√ Sintesis Protein : Pengertian , Tujuan dan Tahapannya Lengkap

Diposting pada

√ Sintesis Protein : Pengertian , Tujuan dan Tahapannya Lengkap

 

Materi.Co.ID – Hay hay bertemu lagi dengan artikel materi.co.id . Kali ini kita akan membahas tentang sintesis protein . Simak ulasan lengkap nya dibawah ini

 

√ Sintesis Protein : Pengertian , Tujuan dan Tahapannya Lengkap
√ Sintesis Protein : Pengertian , Tujuan dan Tahapannya Lengkap

 


 

Pengertian Sintesis Protein

 

Sintesis protein (disebut juga biosintesis protein) adalah proses pembentukan partikel protein dalam bahasan biologi molekuler yang didalamnya melibatkan sistesis RNA yang dipengaruhi oleh DNA. Dalam proses sintesis protein, molekul DNA adalah sumber pengkodean asam nukleat untuk menjadi asam amino yang menyusun protein tetapi tidak terlibat secara langsung dalam prosesnya.


 

Tujuan Sintesis Protein

 

Adapun tujuan dari sintesis protein adalah untuk membuat protein yang dapat dimanfaatkanatau digunakan oleh tubuh dan protein merupakan komponen penting yang menyusun tubuh makhluk hidup. Misalnya enzim penyusun utamanya adalah protein, hormon juga tersusun dari protein, eritrosit juga memiliki protein yang membantu pengikatan oksigen serta membran sel yang tersusun dari protein. Dengan adanya 22 asam amino pada proses translasi, yang diantaranya dapat disintesis didalam tubuh, dan beberapa yang lain juga harus diperoleh dari makanan.


 

Tahapan – Tahapan Sintesis Protein

1.Tahap Replikasi DNA

Seiap sel yang ada pada makhluk hidup tentunya akan mengalami atau menjalankan pembelahan sel, dimana umumnya pembelahan sel ini bisa terbagi berdasarkan kelipatannya, contohnya ialah pembelahan 4 sel menjadi 8 sel.

Akan tetapi, sebelum sel tersebut melakukan proses pembelahan, terdapat proses penggandaan komponen yang terdapat dalam sel, salah satunya adalah DNA. Penggandaan DNA inilah yang kemudian disebut sebagai replikasi.

Jadi, pengertian dari replikasi adalah proses sintesis DNA baru yang terjadi di dalam nukleus sel. Pada tahapan replikasi DNA ini memerlukan bantuan dari enzim helikase yang bertugas untuk melepaskan basa dan ikatan hidrogen yang terdapat pada rangkaian DNA. Pada saat proses replikasi berlangsung, induk DNA akan membentuk anak DNA yang mempunyai bentuk yang sama pula dengan induknya, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa induk DNA memiliki tugas untuk membentuk DNA baru.

Baltimore, Muzushima dan Temin (1970) berpendapat bahwa dari beberapa banyak virus, ada beberapa virus yang ternyata bisa mensintesis DNA yang berasal dari RNA dengan hasil rantai tunggal. Enzim yang bertugas dalam proses sintesis tersebut dinamakan DNA polimerase.

 

Beberapa tahapan dan enzim yang berperan dalam sintesis protein, antara lain adalah :

  • DNA helikase yang berfungsi untuk membuka rantai ganda DNA induk.
  • Enzim primase yang membentuk primer yang merupakan segmen pendek dari RNA sebagai pemula untuk terjadinya sintesis protein.
  • Dari ujung 3´ RNA primer, DNA polimerase telah menambahkan pasangan basa nitrogen (dari nukleotida-nukleotida) pada rantai tunggal DNA induk dan terbentuk rantai DNA yang berhubungan secara lanjutan (tanpa terpisah-pisah) yang disebut sebagai leading strand.
  • Pada rantai tunggal DNA induk yang lain, DNA polimerase akan membentuk lagging strand (merupakan keseluruhan rantai kopian DNA yang pertumbuhannya tidak kontinyu) dengan memperpanjang RNA prime.
  • RNA primer di beberapa tempat akan membentuk/ membuat segmen-segmen DNA baru yang saling terpisah. Segmen-segmen itulah yang disebut juga sebagai fragmen Okazaki.
  • DNA polimerase yang lainnya, akan menggantikan RNA primer dengan DNA dan enzim ligase menghubungkan segmen-segmen okazaki, sehingga terbentuk salinan DNA baru.

 


2.Tahap Transkripsi

Tahap Transkripsi adalah tahapan ketika DNA akan membentuk RNA dengan penguraian kode genetik yang berasal dari DNA itu sendiri. Tahap ini akan berlangsung didalam sitoplasma yang diawali proses pembukaan rantai ganda pada DNA dengan bantuan Enzim polimerase. RNA yang akan dihasilkan adalah :

  • mRNA
  • tRNA
  • rRNA

Pada tahan transkripsi akan terdapat sebuah rantai tunggal sebagai rantai sense sedangkan rantai lainnya sebagai rantai anti sense yang berasal dari pasangan DNA yang sama.

 

Tahap transkripsi terdiri dari 3 tahapan yaitu :

  • Inisiasi (Permulaan)

Tahap Inisiasi atau yang biasa disebut tahap pangkal replikasi, terdapat proses yang disebut promoter yang merupakan wilayah DNA yang digunakan sebagai tempat melekatnya RNA polimerase untuk melakukan transkripsi. Kemudian RNA akan melekat pada promoter, kemudian promoter akan mengikat kumpulan protein proses ini dinakaman faktor transkripsi. Kemudian RNA polimerase, promotor dan faktor transkripsi akan kompleks dan disebut sebagai Inisiasi transkripsi. Selanjutnya RNA polimerase akan bertugas membuka rantai ganda yang dimiliki DNA.

 

  • Pemanjangan

RNA polimerase akan membuka rantai ganda DNA, maka RNA akan menyusun uraian nukleotida-nukleotida RNA dengan ketentuan arah 5′ ke 3′. RNA akan mengalami perpanjangan diri seiring proses pembentukan pasangan DNA dengan basa nitrogen. RNA memiliki Urasil (U) yang akan membentuk basa urasil dengan bantuan adenin, yang kemudian 3 basa ini akan berpasangan dengan basa komplemen sesuai dengan aturan pasangan basa. Urasil akan berpasangan dengan adenin sedangkan guanin akan berpasangan dengan sitosin.

 

  • Akhir

Tahap selanjutnya, rantai DNA akan menyatu seperti semula lalu RNA polimerase akan lepas dari rantai DNA, RNA yang lepas akan membentuk RNA yang baru. RNA yang berhasil berperan aktif sebagai RNA m merupakan hasil dari transkripsi didalam sel prokariotik. Tetapi RNA yang dihasilkan dari transkripsi kode akan menjadi RNA m yang akan aktif setelah melalui tahap tertentu. Dapat disimpulkan bahwa rantai tunggal RNA m memiliki beberapa urutan basa nitrogen, 3 jenis urutan dari basa nitrogen yang terdapat pada nukleotida RNA m hasil dari transkripsi akan disebut sebagai kodon atau triplet.

 


 

3.Tahap Translasi

Proses translasi ialah proses dalam menerjemahkan kode kodon dari RNA m yang akan menjadi asam amino sehingga dapat membentuk protein. Setiap urutan basa nitrogen yang tidak sama akan diartikan jadi asam amino yang tak sama juga. Misalnya ialah asam amino fenilalanin sebagai terjemahan kodon UUU atau (3 basa urasil), kemudian asam amino glisin atau (CGC), dengan asam amino serin atau (UCA) serta asam amino triptofan atau (UGG).

Dalam tahapan ini minimal ada 20 tipe asam amino yang dibutuhkan agar dapat membentuk protein terjemahan dari kodon mRNA. Lalu asam amino tersebut bisa menghasilkan rantai polipeptida kemudian akan membentuk protein lebih spesifik juga.

 

Pada tahap translasi dibagi menjadi 3 proses seperti berikut ini:

  • Proses Awal

Unit kecil ribosom dapat mengikat mRNA yang sudah membawa kode genetik bagi asam amino yang dibuat, dan langsung akan mengikat inisiator tRNA. Kemudian molekul ribosom akan mengikat bersamaan dengan 3 molekul dan membentuk komplek inisiasi.
Kemudian molekul tRNA akan mengikat dan memindahkan asam amino sitoplasma ke ribosom dibantu enzim serta energi GTP. Setiap ujung tRNA membawa 1 antikodon serta 1 asam amino. Berikutnya, asam amino diaktifkan oleh tRNA lalu akan menghubungkan kodon dengan antikodon dalam mRNA.

 

  • Proses Pemanjangan

Sesudah asam amino diaktifkan, akan dihubungkan kembali oleh ikatan peptida pembentuk polipeptida yang ada di ujung tRNA dan akan membawa asam amino. Contohnya tRNA yang membawa asam amino fenilalanin, jadi antikodonnya bisa AAA yang nantinya berhubungan pada kodon mRNA UUU. Dalam proses tersebut, rantai polipeptida memanjang, sebab adanya menambahan asam amino yang berlangsung.

 

  • Proses Terminasi

Pada tahap akhir saat antikodon bawaan tRNA bertemu kodon UAA, UAG, dan UGA. Ini disebabkan rantai polipeptida yang telah terbentuk dapat dilepas dari ribosom lalu diolah menjadi protein secara fungsional.

 


Demikianlah bahasan kita mengenai sintesis protein . Terima kasih bagi yang menyempatkan waktu untuk membaca dan mampir di artikel √ Sintesis Protein : Pengertian , Tujuan dan Tahapannya Lengkap . Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kamu 🙂

 

Baca Juga Artikel Lainnya

Baca Juga  √ Jaringan Sklerenkim : Pengertian, Letak, Ciri dan Jenisnya Lengkap
Baca Juga  √ RNA : Pengertian, Fungsi, Ciri, Struktur dan Jenisnya Lengkap
Baca Juga  √ Platyhelminthes : Pengertian, Struktur, Ciri dan Klasifikasinya Lengkap
Baca Juga  √ Rantai Makanan : Pengertian , Komponen , Jenis dan Contohnya Lengkap
Baca Juga  √ Gen : Pengertian, Struktur, Fungsi, Sifat dan Komponennya Lengkap