sintesa protein, dan ia juga mempunyai kemampuan untuk meregulasi dan menduplikat gen yang ada pada tubuh manusia.

 


 

Fungsi RNA

 

Pada sekelompok virus (misalnya bakteriofag), RNA merupakan bahan genetik.RNA memiliki fungsi sebagai berikut :

 

  • RNA berfungsi sebagai penyimpan informasi genetik

sebagaimana DNA pada organisme hidup lain. Saat virus ini menyerang sel hidup, RNA yang dibawanya masuk ke sitoplasma sel korban, yang lalu ditranslasi oleh sel inang untuk menghasilkan virus-virus baru.

 

  • RNA berfungsinya sebagai perantara antara DNA dan protein dalam proses ekspresi genetik

Berlaku untuk semua organisme hidup. Dalam peran ini, RNA diproduksi sebagai salinan kode urutan basa nitrogen DNA dalam tahap transkripsi. Kode urutan basa ini tersusun dalam bentuk ‘triplet’, tiga urutan basa N, yang dikenal dengan nama kodon. Tiap kodon nantinya akan berelasi dengan satu asam amino (atau kode untuk berhenti), monomer yang menyusun protein.

 


 

Ciri – Ciri RNA

 

  • RNA bisa dijumpai di sitoplasma terutama dalam ribosom.
  • RNA mempunyai bentuk rantai tunggal.
  • Kadar RNA tidak tetap dan mempunyai fungsi sebagai sintesis protein.
  • Kandungan basa nitrogen yang berada pada RNA terdiri dari purin ((Adenin (A) dan Guanin (G)); pirimidin ((Sitosin (S) dan Urasil (U)).
  • RNA memakai ribosa sebagai komponen gulanya.
Baca Juga  √ Sel Saraf : Pengertian, Ciri, Jenis, Bagian dan Fungsinya Lengkap

 


 

Struktur RNA

 

RNA termasuk dalam rantai tunggal yang mempunyai bentuk menyerupai dengan pita serta tidak terpilin, sementara itu di masing- masing rantai RNA nya sendiri ialah polinukleotida yang terdiri dari banyak sekali ribonukleotida.

Umumnya RNA mempunyai berat molekul antara 25. 000 hingga beberapa juta. Walaupun begitu pada dasarnya RNA berisi rantai polinukleotida tunggal, namun rantai yang biasa terlipat membentuk wilayah heluks ganda dan memiliki kandungan pasangan basa A: U dan juga G: C

 


 

Jenis – Jenis RNA

 

  • Transfer RNA (tRNA)

RNA yang dibangun dari dalam nukleus, namun menempatkan diri dalam sitoplasma. tRNA merupakan RNA yang terpendek dan bekerja sebagai penerjemah kodon dari mRNA. tRNA mempunyai perbandingan nukleosida yang lebih relatif tinggi.

Transfer RNA (transfer-Ribonucleic acid) atau asam ribonukleat transfer ialah molekul yang menginterpretasikan pesan genetik berupa serangkaian kodon yang disepanjang molekul mRNA dengan cara mengirim asam-asam amino ke ribosom dalam proses translasi.

Pada tiap tRNA mengandung suatu sekuen dengan tiga rangkaian basa pendek. Seluruh ujung 3′ tRNA mengandung sekuen SSA yang berseberangan dengan sekuen antikodon. Suatu amino tertentu akan menempel pada ujung 3 tRNA. Penempelan ini merupakan cara berfungsinya tRNA, yaitu dengan membawa asam amino spesifik yang nantinya berguna dalam sintetis protein, yaitu pengurutan asam amino sesuai dengan urutan kodon pada mRNA.

 

  • Ribosomal RNA (rRNA)

rRNA merupakan ribosom yang mengandung protein dengan massa yang hampir sama. Molekulnya berbentuk pita tunggal, tak bercabang dan fleksibel. rRNA terdiri dari 80 persen total RNA yang dalam sel dan pada sel-sel tidak mempunyai inti sejati yang terdiri dari beberapa tipe rRNA yaitu 23S rRNA, 16S rRNA, dan 5S rRNA.

 

  • Mesengger RNA (mRNA)

mRNA merupakan polinukleotida yang berbentuk pita tunggal linier dan disintetis dengan DNA di dalam nukleus. mRNA berupa rantai tunggal yang relatif panjang. Panjang pendeknya mRNA berkaitan dari panjang pendeknya rantai polipeptida yang disusun. Urutan pada rantai asam amino yang membangun rantai polipeptida tersebut disesuaikan dengan urutan kodon yang berada dalam molekul mRNA yang berhubungan.  mRNA berekasi sebagai pola cetakan dalam pembentukan polipeptida.

Baca Juga  √ Protein : Pengertian , Jenis , Struktur dan Fungsinya Lengkap

Pada tiap molekul akan mengangkut salinan urutan DNA, yang ditranslasikan dalam sitoplasma menjadi satu rantai polipeptida atau lebih. Fungsi utama dari mRNA yakni membawa kode-kode genetik dari DNA di inti sel mengarah ke ribosom di sitoplasma. mRNA dibentuk apabila dibutuhkan dan apabila tugasnya telah selesai lalu dihancurkan dalam plasma.

 


 

Proses Terbentuknya RNA

 

Proses pembentukan RNA ini terdiri dari dua (2) tahapan dengan bantuan enzim RNA polymerase (RNAp) yakni tahap transkripsi serta tahap translasi. Enzim tersebut mempercepat proses pembentukan RNA. Tahapan pembentukan RNA ini meliputi:

 

1.Transkripsi

Dalam tahap transkripsi, dengan menggunakan DNA ialah sebagai cetakan disistesis RNA messenger. Proses tersebut terbagi menjadi 3 tahap, yakni :

 

  • Inisisasi

Dalam tahap ini enzim RNA polymerase ini menyalin gen, maka terjadi pengikatan RNAp dengan promoter (tempat pertemuan antara gen/DNA dengan RNAp) yang akan memberikan suatu inisiasi transkripsi. Lalu RNAp tersebut akan membuka double heliks DNA yang mempunyai fungsi ialah sebagai cetakan yakni rantai sense.

 

  • Elongasi

RNAp tersebut akan bergerak sepanjang untai ganda DNA, membuka double heliks serta merangkai ribonukleotida ke ujung 3′ ribonukleotida yang sedang tumbuh, maka akan diciptakan rantai RNA yang di dalamnya itu mengandung urutan basa nitrogen pertama ialah sebagai hasil perekaman. Apabila hasil perekaman tersebut sudah mencapai 30 buah, suatu senyawa kimia yang berperan sebagai penutup bisa memberikan sinyal inisiasi tahap translasi serta mencegah berlangsungnya degradasi RNA akan berkaitan dengan ujung 5′ RNA.

 

  • Terminasi

Proses terminasi merupakan terhentinya suatu proses perekaman dan juga molekul DNA baru terpisah dari DNA template. Proses ini juga ditandai dengan terdiasosiasinya enzim RNAp dari DNA dan juga RNA dilepaskan maka diciptakan produk transkripsi yang lengkap yang disebut dengan messenger RNA (mRNA).

 

 

2.Translasi

Translasi ialah tahapan penerjemahan beberapa triplet atau juga kodon dari mRNA menjadi asam amino yang pada akhirnya membangun sebuah protein. Tiap-tiap triplet tersebut terdiri dari urutan basa nitrogen yang berbeda sehingga akan diterjemahkan menjadi asam amino yang berbeda pula. Asam amino ini lalu akan menghasilkan rantai polipeptida spesifik hingga terbentuk protein spesifik pula. Proses translasi tersebut bisa berupa:

Baca Juga  √ Daftar Pustaka : Cara Penulisan Daftar Pustaka dan Pengertiannya Lengkap

 

  • Iniasiasi

Dalam tahap inilah diawali dengan pengenalan kodon AUG yang berada pada bagian akhir mRNA yang disebut dengan sebutan kodon Start. Kodon AUG tersebut akan mengkode pembentukan metionin. Yang selanjutnya, metionin tersebut dibawa oleh tRNA untuk bergabung dengan melalui pembentukan ikatan pada subunit besar ribosom sehingga akan membentuk ribosom yang lengkap.

Molekul tRNA pertama yang terikat pada ribosom tersebut akan menduduki tempat khusus, yakni sisi P (Polipeptida) yang akan terbentuk rantai yang dikenal dengan istilahnya itu polipeptida. Sementara untuk tRNA berikutnya akan berikatan dengan kodon kedua serta akan menduduki ribosom pada sisi A (asam amino)

 

  • Elongasi

Pada tahap ini ditandai dengan pengaktifan asam amino oleh tRNA pada Setiap kodon ke kodon sehingga akan juga diciptakan asam amino baru satu per satu. Proses engolasi tersebut ialah membangun rantai polipeptida tumbuh semakin panjang dikarenakan asam amino yang terus bertambah.

 

  • Terminasi

Pada tahap ini ditandai dengan pertemuan antara antikodon yang dibawa oleh tRNA dengan UAA, UAG, atau juga UGA sehingga mengakibatkan berhentinya suatu proses translasi. Yang akan menimbulkan rantai polipeptida yang dibentuk dari ribosom itu terlepas dan juga diolah dan membentuk protein fungsional.

 

 

 


Demikianlah bahasan kita mengenai RNA. Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ RNA : Pengertian, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenisnya Lengkap. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

Baca Juga Artikel Lainnya