Manajemen Kinerja

Diposting pada

Materi.Co.ID – Hai teman – teman online, pada kesempatan kali ini Materi.Co.ID akan membahas mengenai artikel yang berjudul Manajemen Kinerja. Mari kita simak penjelasan secara lengkap di bawah ini.


Manajemen Kinerja


Pengertian Manajemen Kinerja

Manajemen kinerja adalah suatu proses yang mempunyai rangkaian kegiatan yang dimulai dari pembuatan perencanaan kinerja, pemantauan / peninjauan kinerja terhadap perusahaan kepada karyawannya. Penilaian kinerja dan tindak lanjut juga dapat berupa pemberian suatu penghargaan dan hukuman. Rangkaian kegiatan yang sudah disusun harus dijalankan sesuai dengan kesepakatan yang sudah dibuat bersama.

 


Pengertian Manajemen Kinerja Menurut Para Ahli

1. Menurut Baird (1986)
Manajemen Kinerja yakni suatu proses kerja dari sebagian kumpulan orang- orang untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, dimana proses kerja ini berlangsung secara berkelanjutan dan terus- menerus.


2. Menurut Surya Dharma (2005;25)
Manajemen kinerja yakni sebuah proses untuk dapat menetapkan apa yang harus dicapai dan pendekatannya untuk mengelola dan pengembangan manusia melalui suatu cara yang dapat meningkatkan kemungkinan bahwa sasaran akan dapat dicapai dalam suatu jangka waktu tertentu baik pendek dan panjang.


3. Irham Fahmi (2014:128)
Manajemen Kinerja yakni suatu ilmu yang akan memadukan seni di dalamnya untuk menerapkan suatu konsep manajemen yang memiliki tingkat fleksibilitas yang representatif dan aspiratif guna mewujudkan visi dan misi perusahaan dengan cara mempergunakan orang yang ada di organisasi tersebut secara maksimal.


4. Armstrong dan Baron (1998)
Manajemen Kinerja yakni suatu pendekatan strategis dan terintegrasi untuk memberikan hasil yang sukses dalam organisasi dengan meningkatkan kinerja dan mengembangkan kemampuan tim dan individu.

Baca Juga  Analisis SWOT

5. Menurut Direktorat Jenderal Anggaran (2008)
Manajemen kinerja yakni bagian dari suatu proses strategis dan terpadu yang dapat menunjang keberhasilan dari organisasi yang diikuti melalui adanya pengembangan performansi aspek-aspek yang akan menunjang keberadaan suatu organisasi perusahaan tersebut.

 


Tujuan Manajemen Kinerja

  • Meningkatkan suatu pengembangan diri pribadi karyawan untuk karyawan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diinginkan.
  • Mengidentifikasi hambatan untuk mendapatkan sebuah kinerja yang efektif dan efisien.
  • Membantu pegawai dalam mengidentifikasi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam melakukan pekerjaannya agar menghasilkan pekerjaan yang baik dan efisien.
  • Menciptakan suatu keputusan yang bersifat administratif yaitu dengan mengenai beberapa perencanaan strategis, perencanaan suksesi, promosi, kompensasi serta pengupahan berdasarkan kinerja dari karyawan tersebut.
  • Meningkatkan kinerja karyawan dengan adanya dorongan dari pemberdayaan karyawan, motivasi dan penerapan suatu mekanisme penghargaan secara efektif dan efisien.
  • Meningkatkan sistem komunikasi dua arah antara Supervisor/Manajer perusahaan, serta memberikan umpan balik yang teratur serta transparan sehingga dapat meningkatkan kinerja karyawan dan pembinaan berkelanjutan.

 


Proses Manajemen Kinerja

  1. Mendefinisikan hasil kinerja kepada departemen perusahaan.
  2. Mengembangkan sasaran, prilaku dan tindakan kinerja terhadap pegawai.
  3. Memberikan dukungan secara penuh dan pembahasan.
  4. Mengevaluasi kinerja yang dilakukan oleh pegawai.
  5. Mengidentifikasi terhadap perbaikan-perbaikan yang dibutuhkan oleh pegawai.
  6. Memberikan konsekuensi dari hasil kinerja pegawai selama melakukan pekerjaannya.

 


Manfaat Manajemen Kinerja

  • Memperbaiki Sistem Kerja

Perbaikan dan penyempurnaan sistem yang sudah ada akan membawa dampak positif baik kepada karyawan dan perusahaan agar menciptakan perusahaan yang mempunyai manajemen kinerja yang baik.


  • Menciptakan Apresiasi

Penilaian kinerja dalam perusahaan sangat penting, yang mana penilaian kinerja dapat dilakukan oleh atasan, rekan sekerja, pengguna jasa (klien) serta bawahan. Dengan dilakukannya kegiatan apresiasi ini tentunya karyawan akan bekerja keras dengan baik karena merasa dihargai perusahaan.

Baca Juga  Manajemen SDM

  • Menjadikannya Sebagai Indikator Kinerja

Indikator kinerja dapat mengukur secara kinerja secara kuantitatif dan jelas, serta waktu untuk mencapainya agar lebih dapat terarahkan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.


  • Mencapai Tujuan Perusahaan

Membantu mencapai tujuan dari perusahaan karena eberadaannya membuat tujuan perusahaan bisa dimonitor dan dikalibrasi ulang jika dibutuhkan, ibarat sebuah kompas yang membantu untuk mengembalikan perusahaan ke jalurnya yang benar.

 


Prinsip Dasar Manajemen Kinerja

  1. Mempunyai rasa tanggung jawab
  2. Saling menghargai kejujuran satu sama lain
  3. Mempunyai konsekuensi dan kerja sama yang baik
  4. Mendapatkan umpan balik yang baik
  5. Terdapat komunikasi dua arah
  6. Mempunyai rumusan tujuan yang jelas
  7. Mendapatkan umpan balik yang baik
  8. Menerapkan konsep manajemen SDM berbasis kompetensi

Tahapan Manajemen Kinerja

1. Planning
Planning adalah tahap dimana perilaku kerja karyawan di identifikasi berdasarkan basi atau dasar kompetensinya. Sehingga dapat merencanakan target yang hendak dicapai, kapan waktu yang tepat serta bantuan apa yang sekiranya perlu diberikan.

2. Supporting
Supporting adalah tahapan yang berfokus pada penerapan monitoring ataupun manajerial pada proses jalanya kerja organisasi agar tetap sesuai rencana yang telah ditetapkan.

3. Review
Review adalah tahapan untuk melakukan evaluasi dari hasil kinerja pegawai yang diukur dan dinilai secara objektif.

4. Rewarding
Rewarding adalah tahapan yang berfokus dalam pengembangan serta penghargaan pada kinerja yang telah dilakukan oleh karyawan.


Demikianlah pembahasan artikel mengenai √ Manajemen Kinerja : Pengertian, Tujuan, Manfaat, Prinsip, Proses & Tahapannya Lengkap. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu kita semua dalam menemukan solusi yang terbaik. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Terima kasih.


Baca Juga Artikel :